
Alex akhirnya sampai di perbatasan, Ia segera membawa sang sahabat ikut bersamanya dan meminta Franklin menggantikan tugas Richi.
Mereka berdua masuk kedalam mobil dan bergegas menuju tempat persembunyian Tuan Fu Renzo di hutan kota utara.
"Richi, aku mendapatkan fakta yang mengejutkan." Ucap Alex sambil menyetir mobil miliknya.
"Fakta apa, Lex?" Tanya Richi.
"Kak Justin bukan kakak kandungku." Jawab Alex.
"Apa yang kau katakan itu benar?" Tanya Richi.
"Aku belum mengetahuinya pasti, tapi menurut file yang ada di ruang baca Tuan Fudo, itulah kebenarannya." Jawab Alex.
"Wah, diam-diam kau juga menyelidiki Tuan Xiauling ternyata. Aku juga mendapatkan fakta yang mengejutkan tentang Tuan Xiauling, ternyata dahulu, Ibumu dan Tuan Xiualing pernah ada hubungan. Waktu itu, aku bertanya kepada seorang pria yang mengaku pernah satu sel dengannya saat mendapatkan hukuman." Ucap Richi.
"Dia pernah di penjara?" Tanya Alex.
"Iya, pria yang ku temui itu mengatakan jika Tuan Xiauling adalah pria berbahaya yang mendapat hukuman karena tega menculik anak pertama Tuan Fernando, Justin Steven. Ia mengira jika Justin adalah anak darinya dan nyonya Raihana." Jawab Richi.
"Aku semakin tidak mengerti dengan apa yang kau sampaikan." Ucap Alex.
Richard mengatakan jika nyonya Raihana adalah cinta pertama dari Tuan Xiauling, mereka menjalin kasih. Tapi hubungan itu harus kandas karena keluarga nyonya Raihana memilih Tuan Fernando sebagai calon suami sang gadis. Di saat pernikahan itu, nyonya Raihana sedang mengandung anak dari Tuan Xiauling. Tuan Fernando marah, tapi karena cintanya yang begitu besar kepada nyonya Raihana, Tuan Fernando mau menerima kenyataan pahit itu. Hingga kandungan sang istri mengalami keguguran di saat memasuki usia tiga bulan, akhirnya hilang sudah tanda cinta Tuan Xiauling dan Raihana. Tuan Xiauling tidak mengetahui tentang itu semua. Dia masih meyakini jika Justin adalah anaknya. Hingga selama di penjara, Ia selalu meminta secarik kertas dan tinta kepada sipir. Ia menulis impian-impiannya dan rencana licik yang akan di lakukan saat sudah bebas. Semua rencananya berhasil di laksanakan dengan baik, terbukti dengan hancurnya Blue Sea dari muka bumi.
Alex semakin penasaran dengan Tuan Xiauling. Ia meminta Richi untuk terus menyelidikinya hingga benar-benar mendapatkan kelemahan dari pria tua itu.
"Baik Lex, aku akan terus menyelidikinya sampai menemukan kelemahannya dan kita akan menghancurkannya dan Toxic." Ucap Richi.
__ADS_1
"Bagus Richi, aku juga akan membantu." Jawab Alex.
"Siap, Lex." Ucap Richi.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua sampai di hutan yang di maksud. Mereka melewati cukup banyak rintangan yang menghalangi perjalanan menuju tempat persembunyian Tuan Fu Renzo. Hingga mereka sampai di sebuah tempat yang di jadikan sebuah perguruan bela diri di tengah hutan yang sunyi. Mereka meyakini jika tempat ini adalah tempat persembunyian Tuan Fu Renzo.
Ia mencoba masuk ke dalam, namun di hadang oleh salah satu penjaga tempat itu. Richi mengatakan jika mereka adalah anak buah Tuan Fudo yang ingin bertemu dengan Tuan Fu Renzo karena ada hal penting yang harus di bahas.
"Kalian tunggu di sini, aku akan memberi tahu Guru kami terlebih dahulu dan kalian baru bisa masuk jika sudah mendapatkan izin darinya." Ucap salah satu penjaga tempat itu.
Sang penjaga masuk ke dalam dan berjalan menuju ruangan Gurunya. Ia mengetuk pintu ruangan dan Gurunya mempersilahkan masuk.
"Guru, ada dua orang asing yang ingin bertemu denganmu. Mereka mengaku sebagai anak buah dari Tuan Fudo." Ucap seorang penjaga yang ternyata adalah murid dari Tuan Fu Renzo. Ia sangat terkejut dan tidak menyangka jika akan kedatangan tamu dari luar, apalagi orang-orang dari Death Angel. Guru Fu meminta sang murid untuk mengizinkan Alex dan Richi masuk. Guru Fu menyuruh mereka menemuinya di ruangan miliknya. Sang murid mengiyakan perintah dari Guru Fu dan segera menyampaikan pesan dari gurunya kepada Alex dan Richi.
"Guru Fu mengizinkan kalian masuk. Mari ikuti aku, aku akan membawa kalian menuju ruangan Guru kami." Ucap sang murid.
"Guru Fu sudah menunggu kalian, masuklah." Ucap sang murid Guru Fu.
Mereka berdua membuka pintu ruangan itu dan mendapati seorang pria tua yang seumuran dengan Tuan Fudo tengah duduk di sebuah kursi yang terbuat dari anyaman bambu.
"Tuan Alex Fernando."
Pria tua itu beranjak dari tempat duduknya saat melihat wajah Alex, dia memeluk bos mafia itu penuh kasih. Ia mempersilahkan Richi dan Alex duduk, kemudian Guru membuatkan minuman herbal untuk menghilangkan rasa lelah yang mereka alami.
"Kalian pasti lelah, aku buatkan ramuan yang akan membuat kalian sedikit lebih baik." Ucap Guru Fu.
"Terima kasih Tuan Fu." Jawab Alex.
__ADS_1
Di sela keduanya menyeduh minuman herbal buatan Guru Fu, Tuan Fu Renzo bertanya tentang tujuan Alex dan Richi jauh-jauh dari kota untuk menemuinya.
"Kami ingin mencari informasi terkait Tuan Xiauling. Tuan Fudo menyuruh kami datang kepada anda." Ucap Alex.
"Luar biasa, si tua itu masih saja berulah. Baiklah, kalian ingin mendapatkan informasi seperti apa dariku." Jawab Guru Fu.
"Tuan Xiauling sudah menabuh genderang perang dengan kami. Tolong Tuan bantu kami mengalahnya. Dia terlalu licik untuk di hadapi, Tuan Fudo mengatakan jika hanya anda yang mampu membantu kami." Ucap Alex.
"Aku memiliki satu rahasia yang akan dengan mudah membuat Xiauling tidak dapat berkutik." Ucap Guru Fu.
"Apa itu?" Tanya Alex.
"Kakakmu." Jawab Guru Fu.
"Kakakku sudah meninggal dalam kecelakaan, mana mungkin orang mati bisa di ajak bertarung." Ucap Alex.
"Siapa bilang Tuan Justin sudah tiada, Ia ada bersamaku. Aku yang merawatnya."
Jawaban Tuan Fu Renzo membuat Alex dan Richi senang meskipun ada raut kekhawatiran di wajah mereka.
"Dimana Kakakku?" Tanya Alex.
"Ada di sebuah ruangan yang aku buat khusus untuknya, agar dia segera sembuh. Untuk saat ini jangan menemuinya dulu. Justin masih dalam kondisi labil secara emosi. Aku khawatir dia akan marah saat melihat kedatangan kalian, terutama Tuan Alex. Dia menganggap jika Tuan Alex adalah penghalang segala langkahnya. Tuan Justin terlalu ambisius menjadi pengusaha, aku tidak menyangka jika Tuan Fernando yang baik itu bisa memiliki anak yang bertolak belakang dengan sifatnya." Jawab Guru Fu.
"Terima kasih Tuan Fu Renzo telah merawat kakakku dengan baik. Dia terlalu di manja oleh Ibuku, mungkin saja hal itu yang membuatnya egois dan harus mendapatkan apa yang Ia inginkan, meskipun caranya salah." Ucap Alex.
Mereka bertiga terlibat obrolan yang menyenangkan hingga tidak menyadari ada bahaya yang mengintai. Tanpa sepengetahuan mereka, Waylin sedari tadi menguping pembicaraan mereka. Waylin sangat ingin masuk ke dalam ruangan Guru Fu, tetapi Ia belum siap jika harus berhadapan dengan Alex dan Richi, kondisinya masih sangat lemah untuk hal itu.
__ADS_1
"Sial!! ternyata mereka bertiga bersekongkol untuk menghancurkan Tuan Xiauling. Tidak akan aku biarkan itu terjadi, aku harus membawa Tuan Justin pergi dari sini dan membawanya pulang kembali ke kota." Gumam Waylin kesal.