YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
237. Perjuangan Dimulai


__ADS_3

Haidar telah pergi meninggalkan Yumna, dia bertekad untuk mendapatkan kerja sama persyaratan dari Bima untuk bisa meminang Yumna.


Di dalam pesawat, Haidar kembali mengenang kebersamaannya dengan Yumna, dia merasa rindu dengan wanita itu. Seharusnya dia bisa bertemu dengan Yumna hari ini. Akan tetapi, terlalu banyak pekerjaan yang harus dia lakukan sehingga tidak bisa bertemu dengan dia.


Haidar menggerakkan ibu jarinya pada layar hp, mengetik pesan untuk Yumna bahwa dia sudah berada di dalam pesawat.


[Aku sudah terbang. Doakan aku agar aku berhasil menjalankan misi.] Pesan Haidar, telah dikirimkan pada Yumna.


Yumna tengah bekerja, membaca berkas yang ada di depannya. Kegiatannya terhenti saat mendengar suara notif pesan. Jika biasanya dia tidak menyalakan suara di hpnya, tapi kali ini dia membiarkan hpnya dengan suara.


Yumna melihat pesan dari Haidar. Dia segera membuka pesan tersebut dan tersenyum ketika melihat pesan yang ada di sana.


[Tentu, aku akan doakan kamu di sana. Semoga berhasil.] Balas pesan Yumna dengan emoji tangan berotot yang biasanya selalu dia pakai untuk memberi semangat kepada orang lain.


Haidar tersenyum membaca pesan tersebut. Dia kembali mengetik pesan.


[Jangan coba berani dekat dengan yang lain. Aku tidak izinkan kamu dekat dengan mereka.] Haidar.


[Siapa?] Yumna.

__ADS_1


[Siapa pun.] Haidar.


[Aku akan menurut, tapi kalau kamu terlalu lama di sana juga aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jangan salahkan aku kalau aku dekat dengan yang lainnya.] Yumna tertawa kecil membalas pesan Haidar, dia ingin membaca balasan dari pria itu. Bagaimana Haidar akan membalas pesannya?


Haidar mendengkus sebal membaca pesan terakhir yang dia baca. Dia merasa kesal, segera menggerakkan kedua ibu jarinya untuk membalas pesan dari Yumna.


[Lakukan saja! Aku akan racuni semua orang yang dekat dengan kamu!] Balas pesan Haidar dengan emoji wajah merah marah.


Yumna tertawa terkikik, sudah dia duga jika Haidar pasti tidak akan terima. Yumna membayangkan wajah Haidar yang marah. Jika biasanya dia akan datang dan membawa Yumna ke dalam mobilnya, tapi kali ini tentu saja dia tidak bisa melakukan hal itu.


Suara ketukan di pintu menghentikan laju ibu jari Yumna pada layar hp. Bima masuk ke dalam ruangan dan menemukan putrinya sedang berbalas pesan.


"Gak juga, Pa. Ada apa?" tanya Yumna.


"Papa ingin kamu gantikan Papa untuk bertemu dengan orang dari dari perusahaan Golden Sky. Papa tidak bisa bertemu dengan mereka," ujar Bima.


"Apa Papa sakit?" Yumna khawatir, dia menyimpan hpnya di atas meja dan mendekat ke arah Bima.


"Tidak," jawab Bima cepat. "Papa ...." Bima menghentikan ucapannya, dia ragu untuk melanjutkan hanya Yumna lihat sang papa yang menggaruk belakang lehernya dengan wajah yang terlihat resah.

__ADS_1


"Papa tidak bisa pergi. Papa lupa, sudah punya janji dengan mama kamu," ucap Ima, senyum terlihat di bibirnya. Senyuman dengan banyak rasa bersalah dan permintaan maaf pada sang putri.


"Oh, oke. Aku akan ambil berkas yang ada di kantor Papa nanti. Kapan pertemuan dengan pihak Golden Sky?" tanya Yumna.


"Jam tiga nanti."


"Oke."


Bima tersenyum senang. Putrinya ini memang sangat bisa diandalkan sekali. Dia lupa telah mengajak Lily ke suatu tempat dan tidak bisa dia batalkan sama sekali. Bisa-bisa, Lily mengamuk dan tidak memberinya pintu masuk ke lorong kenikmatan.


"Terima kasih, Sayang. Papa minta maaf sudah ganggu waktu kamu." Bima meminta maaf.


"Tidak apa-apa, Pa. Sudah seharusnya aku bantu Papa juga, kan?" Yumna tersenyum, membuat Bima menghela napasnya dengan lega.


"Ya sudah, Papa akan bertemu dengan Mama sekarang. Setelah ini Papa akan suruh sekretaris buat kirimkan berkas sama kamu, ya?" ucap Bima sebelum meninggalkan tempat Yumna.


Yumna menganggukkan kepalanya dan kembali duduk di kursinya setelah kepergian Bima dari sana. Teringat dengan. pesan yang belum dibalas, Yumna segera membalas pesan tersebut.


Haidar menunggu pesan balasan Yumna lumayan lama, tapi dia tersenyum ketika melihat ada notif dari wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2