
"Aaaakkhhh!!" Yumna terpekik saat Haidar menarik tangannya hingga dia terjatuh di atas tubuh Haidar.
Mereka saling menatap satu sama lain.
Haidar terpana melihat bibir merah milik Yumna, dadanya berdetak dengan cepat. Apalagi saat merasakan dada Yumna yang hangat menempel disana. Haidar perlahan mendekat dan terus mendekat. Semakin mendekat...
Srakk!!
Yumna berhasil merebut makanan dari tangan Haidar, dan memukul wajah Haidar dengan bungkusan keripik miliknya.
"Aaawww. Yumnaa!!!" memekik kesakitan karena Yumna memukulnya tepat di hidungnya. Yumna bangkit duduk, dan melempar selimut yang menutupi tubuh keduanya.
"Dasar rese!" cerca Yumna. Dia membawa bungkusan keripik miliknya menjauh dari Haidar.
"Apa sih? Makanya jangan berisik! Gue ngantuk!" ucap Haidar.
"Tidur-tidur aja gak usah ganggu yang lagi makan!" ucap Yumna kesal.
"Ini kan udah malem Yumna. Kamu gak takut gitu kalau kamu jadi gendut?" cerca Haidar.
"Emang kenapa kalau aku gendut? Suka-suka aku dong!" ucap Yumna tak peduli. Yumna kembali ke tempatnya dan kembali menikmati makanannya, namun kali ini dengan perasaan kesal.
Haidar tidak bisa tidur! Dia berbalik ke arah Yumna lalu mendudukan dirinya bersandar pada kepala ranjang. Menatap Yumna yang begitu tenang menikmati makanannya, membuat dirinya merasa lapar!
"Bagi" Haidar meraih makanan ringan milik Yumna namun segera Yumna menjauh.
__ADS_1
"Gak boleh! Elo orang jahat!" kesalnya.
"Gue lapar!" ujar Haidar. "Tadi gue lupa gak makan malam." ujarnya lagi. Yumna menoleh, heran.
"Elo gak makan malam sama Vio?" Haidar menggelengkan kepalanya.
Gara-gara nungguin elo, gue jadi lupa makan! Haidar.
"Gak percaya!" Yumna melengos kembali memakan keripiknya.
"Sumpah! Sekarang gue lapar!" ujar Haidar. Dia mengelus perutnya yang berbunyi bahkan Yumna bisa mendengar bunyi dari perut Haidar
Yumna segera bangkit dan menyimpan makanannya. Melihat ke arah jam yang masih menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Ayo cari makanan di luar! Elo ganti baju dulu. Gue tunggu di depan!" ujar Yumna lalu berjalan ke arah pintu.
Haidar menatap kepergian Yumna.
"Eh. Gue kan cuma ingin ikut ngemil!" ujar Haidar, tapi dia juga bangkit dari atas ranjang dan menuju dimana kopernya berada. Haidar mengganti bajunya lalu menyusul Yumna keluar.
Malam yang larut, dengan taburan bintang gemintang indah menggantung di langit yang cerah. Suara deburan ombak terdengar jelas, sesekali terseling oleh suara kendaraan yang melintas. Angin mendesau pelan, menghantarkan aroma khas laut yang segar.
Yumna dan Haidar duduk tepi pantai, bau pembakaran dari sate yang sedang di bakar terasa wangi bersemilir melewati penciuman mereka.
Krruukkk....
__ADS_1
Perut Haidar sudah meronta meminta di isi. Sangat jelas di antara debur ombak terdengar oleh Yumna.
"Gue kira elo makan malam romantis sama bebeb?!" ejek Yumna.
"Makan malam romantis apanya. Vio ada perlu jadi gak bisa temenin gue makan malam!" ujar Haidar.
"Tapi elo bisa kan, makan malam sendirian? Kenapa juga pake gak makan coba? Kalau besok perut elo sakit, siapa yang mau tolongin usapin kayak waktu itu? Vio?!" ucap Yumna menyindir.
Haidar memalingkan wajahnya, ingat saat dulu ia lupa makan siang hingga mengakibatkan lambungnya sakit dan membuat Yumna kerepotan. Mengompres perutnya dengan air hangat dan juga mengelusnya. Ada sesuatu yang Haidar rasakan waktu itu, anakonda yang menggeliat ingin menghirup udara bebas! 😅
Menunggu beberapa saat lamanya, sate yang mereka tunggu selesai juga. Dua piring sate telah mereka terima. Haidar dengan lahap memakan sate miliknya dengan beberapa potong lontong di piringnya, sedangkan Yumna hanya sate tanpa lontong. Pedas. Nikmat.
"Lapar banget ya?" tanya Yumna.
"Hemmm!" terus mengunyah.
"Lain kali kalau gak ada temennya harus makan juga kali, jangan sampai lupa. Inget kesehatan itu berharga! Gue kan gak mau kalau elo sakit!" mendengar hal itu Haidar jadi merasakan sesuatu yang hangat di dalam hatinya.
Haidar menatap Yumna yang sedang menikmati satenya.
Ternyata Yumna perhatian juga sama gue! batin Haidar.
"Kalau elo sakit kan siapa juga yang repot. Kalau sebelum kita nikah kan ada mami. Lah sekarang kita udah nikah, kan gue yang repot!" Haidar melongo mendengar kalimat terakhir Yumna. Sudah merasa senang lalu kesenangan itu di buang jauh begitu saja!
Haidar: Hehhh, ternyata... 😒😒😒
__ADS_1