
Bian semakin kesal mendengar ucapan Juan yang seperti sedang menggoda Yumna. Pria itu rasanya ingin sekali menyeret Juan keluar dari kafe ini dan melemparkannya ke jalanan. Melihatnya tergilas oleh ban mobil yang sekarang ini sedang banyak melintas di luaran sana.
Kurang ajar sekali pria ini! Berani-beraninya dia menggoda Yumna di depanku! batin Bian dengan kesal.
"Eh ngomong-ngomong, ini siapa?" tanya Juan kepada Yumna. "Apakah teman kamu, Yumna?"
"Ehm, dia ...."
"Aku ini adalah orang yang sangat dekat sekali dengan Yumna. Iya, kan Yumna?" ucap Bian sengaja memotong dengan cepat ucapan Yumna.
Mendengar hal itu, Juan menjadi kesal. Dia merasa sakit dan juga marah mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh pria itu.
"Benar itu, Yumna?" tanya Bian meminta kepastian jawaban dari Yumna.
"Be ...."
__ADS_1
"Benar sekali! Apa kamu gak percaya? Bahkan aku juga tau berapa ukuran pakaian Yumna dan juga apa makanan kesukaan dia," ucap Bian dengan santai. Dia mencium aroma kesal dan juga marah dari pria ini. Tatapan yang lembut pada Yumna, tapi garang terhadapnya membuat dia serasa ingin semakin membuat pria itu menjadi lebih marah lagi.
"Bian! Hentikan! Jangan bicara lagi! Kamu ini apa-apaan sih?" Yumna melotot tajam pada Bian. Dia tidak suka dengan candaan Bian yang seperti itu.
"Apa maksud kamu sampai tau ukuran bajuku?" tanya Yumna dengan kesal.
"Lah aku memang tau, kok. Kan aku pernah belikan kamu baju," ucap Bian dengan santai lalu memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Dia tersenyum tipis saat melihat pria yang ada disampingnya ini terlihat mengeratkan tangannya pada sendok yang sedang dia pegang.
"Sudah hentikan, Bi. Bercandamu gak lucu!" peringat Yumna kepada sepupunya ini.
"Itu kan karena nenek yang minta. Kalau nenek gak bilang mana kamu mau bawakan aku baju ke pesta itu!" seru Yumna dengan kesal.
"Maaf, Juan. Sepupuku ini memang begini orangnya. Maafkan ya." Yumna meminta maaf, membuat Juan menghela napasnya dengan cukup lega.
Ternyata cuma sepupu, batin Juan.
__ADS_1
"Oh cuma sepupu? Aku kira sesuatu!" ejek Juan pada pria yang ada di sampingnya ini.
Bian melotot tajam dengan penuh rasa kesal saat mendengar dan melihat sikap pria ini kepadanya.
"Apa masalah kamu kalau aku cuma sepupu? Memangnya kamu ini siapa? Bukan siapa-siapa Yumna, kan?" Bian balas mengejek Juan.
Yumna merasakan hawa tidak enak di dalam sini. Makan siang yang biasa saja kini menjadi tidak enak suasananya karena kedatangan dan juga perdebatan kedua pria ini. Mereka masih saling melemparkan kesal dan juga saling menyindir satu sama lain. Berdebat bagai anak kecil yang saling memperebutkan boneka.
Kepala Yumna semakin sakit kala mendengar sindiran halus satu kepada yang lainnya. Dia tiba-tiba saja berdiri dan menggebrak meja. Beberapa orang yang ada di dalam sana menatap heran kepadanya. begitu juga dengan Juan dan juga Bian.Mendongak ke arah Yumna yang berdiri di depan mereka.
"Kalian kalau mau lanjutkan, silahkan. Aku akan kembali ke kantor!" seru Yumna lalu berjalan dengan cepat meninggalkan merkea berdua.
"Dia marah sama elo!" ucap Bian yang menatap kepergian Yumna.
"Marah sama kamu," ucap Juan tidak mau disalahkan.
__ADS_1
"Marah sama kita," ucap Bian mengalah kali ini