YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
326


__ADS_3

"Kita akan jadi nenek!" teriak Mitha sambil berdiri dari duduknya. Tak sadar dia melompat-lompat senang sampai banyak orang yang ada di sana menatap ke arahnya. Sangat lucu sekali melihat wanita itu melompat-lompat bak anak kecil yang kegirangan.


"Lily kita akan jadi nenek! Aku akan jadi nenek!" teriak Mitha lagi. Dia tidak malu sama sekali, yang penting hari ini dia sangat bahagia mendapatkan kabar baik seperti itu.


Lily menatap ke arah putrinya, seakan dari pandangannya itu sedang bertanya, apakah berita tersebut benar atau tidak.


Yumna yang mendapatkan tatapan seperti itu dari yang lainnya hanya tersenyum sambil mengelus perutnya.


Seketika Lily bangkit dan menghambur ke arah Yumna, memeluk putrinya itu dengan erat.


"Ini serius? Mama akan punya cucu?" tanya Lily yang kemudian mendapatkan anggukan kepala dari sang putri. Lily sudah menangis karena saking bahagianya. Akhirnya apa yang ditunggu-tunggu datang juga.


"Yang lebih bagus lagi Mama akan mendapatkan dua." Haidar berbicara sambil mengacungkan kedua jarinya.


"Ha? Dua?" Kali ini Mita berhenti melompat, menatap sang putra dengan wajah yang bingung dengan mulut yang terbuka lebar.


"Yumna hamil anak kembar. Kalian akan punya dua dan tidak akan berebut untuk menggendong cucu," ucap Haidar tersenyum dengan sangat bangga.


Hal itu membuat Mitha semakin tidak percaya, dia juga mendekat ke arah Yumna dan ikut memeluk menantunya itu bersama dengan besannya.


"Alhamdulillah, Mami nggak nyangka kalau kami akan diberi dua sekaligus." Mitha kemudian menangis bersama dengan Lily, sedangkan Bima yang duduk di samping Syifa tersenyum dan diam-diam mengusap sudut matanya yang basah.


"Aku akan punya ponakan kembar!" Syifa berteriak. Si kembar Arkhan dan Azkhan saling bertos ria.


"Terbaik sekali! Kita bisa pegang satu masing-masing," ucap Azkhan yang diberi anggukan kepala oleh sang kakak.


Malam itu menjadi malam yang sangat membahagiakan untuk mereka semua. Ada bahagia dan haru bukan hanya untuk dua keluarga besar saja, tetapi juga untuk semua orang yang ada di panti asuhan tersebut.


Acara makan malam bersama telah dilaksanakan, suasana di sana terdengar riuh karena anak-anak panti yang mengagumi dan menyukai hidangan yang tersedia di sana. Jarang sekali mereka merasakan hidangan istimewa yang seperti ini, hingga rasanya menjadi topik pembicaraan meski sang ibu kepala panti menyuruh mereka untuk makan dengan tenang. Akan tetapi, yang namanya anak-anak tidak bisa menahan dirinya untuk tetap berbicara dan mengeluarkan rasa kekagumannya masing-masing.

__ADS_1


Saat itu Arya baru saja datang, di luar hujan lumayan deras sehingga pakaiannya sedikit basah. Semua orang mengalihkan tatapannya dari makanan ke arah pintu, melihat mertua dari Yumna datang dengan membawa satu kotak besar hadiah.


"Apa aku ketinggalan sesuatu?" tanya laki-laki tersebut saat ruangan itu menjadi hening.


...***...


Malam sudah beranjak semakin larut, anak-anak panti sudah bersiap untuk tidur, juga dengan anggota keluarga Yumna dan Haidar sudah akan pulang dari tempat itu.


Haidar dan Yumna menemui ibu panti sebelum mereka pulang. Tak lupa dengan ucapan terima kasih, juga dengan hadiah yang mereka berikan untuk digunakan dengan baik di panti ini.


"Terima kasih atas hadiah yang telah kalian berikan kepada kami. Ini sungguh banyak sekali," ucap ibu panti yang menerima amplop berwarna coklat, berisi uang donasi untuk anak-anak. Juga dengan beberapa barang yang mereka berikan berupa kebutuhan sandang untuk anak-anak yang ada di sana.


"Seharusnya saya yang mengucapkan terima kasih banyak kepada ibu dan anak-anak yang ada di sini. Kalau tidak dengan bantuan ibu dan anak-anak mungkin pesta kecil kami tidak akan terlaksana dengan baik," ucap Haidar mengembalikan ucapan ibu panti.


"Ah, Pak Haidar bisa saja, kami sangat senang membantu apalagi anak-anak juga sangat antusias sekali hari ini. Jarang sekali ada yang mengadakan acara di tempat kami. Ini jadi suatu kehormatan dan suatu kebahagiaan untuk mereka juga," ucap ibu panti.


Kedua orang itu kemudian keluar dari ruangan ibu panti diantar oleh wanita tersebut. Dua keluarga besar itu berpamitan kepada ibu panti dan juga pengurus yang lainnya.


"Syifa jangan begitu. Kakak kamu punya suami dan harus pulang ke rumah. Kecuali kalau memang dia mau menginap di rumah kita," ucap Lily membuat Syifa sedikit kecewa.


"Kalau begitu Kakak menginap saja. kita tidur di luar angkut semua kasur biar semua bisa tidur sama Kakak," ucap Syifa memberikan ide.


"Syifa jangan ngaco. Nanti kakak kamu bisa masuk angin," ucap sang ayah yang berjalan di belakang mereka.


"Kalau begitu aku yang mau nginap di rumah kalian. Boleh kan?" tanya Syifa dengan harapan terakhirnya.


"Kalau Syifa menginap di rumah Kak Yumna, kami juga mau ikut." Salah satu dari si kembar berbicara. Jangan hanya kakaknya saja yang bersenang-senang, mereka juga ingin ikutan.


"Astaga kalian ini ada apa! Biarkan Kakak kamu beristirahat dengan tenang. Dia juga pastinya capek sekarang ini," ujar Bima ikut angkat berbicara.

__ADS_1


"Mami juga ikut deh kalau kalian semua mau menginap." Mitha juga tidak mau kalah yang kemudian disenggol lengannya oleh sang suami.


"Mami nginep di sana nanti Papi siapa yang menemani?" protes Arya kepada sang istri.


"Ya, kan kita bisa ikut juga."


Haidar merasa pusing mendengar semua orang yang ingin ikut bersama dengannya. Dia hanya bisa tersenyum menatap ke arah sang istri. Memang tidak salah jika mereka semua terlalu bahagia malam ini, tapi jika semua menginap dalam satu tempat bagaimana jadinya? Apalagi rumah mereka tidak akan cukup untuk menampung semua yang ingin ikut pulang bersama dengan mereka.


"Begini aja deh, kalau kita kumpul-kumpul akhir pekan nanti, bagaimana? Kita pergi ke villa. Di sana kan suasana nyaman, kalau memang ingin tidur satu ruangan juga bisa. Lagi pula kalau akhir pekan bukannya enak sekalian liburan juga," usul Arya yang membuat semua orang bergembira.


"Boleh banget tuh Pi. Gimana Yumna dan yang lainnya, mau nggak? Kita bikin barbeque di sana," ucap Mitha dengan senang hati. Semua orang setuju dengan usulan dari Papi Arya. Yumna dan juga Haidar pun sama setuju juga, apalagi jalanan menuju villa milik keluarga Rahadian juga tidaklah sulit.


Akhirnya semua anggota keluarga pulang ke rumahnya masing-masing.


Yumna tersenyum senang dan merasa sangat bahagia sekali malam ini. Dia tidak menyangka dengan kejutan yang dia terima hari ini, terutama dengan cuplikan film yang membuat semua keluarganya bahagia.


"Sayang aku sangat senang sekali malam ini. Terima kasih karena kamu sudah memberikan yang terbaik untukku," ucap Yumna.


Haidar mengalihkan tatapannya dari jalanan yang ada di depan, dia mengambil tangan Yumna untuk diciumnya. "Aku yang harusnya berterima kasih sama kamu, karena kamu sudah menemani hidup aku sampai saat ini."


Yumna tidak bisa lagi berkata-kata, rasanya daripada hanya dengan ucapan lebih baik dia memberikan timbal balik dengan perbuatan untuk suaminya ini. Dia melabuhkan kepalanya pada bahu sang suami. tangan mereka saling bertautan di pangkuan Haidar.


"Sayang boleh kita pergi ke suatu tempat?"


"Ke mana?"


"Kita pergi ke hotel," ucap Yumna dengan malu-malu.


...***...

__ADS_1


...**Apa yang mereka lakukan di hotel?...


...Rahasia 🤭**...


__ADS_2