
Satu jam berlalu, Laras dan Alex masih di dalam kamar, mereka benar-benar memanfaatkan momen kebersamaan ini dengan baik.
"Sayang, apa aku boleh bertanya kepadamu?" tanya Laras.
"Boleh, ada apa?" jawab Alex.
"Apakah kau memiliki gadis lain?" tanya Laras.
"Tidak, apa kau masih memikirkan tentang siapa Livy Garcia itu?" jawab bos Alex.
"Iya sayang," jelas Laras sembari memainkan jarinya di dada bidang sang mafia.
"Kau membuatku geli sayang, hentikan memainkan jarimu didadaku," ucap bos Alex yang dengan lembut sembari menggenggam pergelangan tangan sang kekasih.
"Sayang, lepaskan tanganku," jawab Laras menolak dengan halus genggaman tangan Alex, sang mafia kemudian melepas genggaman tangan itu perlahan.
Kedua mata mereka saling bertatap, ada raut sendu di mata Laras yang menyiratkan ketidaksetujuan sang kekasih saat dekat dengan gadis lain. Posisi mereka yang berbaring di atas ranjang yang sama, dengan tangan Alex menjadi bantalan kepala Laras, membuat situasi menjadi semakin hangat dan intim, di tambah Alex yang senantiasa mendekap tubuh Laras di dalam pelukannya, menambah keromantisan pasangan yang berbeda latar belakang itu. Alex benar-benar menunjukkan sisi betapa dia sangat mencintai dan ingin melindungi Laras dengan baik meskipun saat ini kekasihnya sedang merasa cemburu kepada gadis bernama Livy Garcia.
"Sayang?" tanya Laras.
"Kau diamlah di sana," jawab Alex yang menghimpit tubuh Laras hingga wajah Laras terbenam di dada bidangnya.
"Siapa Livy? jelaskan padaku," pinta Laras.
"Saat aku mengatakannya, berjanjilah kau tidak akan marah," jawab bos Alex.
"Jika dia bukan kekasihmu, aku tidak akan marah," tukas Laras.
__ADS_1
"Baiklah, akan aku ceritakan siapa Livy itu," jawab Alex.
Sang mafia menghembuskan nafasnya perlahan dan mulai menceritakan lebih detail kepada sang kekasih tentang sosok seorang gadis bernama Livy Gracia yang membuat Laras Nugraheni gundah gulana itu.
"Dia adalah gadis yang terganggu mentalnya karena ulah kakakku. Entah sejak kapan kakakku menjalin hubungan dengan Livy, karena Livy adalah gadis biasa yang menjalani hidup normal seperti dirimu. Kak Justin memintaku merawat gadis itu karena dia sudah bosan dengan sikap Livy yang menuntutnya menikahinya. Kak Justin melakukan kesalahan dengan menghamili gadis itu. Alhasil sang gadis stres karena sikap kakakku yang tidak bertanggung jawab itu, kak Justin membawanya ke pusat rehabilitasi. Saat sang gadis tahu kak Justin memasukkan obat penggugur kandungan di minumannya, dia semakin terluka dan merasakan sakit hati yang mendalam, atas dasar itu, dokter memintaku untuk pura-pura menjadi kekasihnya agar mempercepat proses penyembuhannya, hari ini genap tiga tahun kami berpura-pura menjadi pasangan, karena aku jarang datang menjenguknya, dia sering menelponku, namun selalu aku abaikan, tapi entah mengapa dia tiba-tiba menghubungiku, aku hanya sekedar membantu menyembuhkan luka gadis itu, tidak lebih, kami tidak melakukan kontak fisik selain pelukan dan menggenggam tangan, kau percayakan padaku?" jelas Alex.
"Belum, aku harus bertemu dengannya dulu, setelah itu, mungkin aku bisa mempertimbangkannya," jawab Laras.
"Besok aku akan mengajakmu pergi ke sana," ucap bos Alex.
Untuk sesaat, Laras terdiam, dia tiba-tiba membayangkan masa depannya kelak bersama Alex, dia takut Alex akan memperlakukannya seperti Justin yang bejat itu, dia merasa seorang mafia tidak benar-benar lembut, jika sang mafia berlaku demikian karena ada tujuan tertentu. Dia menjadi pusing sendiri bergelut dengan prasangkanya sendiri yang di penuhi rasa cemburu dan kekhawatiran itu.
"Sayang? apa kau sudah tidur?" tanya Alex.
"Belum, aku pusing," jelas Laras dengan mata tertutup dan tetap berada di dalam dekapan tubuh sang mafia.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Alex.
"Tidak akan terjadi sayang, kau tidak perlu khawatir," ucap bos Alex.
Alex mempererat dekapannya dan mendengar samar-samar suara isak tangis dari sang kekasih.
' Dia gadis tidak tahu diri yang pernah ada di dunia ini, dia menangis untuk hal yang tidak berguna, padahal dia tahu, aku tidak akan pernah melepaskannya meski dia yang menginginkannya sekalipun,' batin Alex sembari membelai rambut Laras mesra serta mencium kepala Laras yang wangi itu.
...* * *...
Di ruang tamu, sedang ada kehebohan karena dua pasangan tua dan muda itu kembali bermain kartu dan menaburkan banyak tepung di wajah masing-masing.
__ADS_1
"Hey kak Richi, kau kalah, kau harus kena serangan tepung ini," ucap Angela yang mengoleskan tepung di wajah tampan sang kekasih.
Setelah itu, giliran tuan Hans yang mendapat hukuman, awalnya Richi enggan mengoleskan tepung di wajah pria tua itu, karena mendapat dukungan dari nyonya Fira, dengan yakin dia mengoleskan tepung itu tepat di wajah tuan Hans yang memicu tawa Richi, tuan Hans dan nyonya Fira.
Hari sudah menjelang malam, mereka menghentikan permainan kartu itu dan segera membantu nyonya Fira memasak makan malam. Karena banyak personil, akhirnya makanan siap dengan cepat. Saat semua sudah siap di tempat duduk masing-masing untuk menyantap hasil kerjasama mereka berempat dalam memasak, nyonya Fira teringat sang putri yang sedari tadi tidak keluar kamar. Dia berinisiatif mengajak Laras makan malam, sang ibu mengetuk kamar bos Alex dan mendapati Alex yang membuka pintu.
"Ada apa ibu mertua?" tanya Alex.
"Apa anakku sudah tidur?" jawab nyonya Fira.
"Iya ibu mertua, dia kelihatan sangat lelah hari ini," tukas Alex.
"Bagus, biarkan saja dia beristirahat, mari ikut ibu ke meja makan, kita makan malam terlebih dahulu," ajak nyonya Fira.
"Baik," ucap Alex yang mengekor langkah sang mertua menuju meja makan.
Mereka makan malam dengan sangat lahap di selingi dengan candaan khas ala Alex dan Richi yang membuat tuan Hans kesal.
Beberapa menit kemudian, acara makan malam sederhana telah usai, Richi dan Angela membantu mencuci piring, sedangkan tuan Hans dan nyonya Fira meminta waktu bos Alex untuk bicara, sang mafia mengajak keduanya masuk ke ruang kerjanya.
Saat di ruang kerja, bos Alex duduk di singgasananya sedangkan ibu dan ayah mertuanya duduk berhadapan dengannya.
"Apa yang ingin kalian sampaikan?" tanya Alex.
"Kami sudah mempersiapkan pernikahanmu, segeralah menikah," pinta tuan Hans.
"Ayah mertua, apa tidak terlalu cepat?" tanya Alex.
__ADS_1
"Tidak, kalian sudah sering menghabiskan malam bersama, apa kau kira aku tidak tahu, ha? kau pria brengsek jika tidak mau bertanggung jawab atas perbuatanmu," jawab tuan Hans emosi.
"Iya Lex, segeralah menikah, aku ingin anakku mendapat kebahagiaan yang sebenarnya, sejak kisah kau dan anakku di mulai, semua sudah penuh dengan kesalahan, maka perbaikilah dengan menikah, saat anakku menjadi istrimu, aku merasa tenang karena saat kami berdua tiada, kau akan selalu berada di dekat Laras untuk menjaga," jelas nyonya Fira.