YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
275. Jejak Bercinta Di Punggung Haidar


__ADS_3

"Astaga!" ucap Yumna dengan sedikit takut, sisa sakit semalam dan juga tadi saja masih terasa di inti tubuhnya. Dia menggelengkan kepalanya.


"Aku gak kuat, Haidar. Sudah cukup untuk malam tadi dan barusan," ucap Yumna lagi sambil menatap Haidar dengan memelas. Satu tangan yang lain menutupi dadanya yang terbebas.


Haidar terkekeh pelan, langkah kakinya tidak dia hentikan sama sekali memasuki kamar mandi. "Hehe, iya. Gak akan. Aku cuma bercanda. Aku cuma mau bantu kamu aja sampai sini, kok. Tapi, kalau nanti ada apa-apa selanjutnya ya itu bonus, kan?" ujar Haidar sambil tertawa kecil. Yumna memutar bola matanya dengan malas.


"Haidar," panggil Yumna sambil menempelkan kepalanya di dada Haidar yang bidang.


"Iya?"


"Apa kita akan seperti ini selamanya?" tanya Yumna tiba-tiba. Haidar mengerutkan keningnya atas pertanyaan dari Yumna.


"Kenapa kamu tanya gitu?"


"Gak ada, aku cuma tanya aja. Apa bahagia kita sekarang ini akan sampai kita tua nanti?" tanya Yumna lagi. Haidar tidak mengerti dengan apa yang Yumna katakan, tapi dia tidak suka dengan pertanyaan itu.


Perlahan Yumna diturunkan di atas closet yang tertutup, Haidar berlutut di depan Yumna.


"Kenapa kamu tanya gitu? Aku gak suka."

__ADS_1


Yumna sadar dengan pertanyaannya barusan. Hanya saja dia sedang memikirkan hatinya lagi, tidak mau sakit yang lebih sakit lagi.


"Aku ... cuma ingin bahagia. Aku gak mau seperti yang sudah-sudah. Rasanya kalau sakit hati, aku–."


"Gak akan! Aku gak akan buat kamu sakit hati. Aku janji," ucap Haidar seraya mengambil tangan Yumna dan menciumnya dengan lembut.


"Apa sih yang kamu pikirin sampai bilang segitunya? Kamu gak percaya sama aku?" tanya Haidar tidak suka. Yumna menatap suaminya itu dan melihat sorot kesungguhan di sana.


"Maaf, aku cuma–."


"Maaf atas sikap aku yang kurang ajar sebelumnya. Aku gak akan bikin kamu sakit hati lagi. Aku cinta sama kamu, Yumna," ucap Haidar lagi.


Haidar balas tersenyum.


"Jadi mandi, gak? Atau, kita mau bikin anak kembar? Siapa tahu kembar kayak adik kamu," ucap Haidar sambil tersenyum. Dengan cepat Yumna menggelengkan kepalanya.


Haidar bangkit dan membuka kran air hangat. Sudah siap. Silakan mandi, My Princess," ujar Haidar mempersilakan.


"Ya sudah, kamu keluar. Aku mau mandi." Pinta Yumna.

__ADS_1


"Aku gak mau keluar, aku juga mau mandi."


Haidar dan Yumna mandi di tempat yang terpisah, Yumna mandi di dalam bathtub sedangkan Haidar mandi terpisah dengan dinding kaca. Malu rasanya Yumna mandi bersama dengan Haidar, jangankan dengan seorang laki-laki, dengan adiknya saja dia tidak pernah.


Mengingat kejadian semalam, bagaimana dirinya digempur oleh Haidar membuat Yumna merasa malu, wajahnya terasa menghangat, bahkan air hangat yang merendam tubuhnya kini tidak terasa lagi. Yumna melihat dadanya yang penuh bercak merah, juga ujung dadanya yang terdapat bekas gigitan Haidar tadi. Satu tangannya meraba bagian bawah, tempat yang sudah tidak sama lagi keadaannya seperti kemarin.


"Kamu sudah selesai mandi?" tanya Haidar mengagetkan Yumna. Sontak Yumna menarik tangannya dari area terlarangnya. Terlihat Haidar menyibak sedikit tirai yang ada di sana.


"Eh, sudah. Aku sudah selesai," jawab Yumna. Haidar lalu menyerahkan handuk putih yang telah dia ambil untuk Yumna.


"Terima kasih."


Haidar terlebih dahulu keluar dari kamar andi, sedangkan Yumna meyusul di belakangnya.


Tanpa sengaja Yumna melihat punggung Haidar yang basah, terdapat guratan merah memanjang di beberapa tempat. Dengan segera Yumna mendekat dan bertanya, dia ingat jika guratan itu sepertinya dia yang membuatnya semalam tanpa sadar.


"Haidar. punggung kamu luka." Mendengar ucapan Yumna membuat Haidar memutar tubuhnya, melihat punggung dari cermin. Beberapa guratan merah terlihat di sana. "Apa itu sakit?" tanya Yumna dengan rasa bersalah.


"Gak sakit, kok." Dusta Haidar, tidak sakit memang, tapi lumayan perih di sana saat terkena sabun tadi.

__ADS_1


"Tunggu di sini. Aku akan Carikan salep sebentar," ucap Yumna lalu mengganti handuknya dengan handuk kimono dan pergi ke arah dapur? Dia ingat sekali jika kotak P3k ada di atas kulkas, mungkin saja ada salep atau obat apa pun untuk luka Haidar.


__ADS_2