YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
272. Aku Siap.


__ADS_3

Belanjaan yang mereka beli kini telah tertata rapi di dalam kulkas, Yumna melanjutkan pekerjaannya membereskan pakaiannya yang tadi belum selesai dia bereskan akibat mendapatkan hadiah dari Mami Mitha, sedangkan Haidar sedang berkutat di dapur tengah membuat mie instan untuk makan malam.


"Yumna, mie sudah matang," ucap Haidar dari ambang pintu bertepatan dengan Yumna yang baru saja selesai memasukkan pakaian ke dalam lemari. Yumna tersenyum dan mendekat ke arah Haidar, berjalan bergandengan dengan suaminya itu menuju ke arah dapur.


"Kita udah makan tadi loh sebelum belanja," ucap Yumna.


"Itu kan tadi, dipakai buat pergi belanja peurt kosong lagi, Yumna," ujar Haidar.


Di dapur sudah tersedia dua buah mangkok yang berisikan mie instan dengan telur beserta saos yang masih ada di dalam botolnya, Haidar tidak berani membubuhkan saos tersebut karena dia tidak tahu dengan selera Yumna.


"Waaah, mie rebus." Yumna duduk di tempatnya dan segera menggeserkan miliknya sedangkan Haidar duduk di depan Yumna.


"Mau pake saos gak?" tanya Haidar memegang botol saos di tangannya.


"Boleh, minta sedikit." Yumna kembali menyodorkan mangkoknya dan Haidar menumpahkan saos tersebut ke dalam mangkok milik Yumna.


"Makasih," ucap Yumna sambil tersenyum senang.

__ADS_1


"Sama-sama, Ayang."


Yumna tersenyum malu tatkala mendapatkan panggilan sayang dari Haidar lagi.


"Mau aku suapin juga?" tanya Haidar, Yumna menggelengkan kepalanya.


"Aku makan sendiri aja."


Kedua orang itu kini makan dengan sangat lahap.


"Enak gak?" tanya Haidar.


Selesai makan, mereka kembali ke dalam kamar. Kenyang sudah perut keduanya, tapi jug alelah akibat tadi berbelanja kebutuhan rumah yang lumayan banyak.


Keduanya kini duduk bersisian bersandarkan kepala ranjang, Yumna sibuk dengan hp-nya, sementara Haidar juga sibuk dengan laptopnya, mengerjakan daftar yang harus dia selesaikan dalam minggu ini di kantornya yang baru.


Haidar telah selesai dengan laptopnya, dia melirik ke arah Yumna dan melihat wanita itu tengah serius sekali entah melihat apa. Perlahan dia mendekat dan tersenyum geli saat melihat gambar-gambar sketsa dengan dua orang yang menyatu di layar hp tersebut.

__ADS_1


"Daripada cuma lihat mending kita praktek, yuk."


Yumna terkejut mendengar suara Haidar yang tiba-tiba berada di sampingnya, saking seriusnya dia memperhatikan gambaran tersebut sampai tidak sadar jika jarak dia dengan Haidar sangat dekat seperti itu.


"Eh, mana ada. Aku gak lihat!" ucap Yumna canggung sambil menjauhkan hp tersebut, menyembunyikannya di sampingnya.


"Gak lihat apa? Tuh ada di sana. Aku lihat jelas kok," ujar Haidar sambil tertawa kecil. Yumna menjadi semakin malu karena ketahuan oleh suaminya. Dia hanya sedang memperhatikan gambar tersebut jika sedang bermain di kursi sofa yang dikirim Mami Mitha.


"Eh, bukan. Itu cuma ...."


Cup.


Mata Yumna membulat tatkala Haidar menciumnya dengan lembut. Dagunya dipegang oleh Haidar membuatnya tidak bisa menggerakkannya untuk sekedar menghindar.


"Kalau aku minta kamu malam ini, kamu siap nggak?" tanya Haidar. Yumna menggigit bibirnya, sedikit ngeri jika mendengar cerita orang lain pada saat melakukan malam pertamanya.


Haidar menatap Yumna dengan lekat, jika Yumna tidak bersedia malam ini, tentu saja dia harus menunggu hingga Yumna siap untuk memberikan dirinya.

__ADS_1


"Aku ... siap."


__ADS_2