YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
170. Pesta


__ADS_3

Haidar sudah bersiap dengan pakaiannya yang rapi. Dia terlihat sangat gagah dengan jas berwarna hitam yang dikenakan malam ini, dasi berwarna merah marun terdapat di depan lehernya, rambutnya tersisir rapi ke belakang. Dia sudah bersiap untuk pergi ke pesta ulang tahun perusahaan milik salah satu pengusaha yang juga bekerja sama dengannya.


"Haidar apa kamu sudah siap?" tanya Mami Mitha saat melihat Haidar baru saja turun dari lantai atas. Haidar masih menggunakan tongkat untuk membantu dia berjalan.


"Iya, aku sudah siap. Bagaimana dengan Mami?" tanya Haidar kepada mami.


"Sudah, ayo kita berangkat." jawab mami sambil berjalan mendahului Haidar.


"Kalau saja ada papi, aku pasti gak akan ikut," ucap Haidar dengan malas. Kondisinya yang masih seperti ini membuat dia merasa tidak pede dengan keadaannya. Namun, papi sedang berada di luar kota. Tidak bisa menghadiri pesta ulang tahun perusahaan itu. Terpaksa Haidar yang harus menghadiri nya.

__ADS_1


"Kalau saja kamu ada pasangan mungkin saat ini kamu pergi dengan pasangan kamu. Tadinya Mami mau meminta Arini untuk temani kamu, tapi kenapa kamu tidak mau?" tanya Mitha lalu membuka pintu mobil.


Haidar juga masuk ke dalam mobil, seorang sopir segera menjalankan mobil itu.


"Ah Mami, bawa dia bikin malu saja! Mami ingat sifatnya dia bagaimana? Lebih baik aku tidak datang sama sekali!" seru Haidar dengan sebal. Dia masih ingat beberapa hari yang lalu saat gadis kecil itu datang dan merampok uangnya. Haidar harus mentransfer sebanyak 35 juta lagi. Entah apa yang dia beli, Haidar masih bingung dengan apa yang dibeli gadis kecil itu.


"Aku kehilangan banyak uang waktu Mami menyuruh dia mengantarkan makan siang. Masa untuk mengantarkan makan siang saja dia merampok aku sampai 180 juta!" Tutur Haidar. Mitha hanya tertawa mendengar laporan putranya itu.


"Ya ampun Mi, 180 juta loh, buat apa sih uang sebanyak itu? Au jadi heran dengan para wanita. Gampang banget habiskan uang dengan cepat, gak sampai sehari," rutuk haidar.

__ADS_1


"Sudahlah, baru juga segitu. Enggak sampai bikin kamu miskin saat itu juga kan?" Tanya Mitha. Haidar memutar bola matanya dengan malas. Wanita di sampingnya ini sangat enteng sekali bicara seperti itu. Dikira mencari uang hanya dengan menjentikkan jari?


Tak lama mereka sampai di sebuah hotel yang kini sudah disulap menjadi tempat yang indah. Terlihat mewah dengan dekorasi yang sangat indah. Banyak orang-orang yang datang, terutama pebisnis-pebisnis handal, beberapa diantaranya haidar mengenali pengusaha itu.


Dengan langkah yang pelan Haidar masuk ke dalam aula hotel bersama dengan mami. Hampir semua orang menatap kedatangannya. Beberapa diantaranya saling berbisik melihat pemuda itu berjalan dengan menggunakan tongkat.


Tidak terkecuali dengan Yumna yang sebelumnya sudah sampai. Dia melihat sosok Haidar yang kini berjalan dengan Mami Mitha. Yumna terkejut melihat Haidar, pandangannya terfokus pada tongkat yang ada di tangannya. Yumna bertanya-tanya dalam hatinya. Dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


*B*enarkah itu dia? Ada apa dengan Haidar? batin Yumna. Dia terus saja menatap Haidar yang masih berjalan dengan Mami ke arah seorang pria.

__ADS_1


"Yumna, ayo kita ke arah sana." Juan mengalihkan perhatian Yumna dari Haidar. Juan menunjuk ke arah sebuah tempat dimana beberapa orang berdiri di sana dan melambaikan tangan kepadanya. Yumna pun mengangguk dan mengikuti kemana arah Juan berjalan.


Yumna kembali menoleh ke arah di mana Haidar berada. Dari ujung matanya dia bisa melihat pria itu sedang tertawa bersama dengan seorang pria tua. Rasa di dalam hati Yumna kini membuncah, tapi yang pasti dia tidak tahu apa yang dia rasakan. Apakah dia masih marah dengan kejadian beberapa hari yang lalu di taman? Atau, apakah dia sebenarnya rindu?


__ADS_2