YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
283. Anak Hanyalah Titipan


__ADS_3

"Maaf."


Haidar tersenyum, lalu menarik Yumna untuk dia peluk, memberikan kehangatan dan kenyamanan untuk istrinya itu. "Gak apa-apa. Kenapa kamu harus minta maaf? Hasilnya negatif lagi ya?" tanya Haidar, melihat wajah Yumna yang tadi ada raut sedih di sana, sengaja dia sembunyikan. Akan tetapi, Haidar kini sudah paham akan sifat Yumna.


Yumna tidak menjawab, hanya melingkarkan tangannya ke belakang tubuh Haidar dan menenggelamkan wajahnya di dada laki-laki itu. Dia tidak ingin Haidar melihatnya meneteskan air mata. Yumna menahan dirinya, tapi jujur saja tidak bisa, sehingga kini bahunya bergerak saat dia terisak.


Haidar merasa sedih melihat Yumna seperti itu. Diusapnya kepala Yumna dengan penuh kelembutan. "Sudah, deh. Kenapa nangis sih. Kalau memang belum rezeki mau bagaimana? Aku kan juga gak nuntut kamu buat punya anak sekarang ini. Rezeki sudah ada yang atur, kalau belum waktunya juga kita berharap terus akan kecewa karena memang belum saatnya. Sudah, ya. Jangan nangis lagi." Pinta Haidar. Yumna mengangguk, tapi tidak ingin melepaskan pelukan itu.


Haidar mencium kepala Yumna dengan penuh kelembutan.


"Temenin aku ke taman, yuk. Kita olahraga bareng, sekalian cari sarapan," ajak Haidar. Yumna menggelengkan kepalanya. Masih ada air mata yang keluar dari sana dan tidak ingin Haidar melihatnya.


"Kita udah lama gak keluar, kan? Udah deh, daripada kamu nangis gini bikin aku juga sedih." Haidar menarik wajah Yumna dan menatapnya. Tampak wajah itu kini sudah memerah dan basah. Dia usap air mata pada sudut mata Yumna dan kembali mencium bibir Yumna sekilas.


"Yumna, dengerin aku. Aku sayang sama kamu, mau kita punya anak sekarang atau nanti, sayang aku gak akan luntur. Jangan jadikan soal anak membuat kamu sedih, ya?" Pinta Haidar.

__ADS_1


"Tapi aku juga pengen kayak yang lain, pengen punya anak," ucap Yumna dengan tersedu.


"Iya, aku tau, Sayang. Gak ada yang gak mau punya anak, tapi untuk sekarang kenapa kita gak nikmati waktu kita berdua? Kita pacaran lagi?" tanya Haidar sambil menggerakkan alisnya naik dan turun.


"Ayo kita ngedate, sambil olahraga ke taman. Gak boleh nolak karena kita mau ngedate. Ayo, ganti baju. Nanti keburu siang," ucap Haidar sambil menarik tangan Yumna ke arah lemari. Mau tidak mau, Yumna mengikuti langkah Haidar yang kini memilihkan pakaian olahraga untuknya.


"Aku siapin mobil dulu, kamu ganti pakaian. Ingat, jangan nangis lagi. Kalau kamu nangis, gak jadi ke taman, tapi ke time zone kita naik odong-odong aja!" ujar Haidar mencolek hidung Yumna yang merah. Tanpa menunggu, Haidar pergi ke luar dari kamar tersebut seraya mengambil kunci mobilnya dan juga dompet. Yumna mengusap air mata yang sempat sulit untuk reda, dia kemudian cepat mengganti piyama dengan pakaian olahraga.


"Sudah siap?" tanya Haidar saat Yumna sudah ada di dekatnya. Tampak Yumna sangat cantik sekali dengan pakaian olahraga bercelana panjang, tanktop putih dan jaket senada dengan resleting yang dibiarkan terbuka, sepatu berwarna putih membuat tampilan wanita itu semakin kece.


Haidar mendekat dan tersenyum, lalu membuka pintu mobil untuk Yumna.


Hampir satu jam mereka diperjalanan, tak ada kemacetan pagi ini karena sepertinya banyak yang beristirahat di sat libur mereka. Jalanan menjadi lengang membuat Haidar dan Yumna sampai di taman tanpa hambatan


"Yumna, aku izin mau beli motor boleh gak?" tanya Haidar. Yumna mengerutkan keningnya, bingung.

__ADS_1


"Buat apa?"


"Ya buat kita pergi lah, rasanya naik mobil terus bosen. Aku minta izin dulu dari kamu, kalau boleh itu juga," ujar Haidar sambil menjalankan mobilnya pelan mencari tempat parkir.


"Gak apa-apa, kalau mau beli ya beli aja. Kenapa harus tanya aku?"


"Sekarang sudah punya istri, jadi mau beli apa pun kan harus seizin istrinya," ucap Haidar.


"Iya, aku izinin." Haidar tersenyum sambil mengusap kepala Yumna dengan lembut.


Dua orang itu turun dari dalam mobil untuk melakukan olah raga kecil di pagi ini.


"Mau lari atau jalan santai?" tanya Haidar menawarkan.


"Kita lari," ucap Yumna.

__ADS_1


__ADS_2