YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
239. Bertemu Bisma Lagi


__ADS_3

Yumna berjalan keluar dari perusahaan Itu. Dia masuk ke dalam mobil yang telah menunggunya sedari tadi. Sedikit kesal dengan laki-laki yang tadi. Tatapan dan juga cara bicaranya yang Yumna tidak sukai.


Dalam perjalanan kembali ke perusahaannya, Yumna membuka ponselnya. Dia melihat ada beberapa pesan yang belum terbaca. Pesan dari Haidar dan juga dari Bima. Yumna membuka pesan dari Bima terlebih dahulu, papanya itu menanyakan tentang pertemuan yang Yumna lakukan barusan. Segera wanita itu membalas pesan kepada sang papa.


Pesan kedua yang dia buka, Yumna tersenyum senang mendapati Haidar yang telah sampai di tempat tujuan. Dia mulai merindukan laki-laki itu. Padahal dua malam yang lalu mereka sudah bertemu.


Sampai di perusahaan Mahendra, Yumna menaiki lift dan menunjuk ke ruangannya. Langkah kakinya lumayan berat, dia merasa tidak bersemangat sama sekali. Memikirkan tidak bertemu dengan Haidar dalam waktu yang lama membuat dia merasa sangat kehilangan. Akan tetapi, ini memang ujian yang sebenarnya.


'Hanya beberapa bulan. Tidak akan lama.' gumam Yumna di dalam hatinya. Dia meyakini jika Haidar akan bisa melewati ujian yang Bima berikan kepadanya.


Yumna melihat begitu banyak pekerjaan yang ada di atas meja. Dia segera duduk dan melanjutkan pekerjaan yang tadi tertunda.

__ADS_1


*


Di kejauhan sana, sebuah kota yang asing, Haidar tengah menatap hpnya. Wajah Yumna yang ada di sana tersenyum kepadanya. Baru dua hari, dan dia sudah merindukan wanitanya.


"Aku harus bisa mendapatkan proyek ini. Demi Yumna." Haidar bertekad begitu besar. Dia menatap langit-langit kamar yang berwarna putih.


Mengingat semua yang terjadi selama ini dan juga memikirkan apa yang terjadi di kemudian hari.


*


Bisma menepuk keningnya. Dia dibuat bingung dengan hal ini.

__ADS_1


***


Langit sedikit mendung saat Yumna baru keluar dari perusahaan. Ini sudah hampir jam delapan malam, sangat banyak pekerjaan yang dilakukan hari ini sehingga dia memutuskan untuk lembur.


Tiga hari sudah berlalu dari saat Haidar pergi. Tidak ada pesan maupun telepon dari laki-laki itu. Haidar memang sudah berpesan kepada Yumna sebelumnya jika dia akan sangat sibuk dengan pekerjaannya di sana. Yumna pun sadar jika apa yang Haidar lakukan adalah untuk dirinya. Dia tidak mau mengganggu urusan laki-laki itu.


Siang ini, Yumna makan siang di restoran yang tidak jauh dari perusahaannya. Perutnya sudah sangat lapar, tadi pagi dia tidak sarapan sama sekali.


Yumna sudah memesan makanannya, dia menunggu sambil memainkan hp-nya. Sudah sangat lama dia tidak bermain media sosial. Bahkan, hanya untuk mengecek saja dia tidak memiliki waktu.


"Hai. Yumna, kan?" sapa seorang laki-laki. Yumna mengalihkan tatapannya dari ponsel miliknya. Seorang laki-laki yang anda temui beberapa hari yang lalu. Dia duduk di hadapan Yumna tanpa menunggu izin dari wanita itu.

__ADS_1


Yumna mengingat laki-laki ini, tapi dia diam saja tidak melakukan protes sama sekali.


"Hem, ya benar. Saya Yumna, dan saya yakin anda tidak dengan mudah melupakan seseorang yang baru anda temui beberapa hari yang lalu." ucap Yumna terdengar ketus.


__ADS_2