
Tidak terasa 2 jam sudah berlalu, Yovan yang malang itu sudah meluapkan segala yang ada di dadanya. Rasa kesal kini sudah berkurang, kini dia menjadi manusia yang lebih bersemangat.
Awalnya Yovan mengira jika kembali ke geng bersama Alex, semuanya akan menjadi buruk tetapi ternyata tidak. Tuan Fudo lebih bersahabat, dia merasa harus menjadi orang yang melindungi sang mafia dan keluarganya di masa depan.
"Lex, silahkan jika kau ingin mengeksekusi kedua orang yang menyebalkan itu!" pinta Yovan setelah 2 jam melakukan sesi curhat dengan Alex.
"Oke, kau tetap di sini jagalah pintu ini jangan sampai ada orang yang masuk, meskipun itu Willy ataupun Zicko!" jawab salmafina dengan amarah yang membara, dia ingin sekali mengeksekusi kedua orang yang membuat hidupnya terusik.
KLEK!
Pintu kembali terbuka, kedatangannya mendapat sambutan kurang hangat dari kedua orang yang hampir menemui ajalnya itu.
Alex perjalanan menuju dua mata menyebalkan yang selalu menatap matanya dengan cara yang intimidasi.
"Jika kalian masih ingin hidup cobalah bersikap baik kepadaku, aku akan memberikan kalian! cium kedua kakiku kemudian hukuman hanya kurungan penjara!" Sang mafia masih memiliki belas kasihan dan memberikan penawaran.
__ADS_1
"Cih! aku tidak Sudi menerima tawaranmu yang cukup menarik itu, aku adalah penguasa kota New York! bagaimana bisa tunduk di hadapan mafia kelas rendah sepertimu!" Dio yang selalu saja memasang wajah penuh amarah dan mengatakan banyak hal yang sia-sia.
"Jika kematian yang pedih menjadi pilihan kalian berdua, aku akan mengabulkannya setelah ini!"
Alex menelepon Yovan yang ada di depan pintu ruang peradilan.
Dia meminta temannya itu untuk menyeret kedua orang yang tidak memiliki rasa takut kepadanya, sebenarnya Alex ingin menembak keduanya dengan jarak dekat tapi kematian yang cepat terlalu menyenangkan untuk Dio dan Dama, penjahat kelas kakap yang bodoh.
Beberapa menit kemudian, Yovan datang menggunakan dua tali.
Layaknya binatang peliharaan yang harusnya patuh dengan tuannya, Alex meminta kata-kata teman nya untuk mengikat leher keduanya menggunakan tali yang ia bawa.
....
"Kalian akan menggonggong setelah ini? masih berani?" tanya Yovan yang bertugas untuk mengikat leher Dio dan Dama.
__ADS_1
"Binatang kalian semua! mafia macam kalian memang harus mati setelah ini, aku memang akan pergi ke neraka tetapi MK akan menyerang mu juga ke neraka bersama kami berdua!" Sombong sekali Dama, tetapi karena Dama menyebut nama MK membuat Yovan geram.
"Jangan sebut nama pria brengsek itu di depan! apakah kau ingin ku cekik sekarang juga?" ucap Yovan setelah selesai mengikat tali di leher keduanya.
"Apakah kau mengenal MK bung?" Dama memperhatikan wajah Yovan dan ia menemukan sesuatu yang familiar.
"Apakah kau Yovan? pria yang menjadi sahabat MK waktu kuliah dulu? apakah benar kau?" tanya Dama Selama ini dia tidak memperhatikan wajah Yovan yang ternyata adalah sahabat dari MK.
Kenangan masa lalu bersama Yovan mengingatkannya akan suatu hal, Yovan bukanlah orang baru di dunia mafia.
Pria yang memiliki hubungan dekat dengan Tuan Fudo ini, sering terjerat banyak kasus tetapi bisa lolos.
Salah satunya adalah bisnis heroin yang sedang Dama geluti bersama Dio, dia merasa Yovan harus menolongnya.
"Kita pernah rukun bukan? bisakah kau lepaskan kami?" Dama meminta bantuan kepada Yovan.
__ADS_1
"Aku bisa melepaskan kalian berdua, setelah memenggal dan membakar tubuh kalian berdua!"
....