YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
106. Judul Versi Author: ALHAMDULILLAH


__ADS_3

Darah Vio berdesir saat Haidar memanjakan kulit tubuhnya. Tangan dan bibirnya tak henti bergerak memanjakan Vio yang menggelinjang di atas pangkuannya. Suara desahan penuh kenikmatan terdengar di dalam kamar hotel.


Haidar melingkarkan kedua tangannya ke belakang tubuh Vio dan meraih kaitan b*a berwarna hitam itu. Dia lantas melemparkannya dengan sembarang ke lantai. Tersenyum menyeringai, dia leluasa menyentuh bagian tubuh Vio dan memanjakan si kembar dengan telapak tangannya, kenyal dan penuh. Vio mendesis saat Haidar ******* puncak gunung kembarnya bergantian.


"Ahss... sshhh..." Rasanya tak sabar, ingin segera Haidar memanjakan dirinya di atas ranjang. Tapi Haidar masih melakukan foreplay, tak buruk untuk ukuran pemula. Haidar laki-laki, dia punya naluri yang kuat untuk memanjakan pasangannya.


Vio sangat menikmati perlakuan pria itu. Haidar biasanya hanya mencium bibirnya, paling jauh sampai menyentuh payudaranya, itupun karena dia terbawa suasana, dan juga hanya dari luar pakaian. Tapi kali ini dia akan memiliki Haidar seutuhnya.


"Ahh.... Haidar..." desis Vio saat Haidar mengigit kecil tonjolan di dadanya. Tak menggubris panggilan Vio Haidar semakin asyik menggoda pucuknya yang sudah mengeras. Dia ***** dan dia pilin dengan lidahnya. Berputar-putar di area sana hingga membuat Vio mendesah dalam kenikmatan.


Vio meremas belakang rambut Haidar, semakin menenggelamkan kepala Haidar di dadanya yang penuh. Decakan suara keluar dari mulut Haidar, tak terhitung lagi berapa banyak saliva dan tanda yang ia tinggalkan disana. Melahap dan meng*lum, menyedot dan memainkannya dengan lidah di dalam mulutnya. Sedangkan satu tangan yang lain memainkan dan mem*lin tonjolan kecil dengan warna coklat muda. Haidar memeluk pinggang Vio dan membawanya semakin dekat dengan dirinya.

__ADS_1


"Ha- Haidar... ssshhh..." tak tahan lagi. Vio menarik wajah Haidar dan mendekatkan dirinya, ******* bibir Haidar yang manis seperti biasanya. Wangi aroma alkohol tak ia hiraukan. Sudah biasa baginya. Bibir mereka saling menyatu, lidah mereka saling ******* satu sama lain. Saling berdecap merasakan rasa masing-masing. Sesekali Vio menggigit kecil lidah Haidar yang membuat pria itu semakin memperdalam ciumannya.


Dengan gerakan pelan Vio mendorong tubuh Haidar hingga terlentang di atas kasur, tanpa melepas pagutan bibir mereka. Dia membungkuk dan melepas satu persatu kancing baju Haidar.


'Mmmmmhhh... " Haidar menerima segala perlakuan Vio, dia mendesis saat Vio membelai milikya yang sudah mengeras.


Sssshhhh ... Aahhh... Yumna...


Dalam hati dia memanggil Yumna, lalu dia tersadar saat dia membuka mata. Warna mata itu berbeda. Yumna memiliki iris mata dengan warna coklat gelap, bukan coklat terang.


Haidar mendorong tubuh Vio ke samping hingga wanita itu memekik karena terkejut, terjengkang dengan kedua siku menahan tubuhnya.

__ADS_1


Haidar bangkit duduk, dia mengusap sudut bibirnya yang basah karena saliva dengan punggung tangan.


"Ha-Haidar..." panggil Vio tak percaya. Haidar bisa mengentikan kegiatan panas mereka, padahal dia yakin jika obat itu tak akan gagal. Tapi kenapa...?


Haidar bangkit berdiri, dia memalingkan wajahnya dari Vio yang setengah bertelanjang. Bahkan dia tak menaruh minat lagi pada apa yang menjadi mainannya tadi. Beberapa bercak merah karena ulahnya terlihat di beberapa bagian tubuh putih itu. Gunung kembar yang kini menggantung tak lagi bisa membuat dirinya tergoda ingin bermain-main kembali. Bayangan wajah Yumna membuat dirinya tersadar. Yang dia inginkan saat ini Yumna, bukan Vio!


"Haidar... kenapa?" tanya Vio tak percaya.


Haidar tak menggubris pertanyaan Vio. Fikirannya tak karuan. Dia sangat ingin bertemu dengan Yumna sekarang!


Tanpa bicara satu patah katapun dia melangkah pergi meninggalkan Vio sendirian yang kini masih mematung menatap kepergian Haidar.

__ADS_1


"HAIDAAAARRR.... AAAKKKHHHHH!!!" teriak Vio frustasi. Dia menarik rambutnya hingga rontok beberapa helai di tangannya. Nafasnya memburu. Kesal. Marah. Murka menjadi satu.


"AKKHHHH. Kenapa dia bisa tinggalkan aku sendiri !!" jerit Vio hingga menggema di ruangan itu.


__ADS_2