
Di tengah malam, Laras terbangun, dia merasa sakit di sekujur tubuhnya. Di pandangnya sosok pria yang sedari senja sudah ada di pelukannya, pria itu tidak melepaskan pelukannya meski hanya sedetik saja.
'Aku haus, aku ingin ke kamar mandi, aku lapar,' batin Laras berteriak.
Saat ia merasa putus asa, Alex mulai merubah posisi tubuhnya dengan melepaskan diri dari pelukan Laras, gadis itu merasa lega.
'Huft! akhirnya,' batin Laras.
Dengan berhati-hati, Laras turun dari ranjang, dia berjalan pelan kemudian membuka pintu kamar utama se-pelan mungkin agar tidak terdengar oleh bos Alex.
Kedua kakinya mulai melangkah menuju dapur, sesampainya di sana, Laras mulai mencari makanan. Gadis itu mengingat jika ada banyak makanan di dalam kulkas. Karena dia terlalu haus, saat membuka pintu kulkas, bukan makanan yang dia cari di dalam lemari pendingin itu tetapi Laras mengambil satu botol jus jeruk sisa tadi pagi dan langsung meminumnya sampai habis, kemudian dia meletakan botol itu di meja makan yang ada di depannya.
"Aku seperti orang yang berjalan di tengah gurun pasir dan menemukan oasis, ini segar sekali!" ucap Laras sebahagia itu meminum jus jeruk di saat kehausan.
Tap...tap...tap...
Langkah kaki itu terdengar samar, dan mendekati Laras.
Langkah itu terhenti di belakang tubuhnya, tiba-tiba ada sesuatu yang melingkar di pinggangnya, karena merasa terkejut, dia berteriak.
"Hantu!!!" pekik Laras sambil menutup matanya.
Laras mulai memberontak, dia kira memang benar-benar hantu yang memeluknya dari belakang, tapi saat ada suara yang terdengar dari arah belakang telinganya, dia mulai mengatur nafasnya, dia berusaha menenangkan dirinya yang sedang panik itu.
"Sayang, kau meninggalkanku begitu saja, kau tega sekali!" Suara tidak asing dari seorang bos mafia kesayangannya.
"Kau tidur nyenyak sekali bos Alexku sayang, aku tidak ingin mengganggu waktu istirahatmu. Kau tahu? perutku meronta meminta makan dan minum, kau tidak mengizinkanku bergerak bebas, alhasil aku mencuri waktu. Di saat kau berpindah posisi, aku kabur!" jawab Laras.
"Apa itu caramu untuk pergi dariku? menungguku lengah dan kau akan kabur?" goda Alex.
"Memangnya aku bisa kabur kemana? kau saja selalu menghantuiku, dasar bos hantu!" ledek Laras.
"Aku si hantu tampan," jawab Alex.
"Bos Alex Fernando si hantu tampan, bagus juga itu," ucap Laras.
"Kau sedang apa?" tanya Alex sembari meletakkan dagunya di pundak Laras dengan kedua tangan masih melingkar di pinggangnya.
"Aku baru saja menemukan oasis," tukas Laras.
"Cih! apa kau seorang pengembara asing yang melewati gurun pasir dan menemukan oasis?" ledek Alex.
__ADS_1
"Kau tahu saja, aku pengembara cinta yang menemukan pria tampan bak oasis di tengah gurun pasir yang menyegarkan seperti jus jeruk yang telah habis ku minum ini," goda Laras.
"Kau pandai sekali menggodaku! lain kali tidak akan ku ampuni jika kau pergi tanpa seizinku," jelas Alex.
"Iya, maaf, aku yang salah," jawab Laras.
Laras berbalik, dia menatap wajah bos Alex, mata bos Alex terlihat sayu, dia masih mengantuk.
"Kau tahu? matamu tidak bisa berbohong, dia ingin sekali kembali tidur karena masih mengantuk," ucap Laras.
"Kita lanjutkan peluk sampai pagi yang kau janjikan!" pinta Alex.
"Haha, kau ini benar-benar ya? big baby!' ucap Laras sambil memeluk tubuh bos Alex.
"Kau memelukku seperti ini apa tidak takut akan terjadi sesuatu?" tanya Alex.
"Tidak, karena hari ini adalah hari menahan diri," ledek Laras.
"Sial! sampai kapan kau akan menyiksaku! Richi tidak kunjung datang! kapan aku akan menikah dan menyentuhmu!" jawab Alex merasa kesal.
"Tenang, kita akan segera menikah, kau tunggu sebentar lagi," ucap Laras sambil melepaskan pelukannya.
Tiba-tiba terdengar suara helikopter dari lantai atas gedung, Alex sumringah.
'Mafia itu! dia terlihat begitu bahagia,' batin Laras.
Gadis itu mengekor langkah bos Alex, perlahan kakinya menaiki tangga menuju lantai atas gedung, di lihatnya sang pilot sudah menerbangkan helikopternya, dia melihat bos Alex sedang berbincang dengan dua orang di landasan helipad.
'Itu terlihat seperti Richi dan Angela' gumam Laras.
Saat keduanya berjalan ke arah Laras, baru dia bisa melihat dengan jelas. Ternyata dugaannya benar, orang yang bersama Alex adalah Richi dan Angela.
"Kita akan menikah, kau tahu? aku sangat senang!" ucap Alex saat berhadapan dengan sang kekasih.
"Dia kenapa?" tanya Angela.
"Bosmu itu memang sedang bahagia, biarkan saja," jawab Laras.
"Dia terlalu bahagia! dia bos mafia yang kekanak-kanakan," jelas Richi.
"Sial!" tukas Alex sambil merangkul leher Richi dan mengajaknya turun ke lantai bawah.
__ADS_1
Angela dan Laras tersenyum melihat tingkah lucu kekasih masing-masing.
"Ibu tidak ikut?" tanya Laras.
"Ini masih dini hari, dia akan kemari bersama tuan Hans dan pendeta," jelas Angela.
"Hari ini aku akan menikah, Angela," celetuk Laras.
"Iya nona, kau tenang saja, kak Richi sudah mempersiapkan segalanya, tidak perlu khawatir!" jawab Angela.
"Di atas dingin sekali, ayo kita turun ke lantai bawah, aku akan membuatkanmu teh hangat," ucap Laras.
"Baiklah," jawab Angela.
Dua gadis cantik berlatar belakang berbeda itu, melangkahkan kedua kakinya menuruni tangga untuk sampai ke lantai bawah.
Di saat keduanya sampai di lantai bawah, pemandangan menakjubkan terlihat, ada dua sahabat yang sedang bermain video game.
"Mereka berdua kalau sudah bersama memang melupakan statusnya," celetuk Angela saat melewati sofa tempat duduk Alex dan Richi.
"Kalian para gadis tidak akan tahu rasanya bermain video game bersama sahabat," jelas Alex.
"Cih! apa kau sudah mempersiapkan segalanya? ku lihat tuan Richi tidak membawa apapun," ledek Laras.
"Richi adalah sahabatku yang terbaik, dia sudah menyiapkan segalanya di ruang khusus yang berada di kamar tamu, di sana sudah ada segala hal yang kita perlukan untuk menikah, hanya kurang seorang pendeta dan kedua orang tuamu," jelas Alex.
"Aku ingin melihat gaunku!" pinta Laras.
"Kau cium aku dulu, setelah itu, aku akan memberitahumu," jawab Alex sambil fokus dengan video gamenya.
"Hahaha, Lex, kau memang selalu yang terdepan," ucap Richi.
Seketika itu kedua sahabat melakukan tos, Alex dan Richi bekerjasama untuk menggoda Laras.
"Jangan hiraukan mereka nona, para pria memang banyak tingkah, oh ya, kau bilang akan membuatkanku teh, ayo kita ke dapur! aku tidak sabar menikmati teh hangat buatanmu," ajak Angela.
Dengan rasa kesal, Laras dan Angela menjauhi dua pria menyebalkan itu menuju dapur.
Saat Laras membuat teh hangat untuk Angela, mereka terlibat perbincangan yang menarik seputar kisah cinta sang gadis dan bos mafia.
"Bosku itu memang terlihat seperti anak kecil, dia bertingkah seperti itu saat berada di dekat orang-orang yang ia sayangi, dia menjadi bos sekaligus kakakku yang yang sangat aku hormati, dia menjadikanku pandai dalam segala hal, saat aku tahu dia jatuh cinta padamu, aku senang, karena kau pasti akan menjaganya dengan baik dan tidak akan melukai hatinya," ucap Angela.
__ADS_1
"Aku tahu tentang itu semua Angela, terima kasih telah mengingatkannya kembali, " jawab Laras.