
"Ini siapa Kak?" tanya Syifa setelah melepaskan diri dari pelukan ketiga orang yang lainnya. Syifa menatap heran kepada pria yang ada di depannya. Tangannya dengan tak sadar menunjuk ke arah pria itu.
"Ini teman kakak." ucap Yumna menjawab pertanyaan Syifa.
"Gantengnya..." Syifa menatap takjub kepada Juan yang terlihat sangat tampan menurutnya. Mata besar, hidung mancung, rahang tegas, dengan bulu halus di sana yang belum dicukur membuat penampilan Juan terlihat seperti artis timur tengah.
Coba dia pakai baju gamis dan sorban, pasti mirip dengan sultan Arab. batin sifat di dalam hati. Dia sangat mengagumi ciptaan tuhan yang indah ini.
"Saya Juan, teman Yumna." Juan menyodorkan tangannya kepada Syifa, dengan refleks Syifa menyambut tangan itu untuk ia balas. wajah Syifa terlihat bodoh, jika mungkin sebentar lagi akan menetes air liurnya, dan itu terlihat oleh sang adik yang kemudian mengusap wajah Syifa.
"Muka lo kondisikan dong, lo hampir ngiler!" Azkhan memperingatkan kakaknya itu dengan berbisik pelan di telinga Syifa. Gadis mungil itu tersadar, dan lalu memperbaiki raut wajahnya dengan sebiasa mungkin. Akan tetapi, tetap jelas terlihat jika gadis muda itu sedang mengagumi pria yang kini masih berjabatan tangan dengannya.
"Syifa. Namaku Syifa." Syifa ganti memperkenalkan dirinya.
"Syifa yang ... 'jangan panggil aku anak kecil itu', bukan?" tanya Juan, pertanyaan itu sontak membuat Yumna dan si kembar tertawa terbahak. Berbeda dengan Syifa yang kesal dengan ucapan pria itu.
__ADS_1
"Aku bukan tokoh kartun!" protes Syifa kepada Juan. Bibirnya mengerucut sebal, dengan delikan mata yang ditujukan kepada teman kakaknya itu.
"Maaf, Maaf. Aku langsung terpikirkan kartun itu barusan setelah mendengar nama kamu," ucap Juan dengan tertawa kecil.
Sial!!! Kenapa dia tertawa semakin tampan? batin Syifa. Dia kesal tapi tidak bisa lama, itu adalah kelemahannya.
"Sudah ayo kita pulang." Yumna kini berbicara.
"Kak Juan pulang ke mana? Apa ada yang jemput?" tanya Azkhan kepada Juan.
"Kalian ini kembar?" tanya Juan menunjuk kepada keduanya.
"Iya, kami kembar," jawab Azkhan lagi, sedangkan Arkhan tidak banyak bicara. Juan hanya tersenyum mendengar jawaban Azkhan. Sedari dulu dia senang melihat orang kembar.
"Kakak pulang saja dengan kami. kebetulan mobil kami muat banyak orang." tawar Azkhan kepada Juan.
__ADS_1
"Tidak usah merepotkan. Aku akan pulang pakai taksi saja." tolak Juan akan tawaran Azkhan.
"Sudahlah ikut saja dengan kami, sekalian kami juga akan putar-putar kota sebentar sebelum ke rumah." ucap Yumna yang disambut sorakan senang adik-adiknya kecuali Arkhan, pemuda itu hanya diam cuek, tapi dia tidak pernah protes dengan keinginan kakaknya itu.
Akhirnya Juan ikut bersama dengan keempat kakak beradik itu. selama perjalanan mereka tidak pernah berhenti berbicara, apalagi Azkhan yang duduk di bangku tengah dan Syifa yang duduk di bangku belakang sendirian.
Hal yang tidak pernah Juan rasakan dan tidak pernah dia dapatkan dalam hidupnya. Menjadi anak tunggal membuat dia merasa kesepian, satu-satunya saudara yang dekat dengan dia adalah sepupunya tapi kini sepupunya itu berada di luar negeri.
"Aku kira Kak Juan pacarnya Kak Yumna!" seru Syifa dari bangku belakang.
"Bukan!" Yumna menjawab dengan kesal dari kursi penumpang di depan.
"Yah. Aku kira kakak sudah move on dari Bang Haidar!" ucap Syifa lagi.
Juan menoleh ke arah Syifa. "Haidar? Siapa dia?" tanya Juan dengan bingung.
__ADS_1
"Mantan suami Kak Yumna!" Ucapan Syifa membuat Juan terdiam tak bisa berkata apa-apa. Mantan suami, berarti Yumna sudah ....