
Lily memilih untuk pergi ke rumah sakit saja. Dia sangat khawatir dengan keadaan Yumna sekarang ini. Entah kenapa dia pergi ke sana padahal belum waktunya melahirkan.
Tak sabar hingga sampai ke rumah sakit, Lily mengambil ponselnya dan melakukan panggilan pada putri pertamanya itu.
...***...
"Bagaimana sekarang rasanya?" tanya dokter paa Yumna yang sedang diperiksa.
"Sudah nggak apa-apa, Dokter. Udah mendingan, nggak sakit kok," jawab Yumna. Haidar yang ada di sana menatap penuh rasa bingung dan juga kasihan pada sang istri.
Setelah selesai diperiksa, doker menyuruh Yumna untuk kembali ke dalam ruangannya.
"Tapi, Dokter. Saya nggak sakit kok," ujar wanita itu. Akan tetapi, dokter memang menyarankan untuk Yumna beristirahat saja di dalam kamar inap. Tanda-tanda yang Yumna rasakan tadi adalah tanda-tanda melahirkan, meskipun dokter juga bingung kenapa terjadi sebelum bulan kelahirannya.
__ADS_1
"Saya tinggal ya, nanti kalau Mbak Yumna ngerasain mules lagi tinggal panggil saya aja, ya," pinta wanita itu, Yumna menganggukkan kepalanya.
"Iya, Suster. Makasih," ucap Yumna yang kini berbaring di atas tempat tidur. Perawat itu keluar dari ruangan tersebut. Haidar mendekat dan duduk di samping Yumna.
"Sayang, aku nggak sakit lagi kok. Aku mau pulang aja, ya," pinta Yumna, tapi Haidar menggelengkan kepalanya. Haidar terlalu takut jika Yumna akan melahirkan, maka dari itu dia meminta dokter untuk menyiapkan kamar ini untuk Yumna.
...*...
Lily telah sampai di rumah sakit, dia sudah menghubungi Mitha tadi agar segera pergi ke rumah sakit karena khawatir terhadap Yumna.
"Ma, tunggu aku, dong!" seru Azkhan hendak menyusul sang ibu yang telah menjauh darinya. Lily tidak peduli, dia terlalu mengkhawatirkan anak pertamanya itu. Memang anak pertama selalu menjadi yang special karena dia lah yang membuat kita menjadi orang tua yang baik dan juga paham arti kata sabar.
Akhirnya setelah beberapa menit mencari, ruangan Yumna ketemu juga. Lily segera mendekat dan memeluk Yumna dengan erat. Yumna terkejut, padahal dia tidak menghubungi orang tuanya jika dia ada di rumah sakit.
__ADS_1
"Pasti Mami Mitha, nih! gumam Yumna di dalam hati.
"Kok Mama ada di sini?" tanya Yumna.
"Mama tau dari Mami Mitha, kenapa kamu masuk rumah sakit nggak bilang-bilang sama Mama? Mama khawatir, kan padahal kamu juga lahirannya bulan depan, kan?" tanya Lily panjang lebar. Yumna hanya tersenyum meringis saja. Dia memang sengaja tidak menghubungi keluarganya.
"Nggak apa-apa, Kok Ma. Yumna nggak apa-apa, tadi juga sudah diperiksa sama dokter, tapi katanya alarm palsu," ucap Yumna sambil mengelus perutnya yang buncit. Lily sangat khawatir, memeluk Yumna sekali lagi dan mengelus perut di mana cucu-cucunya berada.
"Ma, Papa dan yang lain nggak tau, kan?" tanya Yumna. Lily menggelengkan kepalanya.
"Papa belum tau, tuh, cuma Azkhan aja," tunjuk Lily, tapi dia tidak mendapati anak bungsunya di sana. "Loh, kemana dia?" tanya sang ibu, Yumna mengangkat bahunya tanda tak tahu.
"Jangan-jangan nyasar lagi, Ma," celetuk Haidar.
__ADS_1
"Iya, kali ya. Coba Mama telepon dulu lah dia. Udah besar kok bisa nyasar," ucap Lily kemudian menghubungi Azkhan. Benar saja jika anak itu tersesat entah ke mana.