YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
369


__ADS_3

Yumna tersenyum dengan ucapan ibunya, juga dengan ucapan mertuanya yang sangat menangkan. Akhirnya, mereka semua mengantarkan Yumna hingga sampai ke rumah.


Suasana di rumah sangat ramai dengan keadaan dua keluarga itu. Haidar sampai bingung untuk menjawab pertanyaan atau ikut serta dengan perbincangan mereka. Akan tetapi, dia merasa senang karena kini dia memiliki banyak saudara yang baik meski Arkhan dan Papa Bima masih seperti itu kepadanya.


"Kamu mau makan apa? Biar Mama masak," ucap Lily bertanya pada sang putri.


Yumna menggelengkan kepalanya. "Nggak tau, Ma. Lagi nggak pengen apa-apa," ucap Yumna. Berpikir ingin makan apa, tapi dirinya tidak merasa lapar sama sekali.


"Ma!" teriak Syifa dari arah lain. "Aku mau rendang, dong!" ujarnya. Lily melirik dan melotot pada anak gadisnya yang lain.


"Kamu ini, Mama kan tanya sama kakak kamu. Kenapa malah kamu yang pengen Mama masakin? Bukannya barusan kamu sudah makan sama mie, telor, dan sosis ya?" ujar sang ibu.


Syifa meringis.


"Kan itu satu jam yang lalu, Ma. Aku masih butuh asupan gizi buat tumbuh kembang aku," ujar anak itu tanpa merasa bersalah sama sekali.


Mitha yang melihat interaksi anak dan ibu itu menjadi iri. Dia ingin memiliki anak perempuan, apalagi Yumna sebagai menantunya tidak manja sama sekali kepadanya. Andai dia memiliki anak laki-laki yang lain, dia akan sangat senang sekali jika Syifa menjadi istrinya.


"Syifa, sama Mami aja yuk. Masak yang lain. Mau?" tanya wanita itu penuh harap. Syifa menganggukkan kepalanya dengan bersemangat. Tak ada lagi hal yang menyenangkan selain makanan untuknya. Dia dan Mitha pergi ke arah dapur.


"Adik kamu, yang ada di dalam pikirannya cuma makanan," ucap Lily gemas. Yumna tertawa mendengar ucapan ibunya yang sangat benar sekali adanya.


"Maklum lah, Ma. Kan memang sedari dulu dia memang seperti itu," ujar Yumna sambil mendekat dan memeluk sang ibu. Gerakan di perutnya sedikit membuat dia terkejut, sangat terasa sekali sehingga Lily juga bisa melihat dan merasakannya.


"Cucu Mama aktif banget. Semoga aja mereka sehat semua dan lahir dengan selamat," ucap Lily.

__ADS_1


Yumna menganggukkan kepalanya. "Iya, Ma. Semoga aja mereka sehat semua," ujar Yumna meng-aamiini doa sang ibu.


Malam itu hanya para orang tua saja yang pulang, sementara si kembar dan Syifa tinggal di sana untuk berjaga-jaga. Mungkin saja sang kakak merasakan sakit lagi dan akan melahirkan.


"Kalian tidur di sini, aku tidur di atas," ujar Syifa mengambil suara.


"Iya. Silakan Tuan Putri. Ambil kamar untuk kamu sendiri," ujar Azkhan tak peduli. Bahkan, matanya terfokus pada layar TV besar di hadapannya.


"Oke. Awas kalian, jangan tau-tau masuk ke dalam kamar ya!" ancam gadis itu.


"Iya, Syifa. Sudah, kalau kamu mau tidur sana tidur aja. Lagian siapa juga yang mau tidur sama kamu? Kamu tidur nggak bisa diam, yang ada kita kena tendang terus," ujar Azkhan, sementara Arkhan hanya diam dan menikmati makanan yang ada di tangannya.


"Kak Yumna, Kak Haidar. Aku tidur dulu. Ngantuk," pamit Syifa.


"Iya. Tidur deh. Kakak juga mau tidur. Kalian yakin mau tidur di sini?" tanya Yumna pada dua adiknya.


Yumna merasa bersalah karena harus membiarkan dua adiknya tidur di ruangan menonton. Hanya ada dua kamar di rumah ini, kamarnya dan juga kamar yang Syifa pakai. Adik kembarnya harus tidur di lantai dengan beralaskan kasur yang kecil.


"Nggak apa-apa. Kita ini laki-laki, kita bisa tidur di mana aja." Kini Arkhan yang berbicara.


Syifa dengan langkah yang ringan pergi ke lantai atas meninggalkan kedua adiknya. Sementara Yumna pamit pergi ke kamar.


Haidar datang dengan membawakan bantal dan selimut hangat untuk dua adik iparnya itu. "Maaf ya, kalian jadi tidur di sini."


"Nggak apa-apa, kalem aja kali. Lagian nggak enak juga kalau tidur nggak ada tv, sudah biasa tv yang nonton kita," ujar Azkhan sambil terkekeh. Haidar jadi senang hati dengan perkataan adik iparnya ini, setidaknya meski hanya Azkhan yang menanggapinya, dia sudah sangat senang sekali.

__ADS_1


Ditatapnya Arkhan yang hanya diam menatap televisi. Entah sampai kapan, adik ipar yang satu itu akan kembali menanggapinya.


"Ya sudah. Aku pergi dulu ke kamar. Kalau kalian lapar banyak makanan di dapur. Ambil sendiri, ya," ujar Haidar yang diacungi jempol oleh adik iparnya itu.


Haidar kembali ke kamar dan berbaring di samping sang istri.


Yumna masih belum tertidur, dia sedang memainkan hp miliknya, dari suaranya tengah menonton film drakor yang akhir-akhir ini sering dia tonton.


"Sayang. Bisa nggak kalau sekarang kita tidur? Kamu butuh istirahat yang banyak," ujar Haidar. Yumna menyimpan hp-nya dan menarik Haidar hingga jarak mereka sangat dekat sekali.


"Aku mau tidur kalau dipeluk," ucap Yumna sambil tersenyum pada sang suami. Pun dengan haidar yang tersenyum senang karena Yumna memiliki keinginan yang seperti itu. Tangan besar Haidar kini melingkar di tubuh sang istri dan memeluknya erat, tak lupa sebelumnya dia telah menyimpan bantal kecil di bawah perut sang istri agar dia merasa nyaman tidur dengan posisi miring.


"Ya, sudah. Sekarang kita tidur. Seharian ini kamu kan capek," ujar Haidar yang mendapatkan anggukkan kepala dari istrinya.


...****************...


Assalamualaikum para readers semua. Mohon maaf karena Othor sudah menghilang selama satu bulan ini tidak update sama sekali. Maaf karena telah membuat banyak orang pembaca Yumna-Haidar dan juga Morgan-Lyla telah menunggu lama dan pastinya membuat kecewa.


Ada satu hal dan lainnya yang membuat Othor tidak bisa sama sekali melanjutkan tulisan. Bahkan, di pf lain juga tidak nulis sama sekali.


Tulis dan hapus, seperti itu lah saat Othor mencoba untuk melanjutkan tulisan, baik di pf ini maupun pf sebelah yang alhasil membuat Othor nggak pede meski hanya up untuk beberapa kata saja dan akhirnya menunggu waktu yang tepat untuk bisa melanjutkan tulisan. Rasanya ... Entahlah, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata😮‍💨.


Semoga saja setelah hari ini dan selanjutnya Othor bisa bangkit lagi dan bisa melanjutkan berkarya lagi. Sekali lagi Othor minta maaf sebanyak-banyaknya untuk semua dan maaf sudah mengecewakan 🙏.


Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya. Mohon maaf ya atas segala salah dan khilaf yang sudah Othor lakukan 🙏. Semoga puasa kita lancar dan kuat hingga akhir nanti.

__ADS_1


Salam sayang untuk readers semua🥰


__ADS_2