
Kedatangan Tuan Xiauling sudah di tunggu oleh nyonya Fira di ruangannya. Kini sang pria tua datang dengan orang yang berbeda, orang yang datang bersamanya terlihat lebih berumur dan terkesan kaku. Tuan Xiauling di persilahkan duduk oleh nyonya Fira. Ceo Dounghun Farmasi itu memberikan sepuluh lembar surat perjanjian yang harus di tanda tangani oleh Tuan Xiauling.
"Mohon di baca terlebih dahulu agar Tuan Xiauling bisa memahami isi dari surat perjanjian ini." Ucap nyonya Fira.
"Tidak perlu, aku percaya kepadamu."
Tuan Xiauling langsung menandatangani surat perjanjian itu dengan cepat. Setelah itu mereka saling berjabat tangan.
"Sekarang giliran Tuan Xiauling memenuhi permintaanku, dimana si mafia itu menyembunyikan anakku?" Tanya nyonya Fira.
"Kau wanita cantik yang tidak sabaran, kau telefon suamimu dulu, jangan bermain-main denganku. Suruh anggotanya pergi, baru aku akan mengajakmu bertemu anak gadismu." Jawab Tuan Xiauling.
Nyonya Fira tersentak, dia tidak menyangka jika Tuan Xiauling mampu menebak hal yang mustahil di ketahui oleh orang awam, nyonya Fira akhirnya menyadari betapa berbahayanya Tuan Xiauling.
"Maksud Tuan Xiauling apa? aku tidak memahaminya." Ucap nyonya Fira berpura-pura tidak mengerti dengan apa yang di katakan pria tua di depannya itu.
"Katakan pada suamimu, cepat!!! atau kau akan lenyap!!!" Jawab teman dari Tuan Xiauling yang sedari tadi diam tetapi sekali bicara langsung menodongkan senjata api ke arah nyonya Fira.
Nyonya Fira merasa terancam, dia berusaha untuk tetap tenang. Dia mencari ide agar bisa keluar dari dua pria tua mengerikan ini.
"Tuan, turunkan senjata api anda. Aku akan menelfon suamiku." Jawab nyonya Laras.
Nyonya Laras menelfon Tuan Hans agar menyuruh semua anggota kepolisian yang menyamar menjadi karyawan nyonya Fira agar menyingkir dari kantornya, sebelum nyonya Fira selesai berbicara, pria tua yang tengah menyandera dirinya itu tiba-tiba merebut ponsel miliknya.
__ADS_1
"Berikan kami 200 Triliun, istrimu akan aku lepaskan." Ucap pria tua.
"Apa kau sedang mengancam seorang kepala polisi?" Tanya Tuan Hans.
"Aku tidak perduli dengan statusmu itu, aku hanya perduli dengan uangku. Kau dan istrimu telah bersekongkol dan mengingkari perjanjian, putri kalian tidak akan pernah selamat, bawa uang 200 triliun itu ke kantor istrimu. Pastikan kau tidak mengajak siapapun, kalau kau tidak menuruti permintaanku, nyawa istrimu sebagai taruhannya."
Pria tua itu menutup panggilan telefonnya dan membekap mulut nyonya Fira, perlahan kedua orang berbahaya itu keluar dari ruangan nyonya Fira. Semua karyawan terkejut karena nyonya Fira sedang di sandera oleh dua orang koleganya.
Beberapa anggota polisi yang menyamar sebagai karyawan nyonya Fira, segera bertindak, mereka bersama-sama menodongkan senjata api ke arah Tuan Xiauling dan temannya itu.
"Turunkan senjata api kalian atau nyonya Fira akan tewas seketika di depan kalian semua. Ikuti perintah kami!!!" Ucap pria tua yang membekap mulut nyonya Fira.
Semua karyawan berkumpul menjadi satu, mereka berlindung di belakang para anggota polisi yang berjumlah sepuluh orang itu.
Tidak berapa lama kemudian, datanglah Tuan Hans dengan dua anggotanya membawa uang senilai dua ratus triliun yang di minta oleh Tuan Xiauling dan pria tua itu. Terjadilah pertukaran antara nyonya Fira dan uang tersebut.
Tuan Xiauling menghadapi para polisi itu dan pria tua membawa nyonya Fira masuk ke dalam mobil milik Tuan Xiauling kemudian melarikan diri.
Beberapa anggota polisi yang sedang berkelahi dengan Tuan Xiauling merasa kewalahan, mereka semua roboh. Semua karyawan berhamburan keluar kantor untuk menyelamatkan diri.
"Hans, ini salahmu dan istri cantikmu itu. Jika kalian berdua tidak berdusta padaku, kalian tidak akan menjadi seperti ini." Ucap Tuan Xiauling yang kabur sambil membawa koper berisi uang dua ratus triliun itu.
Setelah Tuan Xiauling kabur, Tuan Hans bangkit. Ternyata tadi Ia berpura-pura pingsan, dua timah panas itu tidak mempan karena sang kepala polisi sudah mengantisipasinya dengan memakai rompi anti peluru. Untung saja penjahat itu melepaskan dua timah panas itu ke arah dadanya, nyawanya masih bisa di selamat untuk kali ini.
__ADS_1
"Tuan Xiauling masih licik saja." Gumam Tuan Hans.
Dia menelfon beberapa tenaga kesehatan untuk merawat para anggotanya yang terluka akibat berkelahi dengan Tuan Xiauling. Beberapa menit kemudian, orang yang di maksud datang.
Dia meminta kepada para tenaga kesehatan untuk segera merawat anggotanya karena dirinya akan mengejar dua penjahat yang membawa istrinya itu.
Tuan Hans naik mobil dinasnya, dia melaju sangat cepat sembari melihat ponselnya. Dia sedang mengikuti titik merah yang ada di ponsel itu, titik merah itu adalah mobil dari Tuan Xiauling. Dia telah memasang alat pelacak di koper itu yang terkoneksi dengan ponsel miliknya. Jadi, dengan mudah Tuan Hans mampu menemukan tempat persembunyian Tuan Xiauling.
"Mereka membawa istriku ke arah sebuah hutan di kota selatan. Baguslah dengan mudah aku akan menemukan markas besar milik Tuan Xiualing." Ucap Tuan Hans.
Titik merah tiba-tiba berhenti di sebuah tempat, Tuan Hans mengikuti petunjuk yang di berikan oleh alat pelacaknya, ternyata setelah Ia berhenti di titik merah itu, dia berhenti di sebuah jembatan.
Tuan Hans keluar dari mobil, dia kemudian mengumpat setelah tahu alat pelacak miliknya telah di buang di jembatan itu.
"Sial!!! aku tidak boleh meremehkan mereka berdua, mereka tahu jika aku memasang alat pelacak di koper itu dan sengaja membuangnya di jembatan ini."
Tuan Hans kemudian menelfon wakilnya untuk segera menyusun rencana untuk melakukan pencarian sang istri yang di bawa kabur oleh Tuan Xiauling. Tuan Hans meminta semua anggotanya untuk melakukan pencarian yang terfokus ke arah hutan di kota selatan. Sedangkan dirinya juga sedang berusaha mencari sang istri menelusuri jalan yang di lalui dua penjahat itu, berharap ada beberapa petunjuk yang di tinggalkan sang istri ataupun kedua penjahat itu yang akan membantu dirinya dalam menemukan keberadaan sang istri.
"Ini semua karena Alex, si mafia sialan itu. Jika dia tidak berhubungan dengan anakku, mana mungkin istri dan anakku akan mengalami hal semacam ini. Kau memiliki banyak hutang padaku, Tuan Alex Fernando. Kau akan membayar semua ini dengan harga yang sangat mahal." Ucap Tuan Hans.
Tuan Hans mempercepat laju kendaraannya, tetapi di tengah jalan, dia di hadang oleh dua mobil. Orang di dalam mobil itu keluar, mereka berjumlah enam orang.
Salah satu orang menghampiri Tuan Hans dan memaksanya keluar dari mobil. Tuan Hans memberontak, karena kalah jumlah, kepala polisi itu dengan mudah berhasil di robohkan.
__ADS_1
"Bawa kepala polisi sialan ini menghadap bos kita, dia terlalu berani dan sok berkuasa." Ucap salah satu orang yang menghadang Tuan Hans.
Mereka membawa masuk Tuan Hans yang tidak sadarkan diri itu ke dalam mobil dan membawanya pergi menghadap bos mereka.