
Kehamilan Yumna membuat dia menjadi sensitif. Terkadang jika ada suatu hal cerita sedih dan sebagainya, Yumna juga akan ikut sedih dan meneteskan air mata. Atau dia akan marah-marah tidak karuan. Termasuk dengan apa yang menimpa Agnes. Dia merasa sedih dengan apa yang terjadi kepada wanita itu.
"Apa yang kamu bicarakan sih? Aku pasti nggak akan kemana-mana. Aku akan tetap sama kamu."
"Benaran itu?" tanya Yumna tidak percaya. Jika di dalam film yang dia lihat ada pasangan yang tidak memiliki anak, maka laki-laki itu akan menikah lagi atau bahkan meninggalkannya. Mungkin itu lebih baik daripada dia berselingkuh.
"Aku nggak suka kamu mikir yang aneh-aneh, semua ini nggak akan terjadi kepada kita. Kamu udah hamil anakku," ucap Haidar menenangkan sang istri. Yumna percaya itu, tapi dia hanya merasa sedih saja dan berpikir bagaimana nasib Agnes dan Ben ke depannya nanti.
"Kita makan malam dulu. Kamu mau makan di mana?" tanya Haidar sebelum mereka sampai di rumah.
"Terserah kamu, aku di mana aja juga boleh," ucap Yumna yang membuat Haidar berpikir.
"Ke restoran?" tanya Haidar, tapi Yumna menggelengkan kepalanya dan menunjuk ke sebuah tenda yang ada tak jauh di depan mereka.
Warung soto dengan tenda sederhana yang ada di pinggir jalan itu menjadi tempat makan malam bagi keduanya.
"Ini enak banget," ucap Yumna sambil tersenyum riang kepada suaminya. Haidar menganggukkan kepala setuju, makanan ini memang sangat enak sekali meski hanya warung tenda sederhana.
"Iya ini enak banget," ucapnya, tapi dia justru memakan yang lain. Ingat jika santan membuat dia sering pulang pergi ke kamar mandi, jadi kali ini dia hanya memesan makanan yang lain.
"Apa kamu mau coba ini?" tanya Haidar menyodorkan sate yang dia pesan di warung tenda tersebut. Yumna mengangguk dan menerima suapan potongan daging yang telah dibakar itu ke dalam mulutnya. Dia sangat menikmati makanan ini, meskipun hanya warung tenda pinggiran jalan, tapi rasanya tidak kalah dengan yang ada di hotel dan restoran.
"Enak banget. Harusnya tadi kita bawa ini ke rumah Agnes . Mungkin aja kalau kita bawa makanan ini ke sana dia nggak akan sedih lagi," ucap Yumna. Haidar menganggukan kepalanya setuju dengan ucapan istrinya itu.
"Iya benar."
__ADS_1
Mereka menikmati makanan tersebut dengan sangat khidmat hingga apa yang mereka pesan hampir habis di atas piringnya, sampai ketika seseorang melihat mereka dan memperhatikan dari kejauhan.
"Haidar," panggil seseorang yang membuat Haidar dan Yumna menolehkan kepalanya bersamaan.
Haidar menghentikan kunyahannya, dia terdiam melihat seseorang ada di depannya.
"vio?"
"Yumna," sapa Viola.
Yumna juga sama masih terdiam seperti Haidar, dia tidak menyangka akan bertemu dengan wanita ini.
"Apa kabar dengan kalian?" tanya wanita itu lagi berusaha untuk tersenyum kepada keduanya.
"Apa yang terjadi sama kamu?" tanya Yumna bingung. Wanita itu menundukkan kepalanya, memainkan jari jemarinya di depan tubuh.
"Aku nggak apa-apa. Kalian lanjutkan saja makannya. Kebetulan saja aku lewat dekat sini dan melihat kalian. Jadi aku datang untuk menyapa," ujar wanita itu, kemudian dia pergi dengan cepat dari tempat tersebut.
Yumna dan Haidar menatap Viola hingga dia menghilang dari tempat itu.
"Itu tadi benar Viola kan?" tanya Yumna ingin memastikan.
"Iya, itu Viola."
"Apa yang terjadi sama dia? Kelihatannya dia tidak baik-baik saja," ucap Yumna.
__ADS_1
Haidar menggelengkan kepalanya. "Aku nggak tahu. Mungkin dia memang sedang tidak baik-baik saja," jawab Haidar lalu menyuruh Yumna untuk melanjutkan makannya kembali. Akan tetapi, di dalam hati dia telah memikirkan apa yang terjadi kepada wanita itu.
Sehingga sampai mereka di depan rumah, Yumna melirik suaminya. Sedari tadi mereka hanya diam saja.
"Apa kamu masih mikirin dia?" tanya Yumna yang tiba-tiba saja takut dengan kehadiran wanita itu.
"Maksud kamu Vio?"
Yumna mengganggukan kepalanya.
"Aku udah nggak mikirin dia."
"Terus kenapa kamu sedari tadi diam aja?" tanya Yumna ingin tahu.
"Maaf, aku cuma kaget aja karena ketemu dia tadi. Setahu aku dia ada di luar negeri semenjak tahun yang lalu," ucap Haidar.
"Kalau dia ada di luar negeri kenapa sekarang ada di sini?"
"Aku nggak tahu. Mungkin aja dia memang udah kembali ke sini."
...****************...
Mampir yuk ke sini juga
__ADS_1