
...Trimakasih atas dukungan para readers semua. Memang dukungan para readers lah yang penting untuk kami para author recehan. Dukungan kalian sangat berarti hingga membuat diri ini kembali bersemangat....
...Apalagi kalau di akhir membaca, tap tuh si jempolnya hihihi 🤭. Pasti lebih semngat lagi....
...Othor mah gak akan maksa buat tap tuh jempol, untuk yang rido aja lah... hehe 😁✌...
...****************...
Dengan ganas Haidar membuat Yumna tak berdaya. Yumna menangis dengan perlakuan Haidar.
Takut.
Air matanya keluar tanpa bisa ia hentikan, mencoba melepaskan diri namun tak bisa. Apalagi saat tangan Haidar dengan kurang ajarnya melepaskan kancing-kancing bajunya.
Tidak ingin sesuatu hal yang 'iya-iya' terjadi. Yumna mengigit bibir Haidar keras hingga pria itu memekik kesakitan dan melepaskan cekalan tangannya. Hanya itulah yang bisa Yumna lakukan. Mereka memang suami istri, tapi dia tak mau terjebak dengan orang yang tidak mencintainya. Sampai kapanpun itu.
Haidar tersadar, ia menatap Yumna dengan kondisi menangis dan juga berantakan. Belahan dadanya terlihat dengan jelas. Satu kancing bajunya hilang entah kemana. Matanya menyorotnya dengan tajam penuh kebencian.
'Apa yang sudah aku lakukan?!' batin Haidar.
"Maaf, Yumna. Maafkan aku. Aku gak sengaja!" Dia lantas berdiri dan berjalan dengan cepat keluar dari kamarnya.
Yumna menatap kepergian Haidar dengan perasaan terluka. Dia kemudian mengambil selimut dan membungkus dirinya hingga ke kepala. Yumna menangis tersedu mengingat perlakuan dan tatapan lapar Haidar padanya.
Perlakuan Haidar kali ini keterlaluan!
Bagaimana kalau Haidar tidak bisa menahan dirinya? Apa yang akan terjadi dengannya? Hidup tersiksa dengan pria yang mencintai orang lain?
Itu tidak akan terjadi!
__ADS_1
...***...
Haidar masuk ke dalam kamarnya yang lain. Kamar yang sebenarnya sudah ia pesan dari awal. Dia masuk ke dalam kamar mandi, menyalakan kran air hingga air dari shower mengucur deras membasahi bajunya. Rasa dingin dari air membuat tubuhnya perlahan menjadi dingin.
"Apa yang sudah aku lakukan pada Yumna? Kenapa aku bisa berbuat seperti itu?" Haidar terus berfikir, mengingat-ingat lagi kenapa ia bisa sangat ingin menaklukan Yumna.
Bukankah pada awalnya dia mencari Yumna hanya karena khawatir dengan gadis itu? Tapi saat dia sudah sampai disana dan melihat Yumna yang bersandar pada pria itu membuat darahnya bergejolak. Membuat rahangnya mengeras tak suka.
"Kenapa? Kenapa??!!!" teriak Haidar marah. "Yumna pasti benci gue!" lirihnya, dia meninju tembok yang ada di depannya hingga tangannya terluka. Tapi dia tak peduli!
"Vio! Apa mungkin karena minuman itu?!" teringat bahwa sebelum meminum itu dirinya baik-baik saja.
Haidar tersenyum kecut. Vio jelas-jelas ingin menggodanya! Kenapa Vio melakukan hal itu padahal jelas selama ini dia berusaha untuk menjaga Vio dengan baik. Tapi kenapa Vio seperti itu? Melemparkan dirinya sendiri pada Haidar dan pada akhirnya menyebabkan Yumna yang hampir menjadi korban salah sasaran!
...***...
Seno menjalankan mobilnya. Dia ingat bagaimana tadi Haidar menarik Yumna dengan kasar.
"Apa Haidar dan Yumna kembali kesini?" tanya Seno.
"Iya pak! Belum ada sepuluh menit yang lalu!" jawab resepsionis tersebut.
Seno berjalan masuk ke sebuah ruangan, dia membuka laptop miliknya. Mengetik sesuatu disana hingga terpampanglah beberapa gambar titik lokasi, dari mulai area depan hingga area depan kamar hotel.
Seno menatap layar itu, terlihat disana bagaimana cara Haidar menarik Yumna dan lalu masuk ke dalam kamar mereka, tak berapa lama Haidar kembali keluar dan masuk ke kamar di sebelahnya.
"Apa yang terjadi sama kalian, Yumna? Apakah kamu gak bahagia dengan pernikahan kamu sampai kamu merahasiakannya dari aku?" gumam Seno.
Ada rasa tak nyaman dalam hatinya dengan kedaan Yumna sekarang. Seno menutup layar di laptopnya lalu beralih pada layar hpnya. Dia membuka galeri, beberapa foto Yumna yang ia ambil entah kapan. Ia lupa.
__ADS_1
Satu persatu ia gulirkan hingga akhirnya berhenti pada sebuah gambar. Foto pernikahan Yumna, yang di kirimkan seseorang padanya! Cantik dengan balutan gaun putih, dan juga di sampingnya berdiri seorang pria yang menariknya tadi.
Bukannya Seno tidak tahu itu. Seno tahu tentang pernikahan Yumna. Tapi saat tak sengaja bertemu di bandara dan Yumna mengatakan kalau dia sendirian, bukankah itu aneh?! Bagaimana Yumna bisa berlibur ke Lombok sedangkan dia tidak suka dengan pantai? Dan satu hal yang kebetulan sekali, kalau Yumna ternyata menginap di hotel miliknya!
...***...
Yumna membereskan baju-bajunya. Pagi ini juga ia akan kembali ke Jakarta meski tanpa Haidar. Dia terlalu marah dengan sikap Haidar semalam! Semoga saja ada penerbangan menuju Jakarta pagi ini dan dia bisa langsung take off.
Seseorang membuka pintu, Yumna tak menoleh sama sekali. Tahu pasti siapa lagi yang datang kalau bukan Hai...
"Kamu sudah mau pergi?" ternyata suara seorang wanita. Yumna menoleh. Vio berdiri di dekat pintu yang baru saja dia tutup. Yumna hanya mendelik sedikit pada wanita seksi itu, lalu kembali pada pekerjaannya.
"Baguslah, kalau kamu mau pergi! Jadi aku dan Haidar bisa lebih lama berduaan, tanpa ada yang mengganggu!" ucapnya lalu berjalan mendekat pada Yumna.
Kesal, karena ingat semalam setelah Haidar pergi, pria itu tak ada di hotel. Dan dia melihat dengan mata kepala sendiri kalau Haidar malah menyeret Yumna, bukan dirinya!
"Memangnya siapa yang mengganggu kalian? Aku rasa, aku gak pernah tuh ganggu Haidar sewaktu berduaan dengan kamu! Yang ada, dia yang suka ganggu waktu aku sama yang lain! Dan kenapa bisa dia sampai ganggu aku? Coba saja kamu fikirin?!" tantang Yumna.
Vio kesal mendengarnya seakan-akan Haidar sangat peduli dengan gadis di hadapannya. Dia mendekat dan mencengkeram dagu Yumna, di dorongnya gadis itu ke dinding. Yumna meringis kesakitan.
"Dengerin gue! Haidar memang suami elo! Tapi jangan harap kalau dia bakalan cinta sama elo! Gak pernah! Dan gak akan pernah! Dia cinta mati sama gue! Jadi jangan coba fikirin kalau dia lakuin itu karena perhatian sama elo!" mata Vio melotot tajam.
Yumna tak merasa takut. Tak ada dalam kamus hidupnya, dia di tindas oleh sesama wanita apa lagi karena urusan pria. Menjijikan!
Yumna mendorong dada Vio dengan keras hingga wanita itu hampir saja terjatuh.
"Viola McKenzie. Seorang model terkenal yang seksi dan cantik, menjadi pujaan para pria maupun wanita. Hari ini merasa takut jika pria kesayangannya di rebut wanita lain? Haha... KASIHAN!" decih Yumna lalu memasukkan baju terakhirnya ke dalam koper dan kemudian menutup kopernya dengan cepat.
Yumna melangkah maju, dia sengaja menubruk bahu Vio hingga lagi-lagi wanita itu hampir terjatuh jika tidak berpegangan pada tepian ranjang.
__ADS_1
"Lebih baik jangan terlalu yakin. Pria bisa saja beralih hatinya pada yang lain. Apa lagi Haidar! Kami tinggal dalam satu atap yang sama. Bagaimana kalau dia ternyata lebih perhatian sama aku dari pada kamu?!" menarik satu sudut bibirnya. Sangat menyenangkan melihat seseorang geram apalagi karena perihal pria. Dasar wanita kasar!
Yumna tak peduli dengan teriakan dan makian Vio. Mengambil kaca mata hitam dari saku bajunya lalu memakainya dan terus pergi dari sana.