YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
357


__ADS_3

Senyum Haidar mengembang sempurna saat melihat Yumna yang ada di belakangnya.


"Yumna, kamu pulang?" ucap Haidar seraya bangun dari duduknya. Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini sehingga Haidar mengedipkan mata beberapa kali dan mendekat pada Yumna.


"Kamu pulang, Sayang? Syukurlah kalau kamus udah pulang, aku senang," ucap laki-laki itu hampir menangis, beberapa minggu dia tidak bertemu dengan Yumna dan sekarang dia sangat bahagia sekali melihat sang istri dalam keadaan yang sangat baik sekali.


"Aku pulang, Haidar," ucap Yumna, dia terkejut saat Haidar tiba-tiba saja menjatuhkan dirinya di lantai, berlutut sembari memegang tangannya.


"Maafin aku, Sayang. Aku sudah salah karena nggak jujur sama kamu, maaf karena sudah bikin kamu kecewa," ucap Haidar hampir menangis, kepergian Yumna membuatnya serasa tubuh tanpa jiwa.


Yumna menarik tangan Haidar, dia juga merasa bersalah karena keterlaluan pergi selama itu dari suaminya. "Bangun, Haidar. Jangan kamu berlutut kayak gitu, aku juga yang salah. Maaf sudah tinggalin kamu," ucap Yumna pada sang suami. Kejadian itu dilihat oleh anggota keluarga yang lainnya, ada rasa kesal dan juga rasa haru karena Yumna telah kembali lagi.


"Haidar, bangun," ucap Yumna menarik tangan Haidar. Haidar menuruti apa kata sang istri, bangun dari lantai dan memeluk Yumna dengan erat.

__ADS_1


"Maaf, Sayang. Maafin aku," ucap Haidar memeluk dan merasakan kehangatan yang sudah lama tidak dia dapatkan dari istrinya, rasa rindu dan haru campur aduk berada di dalam hatinya. Senang karena sekarang dia bisa bertemu dengan istri dan juga anaknya lagi.


"Jangan pernah tinggalin aku lagi, ya," pinta Haidar, Yumna hanya menganggukkan kepala saja. Dia balas memeluk suaminya erat.


"Iya, Haidar. Maafin aku karena sudah egois."


Malam itu menjadi malam yang tidak akan Haidar lupakan, dia berjanji pada dirinya sendiri, untuk tidak akan pernah lagi menyembunyikan sesuatu dari istrinya.


Bima mengajak anak dan menantunya itu untuk makan malam di sana.


Lily berharap jika Yumna akan menginap di sana, tapi Yumna menggelengkan kepalanya dan berkata," Yumna akan pulang ke rumah aja, Ma,"


Lily kecewa dengan keinginan putrinya, padahal dia berharap Yumna untuk tidur di sana dan mereka bisa banyak mengobrol untuk menghabiskan waktu yang talah terbuang selama beberapa waktu kemarin.

__ADS_1


"Kamu yakin mau pulang ke rumah?" tanya Lily.


"Iya, Ma."


Syifa melayangkan protes kepada kakak, bibirnya cemberut bak anak kecil saja.


"Kakak, nginep napa? Besok aja pulang ke sananya!"


"Syifa!" tegur sang ayah dari tempat duduknya, sadar jika nada suara ayahnya sudah berubah membuat Syifa tidak ingin membantah ucapan ayahnya.


"Lain kali Kakak ke sini lagi, atau kamu yang ke rumah," ucap Yumna pada sang adik. Bima tersenyum senang karena Yumna adalah wanita yang sangat lemah lembut sekali. Terkadang juga keras kepala seperti dirinya.


"Iya, deh."

__ADS_1


Akhirnya kedua sejoli itu memutuskan untuk pergi dan kembali ke rumahnya.


Haidar menutup pintu rumahnya dan menguncinya rapat-rapat. Kemudian mengikuti Yumna yang telah masuk ke dalam kamar. Senyumnya mengembang sempurna karena ternyata Yumna tidak sulit untuk diajak pulang ke rumah, dia pikir tadinya akan ada drama yang menyebabkan Bima dan Lily akan bicara panjang kali lebar kepadanya.


__ADS_2