
Yumna menikmati makanan itu dengan Bian. Tidak hanya menikmati makanan saja, tapi keduanya juga mengobrol ringan mengenai keseharian mereka, atau dengan tingkah konyol yang Bian buat saat Yumna tidak ada.
"Aku tuh kangen tau, kamu gak ada. Mana gak pernah telepon lagi," ucap Bian dengan kesal. Mulutnya masih mengunyah makanan yang belum dia telan.
"Siapa bilang aku gak pernah telepon? Aku telpon sama nenek," ucap Yumna setelah menelan makanannya.
"Kenapa sama aku enggak?" tanya Bian dengan kesal.
"Lah, aku mau telepon kamu apaan? Gak ada yang penting juga!" seru Yumna tidak peduli seraya memasukkan kembali makanan yang ada di depannya.
"Ya apa lah gitu. Kangen kek, atau apa kek!" ujar Bian dengan kesal. Padahal dia merindukan wanita ini dengan sangat, tapi kenapa wanita yang ada di hadapannya ini sangat cuek sekali? Kejaaammm!
Dari kejauhan, seorang pria dan seorang wanita masuk ke dalam tempat itu. Mereka berdua terlihat sangat akrab sekali dengan si pria yang menarik kursi untuk wanita cantik yang datang bersamanya.
Pria itu tersenyum kepada si wanita. Dia kemudian duduk di kursinya. Tangannya melambai memanggil seorang pelayan yang ada di dekat sana. Tapi sebelum pelayan itu datang, dia terpaku ketika melihat seorang wanita di kejauhan sana sedang makan berdua dengan seorang pria. Mereka terlihat akrab sekali, hingga membuat hatinya terasa sakit melihat keakraban itu. Dia tidak tahu siapa pria yang bersama dengan yumna, tapi pria itu terlihat sangat berbeda dari yang dia temui kemarin. Tubuhnya dan juga potongan rambut dari pria itu sangat berbeda.
__ADS_1
"Kamu mau pesan apa?" tanya wanita yang tadi datang bersamanya.
"Juan!" panggilnya lagi ketika orang yang dia panggil hanya terdiam.
"Hai kamu mau pesan apa?" tanya wanita itu lagi yang kini membuat Juan tersadar.
"Eh apa?"
"Kamu mau pesan apa?" tanya wanita itu lagi.
Rani yang merasa bingung dengan perhatian Juan menatap ke arah yang sama dengan pria itu.
S**iapa sih yang dilihat? batin Rani.
Hingga makanan datang pria itu masih saja menatap lurus kearah depan.
__ADS_1
Rani tetap mengikuti kemana arah pandang adik sepupunya itu. Di sana barulah dia tahu kemana arah pandangan Juan. Satu persatu orang-orang yang ada di dalam ruangan ini telah pergi, Rani kini mengerti kemana pandangan Juan. Seorang wanita dan juga seorang pria ada di sana sedang mengobrol.
K**enapa dia melihat ke sana terus? Apa mungkin wanita itu orang yang ...
Rani terdiam tidak meneruskan pemikirannya. Dia ingin bertanya, tapi dia juga takut kepada Juan.
"Kamu lihat apa sih?" tanya Rani sambil memegang lengan Juan.
Juan tersentak dengan apa yang dilakukan oleh kakak sepupunya ini.
"Aku nggak lihat apa-apa," jawab Juan kepada Rani. Dia lalu menarik piring yang ada di depannya untuk dinikmati. sesekali matanya itu melirik ke arah Yumna berada. dia mengepalkan tangannya saat melihat orang yang dia sukai ternyata akrab dengan pria lain.
"Siapa sih dia?" tanya Rani yang penasaran.
"Bukan siapa-siapa!" jawab Juan dengan ketus.
__ADS_1
Rani yang memperhatikan raut wajah Juan kini mengerti. Pria ini sepertinya sedang merasa cemburu. Tidak pernah Rani melihat Juan yang seperti ini.