YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
238. Bisma Bagaskara


__ADS_3

Yumna tengah bersiap, dia sedang menaiki mobilnya dengan ditemani oleh supir keluarganya. Di dalam sana dia mempelajari kembali file yang kini ada di dalam laptopnya. Sebenarnya sejak kantor tadi dia sudah mempelajari file tersebut. Akan tetapi, Yumna harus kembali mempelajari apa yang ada di sana. Dia tidak mau melakukan kesalahan saat pertemuan nanti bersama dengan seorang pengusaha besar yang sangat penting.


Tidak berapa lama Yumna telah selesai dengan pertemuan tersebut. Sebelumnya dia telah meminta maaf jika Bima tidak bisa datang ke pertemuan itu. Bersyukur, pemimpin Winara Group tidak mempermasalahkan hal itu. Justru dia sangat senang sekali dengan kehadiran Yumna dan penjelasan yang diberikan olehnya. Pemilik Winara Group sangat puas sekali dengan kedatangan Yumna.


"Maafkan atas ketidakhadiran Papa saya. Beliau ada urusan mendadak yang harus dilakukan," ucap Yumna kepada pemilik Winara Grup.


"Tidak Apa-apa tidak masalah. Saya sangat senang sekali dengan kehadiran anda. Perkenalkan, ini adalah putra saya. Namanyanya Bisma Bagaskara. Tujuan saya ingin bertemu dengan Bapak Bima adalah untuk membahas soal kerjasama yang yang kami lakukan, juga saya ingin memperkenalkan beliau dengan putra saya satu-satunya. Untuk ke depannya nanti saya akan menyerahkan jabatan saya dan perusahaan pada tangan putra saya Bisma," ujar pria tua itu.

__ADS_1


Yumna tersenyum, sedikit mengganggukkan kepalanya dan menglurkan tangan untuk menyalami laki-laki muda itu.


Laki-laki muda yang ada di samping pria tua pemilik Winara Grup mengulurkan tangannya dengan wajah yang sangat datar. Dia tidak bicara sama sekali saat menerima uluran tangan dari Yumna. Yumna sempat merasa kesal karena dia baru pertama kali bertemu dengan laki-laki yang sombong seperti ini. Tidak menunggu lama, mereka pun membahas pertemuan tersebut. Yumna menjelaskan dengan apa siapa yang diketahui, begitu juga dengan Bisma, dia hanya melihat Yumna dan memperhatikan wanita itu berbicara.


Pertemuan Yumna di sana telah selesai. Dia memutuskan untuk pulang kembali ke kantornya. Keluar dari perusahaan Winara seseorang pria memanggilnya. Yumna berhenti sejenak dan mengalihkan tatapannya ke sesosok yang ada di belakangnya.


"Tolong menyingkir. Saya di sini sudah selesai," ucap Yumna dengan kesal kepada laki-laki itu. Pasalnya saat tadi dia sedang menjelaskan di ruangan Pak Hendrik, pria ini hanya menjawab, 'oh, ya, terserah kalian.' Itu adalah jawaban singkat dari Bisma seakan laki-laki yang di tidak punya wibawa sama sekali.

__ADS_1


"Hai kenapa sangat kasar sekali. Saya hanya ingin mengembalikan ponsel ini," ucap Bisma seraya mengeluarkan benda pipih milik Yumna. Yumna tertegun melihat ponsel miliknya ada di tangan Bisma.


Yumna berbicara, tapi Bisma memotong ucapannya. "Lain kali jangan tinggalkan sesuatu barang di tempat orang lain. Belum tentu mereka akan seperti aku, mengembalikan benda penting milikmu kepada pemiliknya."


"Bagaimana ini bisa bersama denganmu?" tanya Yumna bingung. Dia tidak segan untuk bertanya kini. Tidak peduli dengan ucapan Bisma tadi. Yumna tidak merasa meninggalkan ponselnya di meja, tapi kenapa benda itu ada di tangan Bisma?


Bisma bisa membaca raut wajah Yumna. Dia tertawa kecil di tatap seperti itu oleh wanita yang ada di depannya ini.

__ADS_1


"Apa maksudmu aku yang membawanya? Coba ingat-ingat lagi, siapa yang tadi menyimpan benda ini di meja dan meninggalkannya begitu saja," ucap laki-laki itu lalu dia masuk ke dalam lift yang sudah terbuka.


__ADS_2