YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
193. jemput aku sore nanti


__ADS_3

Keduanya kini telah sampai di perusahaan Mahendra. Haidar menghentikan laju mobilnya tepat di depan lobi. Malas sebenarnya karena waktu cepat sekali berlalu hingga dirinya kini harus rela melepaskan kepergian Yumna.


Haidar menghela napasnya dengan berat, hingga terdengar oleh Yumna.


"Kenapa waktu cepat sekali berlalu hingga kita tidak terasa sudah sampai disini?" gumam Haidar seakan bicara pada dirinya sendiri.


Yumna terkekeh, tertawa pelan mendengar ucapan Haidar itu.


"Mobilnya jalan, ya sampai sini, lah!" seru Yumna seraya menggelengkan kepalanya.


Haidar pun ikut tertawa terkekeh karenanya. Benar apa yang Yumna katakan. "Kalau begitu, besok aku akan lebih lambat lagi bawa mobilnya, atau tidak akan aku gerakkan sama sekali biar aku bisa lama mengantarkan kamu," ujar Haidar.


"Terus untuk apa kamu jemput kalau mobil gak sampai kesini?" tanya Yumna sambil tertawa kecil. Sungguh aneh sekali Haidar ini.

__ADS_1


"Untuk melihat kamu lebih lama. Rasanya ini terlalu singkat bertemu dengan kamu," ujar Haidar. Yumna menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Haidar yang seperti itu.


"Jangan aneh-aneh. Sudah ah, aku mau turun!" seru Yumna.


"Tunggu sebentar. Izinkan aku untuk membuka pintu buat kamu," ujar Haidar pada Yumna saat wanita itu membuka seatbeltnya. Yumna terpaku melihat Haidar kini setengah berlari dari dalam mobil dan berputar ke pintu di sampingnya. Hal yang tidak pernah Haidar lakukan sebelum ini padanya.


Pintu dibuka dari luar, Yumna segera mengembalikan kesadarannya.


"Silahkan, Nona," ujar Haidar seraya sedikit membungkukkan tubuhnya di depan Yumna, tak lupa dia memberikan jalan guna wanita itu lewat. Satu tangannya terulur untuk membantu wanita itu keluar dari dalam mobil.


"Terima kasih," ucap Yumna pada Haidar. Haidar tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Sama-sama," ucap Haidar terhadap Yumna.

__ADS_1


Yumna merasa malu dengan perlakuan Haidar yang seperti itu padanya, tapi dia merasa senang juga. Tak pernah dia pungkiri di dalam hatinya jika dia suka dengan apa yang haidar berikan terhadap dirinya.


"Aku masuk duluan, ya," ujar Yumna pada Haidar.


Haidar menganggukkan kepala denga lesu. Dia sungguh tidak ingin berpisah dengan Yumna.


Yumna tertawa kecil dengan ekpsresi wajah Haidar yang seperti itu, dia kemudian mendekat kepada Haidar dan berbisik. "Jangan lesu seperti itu, Aku gak mau lihat kamu gak semangat karena kita berpisah, Haidar. Kamu boleh jemput lagi aku nanti sore," ujar Yumna pada Haidar.


"Jemput aku jam lima nanti," bisik Yumna pada Haidar lalu dia mulai berjalan dengan cepat setelah membisikkan hal itu. Yumna segera masuk ke dalam perusahaan dan tak menoleh lagi.


Haidar tertegun mendengar hal itu. Dia tidak menyangka dengan apa yang Yumna katakan. Haidar tersenyum senang sambil menatap kepergian Yumna dari dekatnya.


Haidar hanya bisa melihat punggung Yumna yang kini menghilang masuk ke dalam perusahaan. Dia ingin berteriak dengan senang. Haidar kembali masuk ke dalam mobilnya dengan hati yang senang dan bahagia.

__ADS_1


Kini pria itu menjalankan mobilnya dengan perlahan. Dia tidak ingin segera cepat pergi dari perusahaan itu. Rasanya sangat tidak percaya sekali jika Yumna mengatakan ingin dia jemput nanti sore. Haidar tersenyum sekali lagi.


Terima kasih Tuhan. Semoga kali ini jalan untuk aku mendekati dia berjalan dengan mudah.


__ADS_2