
Yumna berbalik arah dan memilih untuk pergi, dia akan bertemu dengan seseorang sekarang.
Lebih dari satu jam lamanya, Yumna telah sampai di suatu tempat. Dia dengan hati-hati keluar dari mobil dan pergi menemui seseorang.
"Apa kabarmu, Kak?" tanya laki-laki tersebut yang ternyata andalah Azkhan.
"Baik, Kakak baik sekali," ucap Yumna seraya memeluk sang adik dengan erat. Azkhan sedih karena kakaknya lebih memilih untuk menyingkir ke tempat ini.
"Apa kabarmu? Papa, Mama, dan yang lain?" tanya Yumna lagi kemudian duduk di kursi yang ada di sana, seorang pelayan datang dan memberikan pesanan yang sudah Azkhan pesan sebelumnya.
"Semua orang baik, hanya Syifa yang terus menangis karena ingat dengan Kakak," ujar Azkhan.
"Oh. Begitu ya. Maaf," ucap Yumna menyesal. Dia harus tega menghilang terlebih dahulu agar bisa menenangkan dirinya.
"Nggak perlu minta maaf. Justru kita senang di sini Kakak hidup dengan bahagia."
__ADS_1
Setelah hampir satu jam lamanya mereka bertemu, akhirnya Azkhan pamit. Dia harus kembali ke bengkel dan mengerjakan tugasnya. Dia juga mengantarkan Yumna hingga sampai ke tempatnya. Sopir yang bertugas untuk menjaga Yumna mengikuti di belakang mobil mereka.
"Aku pulang ya, jangan lupa Kakak juga harus pulang setelah hati sudah reda nanti. Jangan keterusan betah di sini," ucap pemuda tersebut mengingatkan.
"Ya, kakak akan pulang nanti kalau sudah saatnya," ujar Yumna.
Azkhan pergi dari sana, Yumna harus rela melepas kepergian adiknya.
Sementara itu, Haidar tetap menerima dirinya yang hanya seorang diri.
Mita yang kasihan kepada Haidar selalu saja menghiburnya tanpa kenal lelah, dia terus menyemangati sang anak agar tetap ceria di samping kehilangan istrinya.
Mitha menghubungi menantunya dan memohon untuk kembali lagi karena dia merasa jika Haidar kini sudah berubah.
"Maafin semua kesalahan Haidar, Yumna. Dia memang belum bisa menjadi suami yang baik. Mami belum bisa jadi orang tua yang mendidiknya dengan baik. Memang Mami juga yang salah sudah manjakan dia, kembali Nak. Tolong!" ucap Mitha menghiba.
__ADS_1
...***...
Akhirnya, setelah hari itu mengobrol dengan adik dan juga Mitha di telepon, Yumna kembali. Akan tetapi, dia tidak pulang ke rumahnya, melainkan pergi ke rumah ayah dan ibunya. Mereka sangat senang sekali karena akhirnya Yumna mau kembali ke rumah.
"Apa kamu selama ini baik-baik saja?" tanya Lily memeluk erat putri sulungnya yang sedikit keras kepala.
"Yumna baik, Ma," jawab Yumna dengan tersenyum.
Lily merasa kesal, juga sebal dengan anaknya ini. Apakah dia terlalu memanjakan sehingga Yumna sering kali pergi jika ada masalah?
Bima yang ada di kantor juga segera pulang saat mendengar jika anak sulungnya itu sudah pulang. Dia memeluk Yumna dengan erat, tapi tetep berhati-hati dengan kehadiran cucunya yang masih ada di dalam perut Yumna.
"Lihat Mama kamu! Dia menangis tiap malam, tapi kamu susah buat dihubungi, hah!" ucap Bima dengan. kesal, menjawil hidung anaknya Hemas. Yumna tersenyum dan meringis saja.
"Maaf, sudah bikin kalian khawatir ya? Maafin Yumna, Ma," ucap Yumna.
__ADS_1