YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
220. Mbah Go: "Cara Menaklukan Hati Mertua!"


__ADS_3

"Bicara saja!"


Haidar bingung, apakah Papa Bima mau jika dia ajak ketemuan untuk membahas hal ini? Dia ingin bicara hubungannya dengan Yumna Jika mungkin Papa Bima menolaknya, haidar tak akan mundur dan akan terus memperjuangkan Yumna. Teringat dulu saat dia tidak mempertahankan Yumna karena cinta butanya pada Vio.


"Em ... ini ...." Haidar terdiam sejenak. Dia berusaha untuk menarik napasnya perlahan.


"Saya mau mengatakan sesuatu pada Pak Bima, tentang saya yang ingin kembali dekat dengan putri Bapak. Saya hanya ingin tahu, apakah sekiranya Pak Bima ada waktu untuk kita bertemu secara pribadi?" tanya Haidar dengan takut. Belum apa-apa, tapi dia takut ditolak oleh mantan dan calon papa mertuanya, hingga membuat tangannya yang memegang hp sedikit bergetar.


"Kamu mau ketemu saya? Kamu pikir saya mau menyerahkan Yumna kembali sama kamu? Masih punya waah kamu ingin dekat dengan anak saya?" tanya Bima dengan nada ketus.


Haidar menundukkan kepalanya. Dia sadar, tak akan mudah mendapatkan Yumna kembali untuk yang kedua kalinya.


"Saya hanya ingin yang terbaik untuk Yumna. Saya pernah melakukan satu kesalahan, tapi saya ingin memperbaikinya. Maafkan saya karena telah membohongi Pak Bima sekeluarga," ucap haidar dengan rasa menyesal.

__ADS_1


Tut ... tut ...


Telepon dimatikan sepihak, membuat Haidar sangat kecewa. Papa Bima bahkan tidak mau bertemu dengan dirinya. Haidar ingin sekali jujur pada Bima dan mendapatkan restunya. Tak apa jika dia harus melewati ujian yang berat, yang terpenting, dia bisa mendapatkan restu kembali dari keluarga Yumna.


Haidar menghela napasnya sedikit kasar. Dia juga menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Di kepalanya sedang membayangkan apa yang harusnya dia lakukan untuk memaksa Bima agar ingin bertemu dengan dia dan bicara dengannya.


Haidar menggigit ujung pulpen yang ada di tangan. Bayangan tidak akan mendapat restu dari Bima membuat dirinya berpikir untuk nekat.


Haidar menggelengkan kepalanya. tentu Yumna tidak akan mau jika kawin lari dengannya. Kawin lari itu capek!


"Berpikir apa aku ini!" seru Haidar. Dia merasa bodoh memikirkan hal yang rumit seperti ini. Dia menegakkan dirinya, mengetik sesuatu di pencarian di laptopnya.


"Cara Menaklukan Hati Mertua," ucap Haidar. Selesai dengan judul tersebut dia menekan salah satu tombol dan seketika beberapa judul yang serupa bermunculan di layar.

__ADS_1


"Ya ampun, demi cinta aku melakukan hal ini," gumam Haidar. Dia mulai membaca satu persatu tulisan yang ada di sana. Pekerjaan yang menumpuk, tidak ia hiraukan. Haidar terfokus pada apa yang dia baca di layar laptopnya.


Mata Haidar sakit menatap layr laptop terus menerus, kepalanya juga pusing memikirkan banyak cara untuk menaklukan hati Papa Bima. Jika Mama Lily dia sudah bisa mengira, Mama Lily orang yang penyayang, tidak segarang Papa Bima, haidar sudah ada cara untuk bicara dengan mama Lily dan meminta restunya.


Kini hanya mengurusi Papa Bima, dari nada suara tadi Papa Bima tidak akan mempermudah urusannya.


Suara ketukan di pintu terdengar. Haidar menyuruh untuk masuk. Pintu terbuka dan melihat Ronald kini masuk ke dalam ruangan itu.


"Hai, kamu sedang apa? Serius banget!" tanya Ronald, dia duduk di depan Haidar yang terlihat kusut.


"Lagi cari cara supaya bisa dapat izin dari calon mertua," jawab Haidar jujur.


Ronald ingin tertawa. Sudah lama sekali dirinya tidak melihat haidar yang serius seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2