Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Musuh dalam selimut!


__ADS_3

Tuan detektif tersenyum saat lawan bicaranya tiba-tiba saja menutup panggilan teleponnya. Dia tidak tersinggung ataupun merasa sakit hati, karena pekerjaannya memang menyelidiki para mafia dan orang-orang yang bermasalah.


Tuan detektif yang memiliki nama Cleo adalah seorang pecinta kopi, sebelum memulai pekerjaannya mendeteksi posisi sang mafia, dia terlebih dulu membuat secangkir kopi.


Dia tinggal di sebuah apartemen mewah di pusat kota New York, sudah sekitar 5 tahun ini dia berada di kota tersebut. Cleo pernah mendengar jika sang mantan bos juga pindah di kota yang sama dengan dirinya, tetapi itu semua bukan menjadi urusannya lagi. Intinya dia sudah melepaskan diri dari Death Angel kemudian meniti karir dari nol menjadi seorang detektif. Semua ilmu yang ia dapat di geng mafia terdahulu, sangat bermanfaat saat ia menjadi seorang detektif.


"Bos mafia seperti apa yang akan aku selidiki kali ini? jika itu Alex, mungkin aku akan mati seketika. Bagaimana bisa aku berurusan dengannya lagi? padahal aku sudah sejauh ini pergi menghindari segala hal tentang geng mafia itu!" Cleo masih sakit hati dengan kata-kata sang mafia, itulah penyebab dirinya mengundurkan diri dari organisasi hitam itu.


Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, inilah saat yang tepat untuk mendeteksi orang yang harus ia dapatkan sesegera mungkin.


Cleo berada di meja kerjanya diitemani secangkir kopi. Pria itu, menatap layar laptop sama sembari tangan mengetik di keyboardnya.


Tidak ada wajah yang terdeteksi di setiap file yang ia temukan, Cleo mulai frustasi karena data bos mafia yang yang ia retas adalah data 10 tahun yang lalu.

__ADS_1


"Cih, aku sedang berhadapan dengan orang yang memiliki kekuasaan, dia mampu menyembunyikan identitasnya dengan sangat baik. Tidak ada seseorang yang bisa melakukan hal ini, selain bos Alex," ucap Cleo yang memahami seluk-beluk kehidupan mantan bosnya, selain pandai dalam taktik bertarung, sang mantan bos juga memiliki kekuasaan yang bisa melakukan apapun.


Cleo hampir menyerah, tetapi dia terkejut saat salah satu file menunjukkan wajah istri sang mafia.


Mata Cleo terbelalak, dia mengingat jelas sosok wanita yang ada di layar laptopnya itu. Seorang wanita yang sangat cantik dan menjadi kesayangan bosnya dulu.


Tuan detektif sudah pasrah dengan apa yang ada di depannya, semua hal yang terjadi di dalam hidupnya adalah kuasa Tuhan, tidak ada yang bisa memungkirinya lagi.


"Oh, kebetulan jika orang itu adalah Alex Fernando! meskipun aku kesal tetapi bukan berarti aku akan menjadi pria jahat seperti dulu. Hm, sakit hati ini akan segera terbalas!" Cleo sangat berharap bisa bertemu sang mafia dan berduel dengannya.


"Sudah sangat jelas, aku akan melawan Alex Fernando!" ucap Cleo dengan senyum menyeringai, dia segera menutup laptopnya dan beranjak dari tempat duduknya.


Cleo berjalan menuju rak buku, dia memilih salah satu buku dari rak tersebut.

__ADS_1


"Ini adalah buku pemberian bos Alex, dia pernah mengajariku ku cara menaklukkan musuh tanpa perlu berperang, sudah saatnya aku mempraktekkan ilmu yang sudah diberikan kepadaku." Cleo gunakan ilmu yang sudah diberikan oleh bosnya, dia benar-benar menabuh genderang perang dengan Alex Fernando.


Lembar demi lembar buku tersebut ia buka, kemudian ia pelajari kembali apa yang ia dapatkan.


"Lex, Lex! kau salah telah membiarkanku pergi begitu saja dengan membawa buku ini, kau akan mengira jika aku bukan pria yang bisa berkhianat, kau salah Lex! kali ini kau yang harus turun dari tahtamu dan menjadi mayat yang dimakan oleh ikan hiu! Hahaha... aku adalah pemenangnya sekarang!"


Cleo sangat bahagia karena dia mengetahui kelemahan sang mafia, akan sangat mudah baginya merobohkan penguasa geng mafia tersebut.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2