
"Sudah sampai! Kalau begitu aku pulang ya. Maaf gak bisa anter kamu sampai depan pintu kamar!" ucap Seno. Yumna tersenyum.
"Gak pa-pa kok. Aku seneng banget hari ini sudah kamu bawa keluar. Trimakasih ya. Ini juga!" Yumna mengangkat makanan yang di belikan Seno tadi. Seno tersenyum mengangguk.
Ia keluar dari mobil Seno dan menutup pintunya. Kaca mobil di turunkan Seno hingga ke bawah.
"Besok kalau aku ada waktu, aku ajak kamu pergi lagi!" teriak Seno dari dalam.
"Ok!" membuat tanda OK dengan membulat kan jari tangannya. "Telfon aku aja ya!"
"Aku pamit dulu!" ucap Seno, Yumna melambaikan tangannya dan di balas oleh Seno. Lalu dia melajukan kendaraannya keluar dari area hotel dan membaur di keramaian jalanan.
Yumna berjalan sambil bersenandung riang, dia berjalan ke arah kamarnya sambil menenteng beberapa tas belanjaan di tangannya. Puas setelah memborong baju-baju dan aksesories yang sebenarnya asal dia ambil. Tujuannya adalah membuat Haidar kelabakan dengan jumlah yang ia habiskan. Barang-barang itu akan ia bagikan pada teman-temannya dan juga adik-adiknya.
"Eh dia bakalan kebakaran jenggot gak ya aku belanja sebanyak ini?" Menatap lima tas di kedua tangannya.
"Bodo ah!" ucapnya cuek. Lalu kembali melangkah ke arah kamarnya.
Pintu di buka Yumna masuk ke dalam lalu menyimpan semua belanjaannya di atas ranjang. Dia duduk disana dan membuka hpnya. Memasang foto-foto tempat yang ia datangi di medsosnya sambil tersenyum senang.
Pintu kamar mandi terbuka Haidar keluar dari sana dengan menggunakan bathrobe di tubuhnya. Yumna menoleh saat mendengar pintu kamar mandi di tutup. Melihat Haidar yang sedang berjalan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
"Loh, Haidar. Ngapain elo di kamar gue?" tanya Yumna refleks bangkit dari duduknya.
"Ini kamar gue woy!!" jawab Haidar.
"Hahhh?" Yumna melongo mendengarnya. Dia yakin kalau tidak salah masuk ke dalam kamar. Kunci kamarnya benar, tidak salah!
"Emang elo kira ini kamar elo sendiri?" Haidar berjalan memutari ranjang dan mendekat ke arah Yumna.
"Kan kita lagi honeymoon, sayang!" ucap Haidar lembut dengan senyuman jahilnya. Yumna berjalan mundur seiring dengan langkah Haidar yang terus berjalan mendekat.
Dia tersudut pada dinding di belakangnya. Haidar terus mendekat, melempar handuk bekas pakainya ke atas ranjang. Dia mengangkat tangannya dan mengungkung Yumna. Tersenyum, membuat Yumna sesak merasakan aroma sabun yang menguar kuat dari tubuh setengah basah itu.
"Kenapa? Elo gak suka kalau kita satu kamar?" tanya Haidar.
"Gue... gue kira, elo... elo sama Vio!" Yumna terbata. Semakin sesak karena Haidar terus mendekat hingga jarak mereka sangat tipis.
"Kenapa gue harus sama Vio? Emang elo gak mau sama gue?" tanya Haidar lembut dengan suara seksinya. Yumna menelan salivanya dengan susah payah. Siapa yang tak tahan kalau di hadapkan dengan hal yang seperti ini?
Meski Yumna tidak suka dengan Haidar, tapi di hadapkan dengan wajah tampan, dan tubuh seksi, wangi, menggoda iman juga!
__ADS_1
Sadar Yumna, sadar! Tahan! Tahan dari godaan makhluk terkutuk nan tampan ini... Eh??!
"Kenapa diam? Kamu gak mau habiskan malam ini sama aku? Biar malam ini kita nikmati saja berdua. Kita nikmati malam romantis ini tanpa ada gangguan. Jangan bahas Vio, Vio urusan besok malam! Malam ini kita bersenang-senang! Hanya kita!" bisik Haidar di dekat telinga Yumna.
Yumna melotot tajam. Perkataan Haidar membuatnya sangat muak. Baru saja dia merasakan hal yang aneh tapi menyenangkan, lalu saat mendengar kalimat itu rasanya dia ingin mencekik leher Haidar hingga ia kehabisan nafas.
"Elo gila!!" teriak Yumna mendorong dada Haidar dengan keras.
"Sana, senang-senang saja sama cewek elo. Jangan ganggu gue!" ucap Yumna lalu pergi ke kamar mandi. Haidar tertawa melihat ekspresi Yumna yang tiba-tiba berubah. Pasrah tak berdaya, lalu menjadi garang seketika!
Haidar membaringkan dirinya di atas kasur, menoleh ke arah kamar mandi. Padahal tadi dia merasa kesal luar biasa saat Yumna tidak ada, berencana untuk memarahi Yumna saat dia pulang. Kenapa malah jadinya seperti ini?
Haidar mengalihkan pandangannya menatap langit-langit kamar. Dia menepuk keningnya.
"Gue kan mau marahin dia! Kenapa jadi jahilin dia?!"
Haidar terbangun saat merasakan kakinya menyenggol tas belanjaan milik Yumna. Dia bangkit dan mengambil satu persatu tas itu, mengintipnya sedikit. Baju, tas, sepatu, aksesoris.
Ingat dengan siapa Yumna pergi, dadanya bergemuruh hebat. Naik turun dengan cepat. Tangannya terkepal. Dia menghempaskan semua belanjaan itu ke lantai hingga sebagian barangnya berserakan keluar.
Yumna keluar dari kamar mandi, dia mengeringkan wajahnya dengan handuk kecil.
"Eh, belanjaan gue!" Yumna berlari dan mengambil satu persatu belanjaannya dari lantai.
"Gak di apa-apain cuma di lempar aja!" jawab Haidar cuek.
"Berani elo lempar barang gue!" tunjuk Yumna tepat di depan wajah Haidar.
"Berani, buktinya itu!"
"Haidaaaarr!!!" Yumna mengepalkan kedua tangannya. Kesal dan marah!
"Kenapa? Elo marah? Harusnya gue yang marah karena elo di belanjain sama laki-laki lain! Elo anggap apa suami elo ini? Gue masih bisa beliin elo mall, borong semuanya yang elo mau!" seru Haidar.
Mendengar hal itu, amarah Yumna mereda. Terbersit dalam otak cantiknya, 'sesuatu'!
"Oh... ternyata elo masih ingat kalau elo ini suami gue?!" tanya Yumna membuat Haidar salah tingkah.
"Tapi gue lupa tuh kalau elo suami gue! Kan elo yang bilang, gue bebas cari cowok. Jadi apa salahnya kalau gue ketemu cowok, terus jalan sama dia, terus gue di belanjain sama dia?!" Ucap Yumna santai, lantas berjalan ke tepi ranjang yang lain melewati Haidar. Haidar melotot mendengar hal itu, menatap Yumna yang dengan santainya duduk di tepi ranjang sambil memainkan hpnya.
Yumna tersenyum tipis hampir tak terlihat melihat Haidar dengan wajah memerah masih berdiri di tempatnya.
__ADS_1
"Elo..!" tunjuk Haidar pada Yumna. Yumna berdiri dan melipat kedua tangannya di pinggangnya.
"APA?!" teriak Yumna. "Elo mau bilang kalau gue gak boleh jalan sama orang lain gitu? Heh, Haidar ingat ya. Elo bebas sama Vio, gue gak larang. Tapi elo juga ingat perjanjian kita. Jangan larang gue sama cowok lain! Apa jangan-jangan elo suka sama gue? Gak rela kalau nantinya pisah sama gue? Gak rela ceraikan gue gitu?!" tanya Yumna, Haidar tersadar.
"Gak. Siapa yang bilang gue gak mau pisah sama elo? Yang gue suka, yang gue cinta itu Vio. Gue pasti akan bersatu sama dia nanti kalau sudah saatnya!" ucap Haidar lalu melemparkan dirinya di atas ranjang.
"Eh, jangan tidur disini! Cari kamar lain atau elo tidur sama si Vio!" usir Yumna.
"Gue mau tidur di manapun terserah gue dong. Elo mau tidur disini atau enggak itu terserah elo!!" jawab Haidar lalu menarik selimut hingga ke dadanya. Memutar tubuhnya membelakangi Yumna.
Haisshhh... dasar! Gue kira dia bakalan satu kamar sama si Vio.
Yumna berjalan keluar dari kamarnya, dia menuju ke arah resepsionis berada.
"Mbak pesan satu kamar, kecil juga gak papa!" ucap Yumna.
"Mohon maaf bu, semua kamar sudah terisi penuh." ucap wanita itu dengan menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
"Sudah terisi semua?" tanya Yumna tak percaya.
"Iya bu. Ini akhir tahun, kalau ibu mau pesan kamar harusnya pesan dari jauh hari supaya bisa mendapatkan kamar terbaik."
Aaahhh.... Harus kah aku cari hotel lain?
"Hotel lain juga biasanya sama bu, biasanya harus reservasi terlebih dahulu. Apalagi kalau mendekati hari-hari tertentu atau hari libur." jelasnya.
Ya. Yumna tahu itu!
"Ya ampun. Masa gue harus satu kamar lgi sama cowok nyebelin itu!" gumam Yumna.
"Ada penginapan lain gak mbak di sekitar sini yang kosong?" tanya Yumna lagi.
"Biasanya ada mbak. Tapi mungkin agak jauh dari sini, dan harus pakai taksi atau ojek. Jauh dari area pantai. Kalau sekarang kesana sudah terlalu malam mbak. Bahaya kalau sendirian!"
"Oh. Ya sudah. Trimakasih ya mbak!" ucap Yumna.
"Sama-sama!"
Yumna kembali berjalan ke arah kamarnya. Pasrah.
"Apa minta bantuan Seno?" tanya Yumna pada dirinya sendiri. Dia menatap hpnya hampir menekan tombol memanggil.
__ADS_1
"Ah ini sudah malam. Kasihan dia kelelahan sudah seharian bekerja."
Yumna terdiam di luar, menatap hamparan pantai yang remang nan luas. Masih banyak pengunjung yang bermain di pantai itu.""":??!::""