
"Kita, ngapain ke sini?" tanya Yumna bingung.
Haidar tidak menjawab, dia turun dengan cepat membuka pintu mobil dan menarik tangan Yumna masuk ke dalam toko tersebut. Satu orang pelayan toko menyambut kedatangan keduanya.
"Haidar. Kita ngapain ke sini?" tanya Yumna masih tetap bingung. Haidar tidak menjawab, dia menarik tangan calon istrinya semakin jauh masuk ke dalam toko perhiasan tempat di mana Mitha menjadi salah satu pelanggan tetap di sana.
"Pilih yang kamu mau," ujar Haidar saat keduanya telah sampai di depan etalase. Banyak cincin yang terpajang di dalam kotak kaca tersebut.
"Eh?"
"Aku akan semakin sibuk besok dan tidak tahu sampai kapan. Pilih yang kamu mau, Yumna." Haidar menatap dan menggenggam tangan Yumna, membuat Yumna tidak mengalihkan tatapannya dari pria itu.
"Maaf. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana, tapi aku ingin memberikan ini untuk kamu."
__ADS_1
Haidar melepaskan tangan Yumna dan menghadap pelayan toko yang ada di belakang etalase.
"Bisa keluarkan cincin couple untuk kami?" pinta Haidar. Pelayan toko itu tersenyum dan mengambil beberapa cincin couple yang sangat diminati para kaum muda. Beberapa pasang telah di keluarkan dan Haidar menatap beberapa cincin itu dengan seksama, memperhatikan ukiran indah yang ada di setiap cincin yang ada.
Yumna masih terdiam, tdiak menyangka dengan apa yang akan haidar lakukan saat ini.
Haidar berpikir sebentar, memilih cincin yang ada di sana, kemudian dia mengambil satu buah cincin dengan bentuk yang sederhana, tapi terlihat elegan. Dia memasangkannya di jari manis Yumna dengan hati-hati, bergitu juga dengan dirinya memakai cincin polosan di jari manisnya. Yumna masih terkesima, tidak mengatakan apa-apa dengan apa yang Haidar lakukan terhadapnya. Dia hanya diam dan memperhatikan saja. Dadanya berdebar kencang.
"Kamu suka tidak?" tanya Haidar dengan tatapan yang lembut, dia menunggu tanggapan Yumna.
Haidar kembali melepas cincin yang ada di jari manis Yumna, tapi Yumna menarik tangannya.
"Aku suka. Tidak perlu dilepas," ucap Yumna.
__ADS_1
"Kamu bisa memilih yang lain kalau kamu tidak suka modelnya." Haidar menggerakkan kepalanya dan menunjuk cincin yang lain dengan menggunakan dagu. Yumna hanya menggelengkan kepala. Dia menggenggam tangannya yang kini terdapat cincin dari Haidar dengan senyum senang sekaligus sedih.
"Tidak perlu, ini sudah cukup. Apa pun yang kamu kasihkan akan aku terima," ucap Yumna. Haidar merasa senang dan tersenyum mendengar ucapan Yumna yang menerima pemberian darinya. Segera dia melakukan pembayaran untuk sepasang cincin yang dia berikan kepada Yumna.
Tidak lama mereka ada di toko itu, kini Yumna dan Haidar sudah kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya.
Yumna menatap benda yang kini melingkar di jari manisnya. Terlihat sangat indah meski bentuknya sangat sederhana, hanya sedikit ukiran yang mengapit satu berlian kecil yang tertanam di cincin itu. Cahaya lampu dari dalam mobil menyorot, membuat berlian kecil yang ada di sana bercahaya dengan sangat cantiknya.
Haidar melirik Yumna yang sedari tadi hanya diam saja. Dia merasa sedih karena dengan adanya tugas yang diberikan Bima kepadanya akan membuat Haidar pergi jauh dan juga sibuk, pastinya akan memakan waktu yang cukup lama.
"Malam ini, makan malam denganku, ya?" pinta Haidar mengalihkan tatapan Yumna dari cincinnya.
"Eh, malam ini?"
__ADS_1
"Iya, malam ini."