YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
245. Ternyata ....


__ADS_3

"Popcorn?" tawar seseorang dari belakang keduanya. Yumna dan Syifa menolehkan kepala ke arah belakang dan terkejut saat melihat seseorang yang mereka kenal. Hampir saja Syifa berteriak karena keterkejutannya. Untung saja anak itu sigap menutup mulutnya dengan erat.


"Kalian ngapain di sini?" tanya Yumna. Arkhan dan Azkhan tersenyum meringis, kini salah satu dari mereka melompat ke kursi depan melewati sandaran kursi. beberapa popcorn yang Azkhan pegang terjatuh ke lantai.


"Kami ikut nonton, lah. Enak aja, masa Syifa doang sih yang diajak nonton, kami enggak. Pilih kasih banget sih, Kak Yumna!" ucap Azkhan sedikit kesal. Ucapan laki-laki itu diprotes oleh beberapa orang yang ada di sana, empat orang itu terlalu berisik dan membuat konsentrasi berkurang.


"Eh, kan kalian tadi gak ada," ucap Yumna memelankan nada suaranya. Mereka kini duduk bersama dalam satu deret. Arkhan juga baru saja melompat dari kursi belakang kini duduk di samping Yumna.


"Soda?" tawar Arkhan seraya mengulurkan soda dengan ukuran besar pada kakaknya.


"Ah, kebetulan sekali. Kakak memang haus dan juga lapar," ucap Yumna dengan nada yang sangat pelan. Begitu juga dengan Syifa, dia menyambar popcorn ukuran jumbo dan langsung memakannya dengan rakus. Azkhan yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Elu lapar, Kak?" tanya Azkhan. Syifa mengangguk tanpa menoleh kepada adik bungsunya dan memilih menikmati makanan tersebut dan juga film di hadapannya.


Film kini telah berakhir, semua yang ada di sana keluar dengan sangat teratur, satu persatu meninggalkan kursi mereka.


"Tau kalian ikutin kita, tadi tuh nonton penari, deh," ungkap Syifa kesal.


"Dih, kayak yang berani aja," ujat Arkhan dengan nada jahilnya. Azkhan yang mendengar ucapan kakaknya itu tertawa dengan terbahak, tidak peduli dengan orang lain yang menatap mereka dengan bingung.


"Iya, sih berani ... kalau gak sampai nangis," ucap Yumna yang lain tertawa sedangkan Syifa kini merengut sebal.


"Ih, Kakak mah. Tega!" ujarnya seraya meninggalkan ketiga saudaranya.

__ADS_1


Meraka kini berhenti sejenak pada foodcourt yang ada di sana, semuanya sepakat untuk makan malam di luar, tentu saja dengan meminta izin terlebih dahulu pada mamanya lewat telepon.


Makanan ala Jepang menjadi tempat mereka kini menikmati makan malam. Syifa dan juga Azkhan memesan lebih banyak dari dua yang lainnya. Meja yang mereka tempati kini hampir penuh dengan makanan yang telah mereka pesan.


"Kamu yakin mau makan semua itu?" tanya Yumna menunjuk semua pada pesanan adiknya.


"Iya!" teriak serentak Syifa dan juga Azkhan. Yumna merasa tidak percaya dengan keduanya, kini malah mengadakan lomba makan tercepat.


"Ya ampun, kalian ini. Tidak baik makan terburu-buru seperti itu," ucap Yumna saat kedua adiknya itu kini berlomba siapa yang menjadi tercepat. Dua orang itu sibuk makan dan abai dengan ucapan kakaknya.


Yumna dan Arkhan hanya menatap kedua kakak dan adik yang tidak ada bedanya. Bahkan, jika orang lain melihat kakaknya ini, Syifa bagai anak bungsu saja di keluarga mereka, tubuhnya tidak terlalu tinggi kalah jauh dengan kedua adiknya. Entah apa karena mereka adalah laki-laki?

__ADS_1


"Aku akan menang," ucap Azkhan yang kemudian ditepis tangan laki itu oleh Syifa.


__ADS_2