
Yumna dan Syifa pergi ke Surabaya pada akhir pekan. Hanya sekedar berlibur dan menghilangkan penat, setelah ini tentu saja mereka akan kembali pada kesibukan masing-masing. Kedua adik kembar juga ikut bersama dengan mereka. Alasan klasik, protes pada sang kakak jika mereka tidak diajak serta maka akan merajuk. Yumna hanya bisa mengiyakan saja. Toh, mereka berdua juga berguna untuk membawakan barang dan sebagainya.
Kota Surabaya, sudah lumayan lama Yumna tidak berkunjung kemari. Mereka berempat baru saja turun dari pesawat saat malam di hari Jumat.
Keempat orang itu kini menunggu jemputan mereka, Abian, sepupu angkat Yumna yang akan menjemput mereka kemari.
"Ini sudah malam, Kak. Apa dia lupa jemput kita?" tanya Azkhan sedikit kesal. Sudah hampir tiga puluh menit mereka di sini, menunggu laki-laki muda itu menjemput.
"Kakak, aku lapar," ujar Syifa. Yumna mengerutkan keningnya, padahal sebelum berangkat ke bandara Syifa sudah makan, dan lagi selama di dalam perjalanan di atas pesawat anak ini tidak berhenti mengunyah.
"Aku juga lapar, beli makanan yuk!" ajak Arkhan. "Kalian mau titip apa?" tanyanya lagi pada yang lainnya.
"Aku ikut aja!" seru Syifa lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Gue titip yang mengenyangkan aja," jawab Azkhan.
__ADS_1
"Kakak?" tanya Arkhan pada Yumna.
"Kopi aja lah, dingin kalau ada." Pinta Yumna.
"Oke!" Arkhan dan Syifa pergi ke sebuah kedai makanan yang ada di bandara tersebut, tak lama mereka kembali lagi dengan banyak makanan di tangan keduanya.
"Astaga! Banyak amat!" Terkejut Yumna melihat tangan Syifa yang penuh dengan makanan yang dia beli. Syifa yang ditatap seperti itu menyunggingkan senyuman.
"Kan ini juga kali aja Kak Yumna dan Azkhan mau."
"Ya sudah, mana pesanan Kakak." Yumna menadahkan tangannya dan meminta pesanannya tadi, segera Arkhan memberikan apa yang Yumna pesan.
Semua orang memakan makanan mereka masing-masing.
Seorang pemuda datang dengan sedikit terengah, terlihat dia kepayahan dan sedikit membungkuk saat sudah dekat dengan Yumna dan ketiga adiknya.
__ADS_1
"Eh, sorry. Lama nunggu, ya?" tanya Abian setelah berhentilah di sana. Keempat orang itu menoleh pada Abian yang masih membungkuk sambil menarik napasnya.
"Lama lah, kita hampir se jam loh nunggu di sini, tau gitu tadi berangkat pake taksi aja. Dah sampai kali ke tempat nenek," ujar Azkhan kesal. Dia sudah sangat mengantuk sekali, selalu seperti itu setelahnya jika menaiki pesawat, entah mengapa. Azkhan menguap lebar dan menutupnya dengan punggung tangan.
"Sorry, jalanan macet. Yuk, pulang sekarang?" tanya Bian.
"Bentar! Aku belum selesai makan!" seru Syifa lalu memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya.
"Makan di mobil saja, ini udah malam, Kak. Aku ngantuk!" Azkhan mulai kesal.
"Tanggung dua suap lagi." Dengan mulut yang penuh makanan Syifa berbicara.
Bian menatap Syifa yang tidak ada perubahan sedari dulu, tetap saja gadis itu terlihat unik daripada ketiga yang lainnya.
Makanan telah habis dengan cepat, membuat Syifa sulit bernapas, mulutnya menggembung akibat makanan yang banyak di dalam mulutnya.
__ADS_1
"Ayo kita pulang!" ucap Syifa tak jelas, tapi semua orang mengerti dan bangkit dari duduknya. Syifa berjalan sambil mengunyah makanannya dengan susah payah.