
Halo reader setia bang Alex, lama tak jumpa.
Aku bawa kisah lanjutan Aarav, anak pertama bang Alex, juga disisipi kisah adik-adiknya yang super jahil.
Langsung aja ya baca ...
Seri ketiga dari Cinta Satu Malam Bos Mafia.
Keluar dari penjara
Setelah menjalani hukuman yang cukup panjang, akhirnya Aarav bisa bebas.
Meskipun menyandang gelar narapidana, dia tetaplah cucu dari kakek Hans dan bos mafia Alex Fernando.
"Suamiku akan keluar dari penjara," batin Netta yang merasa senang sebab suaminya bisa menghirup udara bebas.
Hal lain yang sangat ia rindukan adalah cinta dari Aarav.
Selama beberapa tahun ini, dia sangat rajin menjenguk Aarav.
Sang kakek memberikan akses untuk bertemu dengan Aarav, meski harus melewati izin yang sangat rumit dari Alex.
Ayah mertuanya tidak suka jika Netta terlalu memperhatikan Aarav.
Sebab seorang Aarav yang banyak tingkah, tidak pantas mendapatkan ampunan dari siapapun.
Tapi untuk Netta, semua itu sangatlah ambigu, sebab cintanya kepada sang suami sangatlah besar.
Dia akan menempuh segala cara agar mendapatkan izin menatap orang yang sangat ia cintai.
"Anak tidak tahu malu itu, kenapa bisa bebas sih? harusnya sampai akhir hayat di bui saja," ucap Alex ketus.
Dia merasa kesal karena sang anak sudah membuatnya malu kepada Gerald, besannya.
Sebelumnya, Alex sangat terkenal dengan kesetiaannya, tetapi sang putra tertua justru memiliki sifat yang sangat unik dan berbeda darinya.
"Sayang, kau bisa diam tidak? Kau kan tahu jika menantu kita sangat mencintai Aarav, harusnya kau menahan emosimu," jawab Laras sambil berbisik.
__ADS_1
Laras mencegah sang suami untuk bertindak terlalu jauh, padahal selama ini Netta sangat menunggu Aarav bebas.
"Tidak masalah mommy, Aarav memang harus mendapatkan ganjaran dari setiap perbuatannya karena memang dia bersalah. Mommy tidak boleh galak dengan daddy Alex, kasihan."
Netta yang memahami perasaan kedua mertuanya, tidak ingin memicu keributan, hingga sosok Aarav tiba-tiba muncul dari balik tubuh sang kakek.
Netta sangat bahagia, dia merasa mendapatkan durian runtuh.
Begitu beruntungnya Netta karena mendapatkan keluarga yang sangat menyayanginya.
Meski sang ayah telah tiada, dia tidak pernah mendapatkan kesulitan serta kekurangan kasih sayang.
Gerald pergi dalam damai, Netta berusaha keras untuk memberikan yang terbaik.
Akan tetapi Tuhan berkata lain.
Ge harus kembali kepada sang pencipta.
Sosok tampan itu masih mengenakan baju tahanan dan menghampiri Netta.
"Net?" ucap Aarav.
Netta memeluk tubuh kekar itu dengan sangat bahagia, sang istri tidak menyangka bisa melewati masa sulit itu.
Adya dan Bella kebetulan ada di sana, kedua adik Aarav langsung mengerjai sang kakak.
"Gas pol."
"Lima anak."
Aarav dan Netta menahan tawanya, mereka berdua sedang tidak ingin membicarakan anak, sebab masih ingin menikmati kebersamaan.
Sang mafia juga ikut mengomentari hal ini.
"Heh dua anak yang sama saja sifatnya, kenapa selalu mengejek kakakmu, pulang sana! Adya, urus istrimu!"
"Istriku sedang ada di rumah ayahnya, dia kan sedang hamil, mana bisa aku melewatkan kesempatan mengerjai kakak."
"Benar sekali."
__ADS_1
Bella dan Adya sangat senang membuat kisruh di kantor polisi.
Bahkan kehadiran sang kakek tidak dianggap sama sekali.
"Kalian tidak ingat kakek Hans?"
"Kakek sudah tua, masuk saja sana."
Bella dan sang kakek main kejar-kejaran sampai sang kakek harus mengeluh sakit punggung.
Laras meminta sang ayah untuk berhenti bermain dengan cucu-cucu.
Sedangkan Aarav dan Netta merasa dunia hanya milik berdua. Pasangan suami istri itu berjalan menuju mobil sport, hadiah dari bos mafia untuk anak terbaiknya, Aarav.
"Sayang, ini mobil pemberian daddy Alex," ucap Netta dengan senyum yang sangat manis.
"Wah, selama hidup, daddy tidak pernah sebaik ini denganku. Kau memang berkah bagiku sayang."
Aarav memeluk tubuh sang istri, hampir saja memberikan sentuhan itu di luar ruangan, sang istri langsung mencegahnya.
"Heh, di tempat umum!"
"Hanya bibir saja, kenapa kau sangat posesif."
"Kita jalan-jalan dulu ya? aku yang menyetir."
"Kau memangnya bisa menyetir?"
"Tentu saja, kenapa tidak bisa? selama ini yang menggantikan kau sebagai bos siapa kalau bukan aku?"
Aarav merasa bangga dengan sang istri yang sangat cepat belajar, tapi Aarav juga cemas, jika Netta menjadi wanita pintar, pasti akan mendapatkan banyak perhatian dari semua laki-laki.
"istriku, bisa melakukan segalanya, dia pasti tidak akan membutuhkan aku lagi," batinnya.
Sang istri memahami isi hati Aarav, sang istri tersenyum.
"Aku akan tetap bersamamu, apapun keadaannya."
Kata-kata sang istri membuat Aarav tenang.
__ADS_1
*****