YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
258. Debat Mitha dan Haidar


__ADS_3

Kabar baik, tentu saja Mitha dengan Arya sangat senang sekali mengetahui tentang kedekatan Haidar kembali bersama dengan calon istrinya. Mereka siap kapan saja untuk kembali meminang putri dari mantan besannya itu. Lagi. Tidak akan tanggung dengan jumlah yang akan mereka bawakan kali ini meskipun di masa lalu juga pernah membawakan hal yang lebih untuk Yumna.


"Besok atau lusa?" tanya Mitha pada sang putra.


"Ya kalau bisa sih secepatnya, Mi. Jangan sampai aku semakin karatan," ujar Haidar dengan tawa kecil di bibirnya, malu rasanya seakan anak kecil yang tengah meminta.


"Ya, tapi kan kami juga harus saling menghubungi dulu, gak bisa mendadak datang dan bikin jantungan dua mertua kamu. Parahnya kalau mereka gak ada gimana? Mau sama keluarga besar?" tanya Mitha menawarkan.


"Ya terserah Mami saja baiknya kayak gimana," ujar Haidar sekali lagi sedangkan sang papi hanya diam memperhatikan pembicaraan ibu dan anak itu.


"Ya menurut Mami sih bawa keluarga besar aja kayak kemarin itu. Lebih afdol!"


"Apa Haidar gak akan diejek, Mi? Maksudnya kan dulu udah pernah sama Yumna."

__ADS_1


"Ya gak masalah, sih. Toh, yang malu juga kan kamu, bukan Mami kok!" ujar Mitha dengan cueknya. Haidar mendecak kesal.


"Kenapa juga harus pikirkan orang lain, di keluarga kita juga ada kok yang menikah, cerai, terus rujuk lagi. Tapi itu karena mereka punya tuntutan anak di antara mereka, bukan seperti kamu yang lebih mementingkan orang lain sampai berani bercerai dengan wanita baik-baik. Huh! Mami kesal banget rasanya kalau dulu ingat kamu sama Yumna. Kalau Yumna orang yang tidak berpunya sih lakuin pernikahan kontrak Mami masih bisa maklum, mungkin butuh duit gitu, tapi ... kalian terpelajar loh. Sama-sama lulusan luar negeri, anak orang terpandang juga, yang satu Rahadian, yang satu Mahendra. Kok kepikiran ya buat nikah kontrak kayak gitu?" Omel Mitha panjang kali lebar, menatap anaknya dengan kesal.


Haidar menatap sang ibu, pun sama kesalnya disebut seperti itu, memang benar sih jika dipikirkan lagi. Jika di dalam sebuah novel orang yang melakukan nikah kontrak biasanya orang yang tidak berpunya demi uang, tapi mereka berdua tidak sama sekali.


"Kan Haidar udah bilang, ini karena kita sama-sama gak mau dijodohkan, Mi. Mami ini. Aku dah mau menuju ke jalan yang lurus aja masih diomelin loh. Harusnya Mami tuh bersyukur aku balikan sama Yumna, bukannya mengomel terus!" cerca Haidar kesal.


Mita dan Arya menatap anaknya. "Kamu yang hausnya bersyukur karena Yumna mau balikan sama laki-laki yang kurang baik kayak begini. Kalau Pai pikirkan ya, mengenai apa yang sudah kalian lakukan di masa dulu, kan kamu yang salah, yang sudah punya wanita lain di dalam pernikahan, yang sudah pertahankan wanita lain yang gak jelas, kalau Papi jadi Yumna gak mau deh Papi sama kamu," celetuk Arya tiba-tiba yang membuat Haidar menatap ayahnya.


Haidar yang mendengar itu menjadi kesal. "Aku ini anak kalian atau anak pungut sih? Perasaan aku ditindas mulu!" kesalnya, lalu berdiri meninggalkan kedua orang tuanya dan berjalan menuju ke lantai atas. Tidak peduli lagi dengan panggilan Mitha yang protes ditinggalkannya.


"Ye, anak itu marah, Pi?" Mitha menatap heran sang suami.

__ADS_1


"Ya wajar marah. Nurun dari siapa?" jawab dan tanya sang suami, Mitha mendelik kesal pada suaminya, masih tidak terima dengan pernyataan Arya kepada dirinya.


"Mi, sudah selesai belum? Bikin dedek, yuk? Dah mau seminggu, nih," ujar Arya sambil memainkan alisnya naik dan turun serta senyuman nakal di bibirnya.


"Ish, nakal!" Mitha memukul lengan suaminya, tapi juga mengulurkan tangan meminta untuk digendong. Dengan senyum yang bahagia Arya berdiri dan menggendong Mitha ala pengantin baru menuju ke kamar mereka.


***


Baru sadar kalau di beberapa novel Othor awalan huruf A banyak ternyata,😂


Di sini (Arya, Azkhan, Arkhan) siapa lagi ya yang huruf A?🤔


Di sebelah, (Arga, Anggara, Azka, Ayu)

__ADS_1


Satu lagi Anyelir, Axel, 🤭


__ADS_2