Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Dio vs Alex


__ADS_3

"Kebetulan bertemu denganmu di sini, aku akan lebih mudah mempermalukan istrimu!" ucap Dio dengan keberanian setinggi langit.


Padahal setelah ini dia akan habis ditangan sang dewa kematian.


"Katakan apapun sebelum pita suaramu itu hancur, karena setelah ini kau akan habis di tanganku!"


"Haha, Alex Fernando si dewa kematian yang telah membunuh kakakku, jangan harap kau semudah itu bisa menghabisiku! kau lihatlah orang-orang ku sudah datang, dia akan menghabisimu setelah ini!"


Alex tidak memperdulikan ucapan Dio, dia menyimpan amplop coklat di dalam bajunya kemudian berkelahi dengan Dio.


Mereka terlibat baku hantam yang sengit, sehingga para karyawan yang ada di stasiun televisi itu merasa ketakutan.


Mereka berhamburan keluar dari stasiun televisi tersebut karena sudah ada banyak orang yang berpakaian serba hitam menghampiri Alex dan dan ingin memukulnya secara beramai-ramai.


Tapi, sang mafia terlalu sigap untuk mendapatkan serangan dari arah belakang.


Dia segera menarik tubuh Dio dan mengambil pistol yang ada di saku celananya kemudian menjadikan pria kurang ajar itu tawanannya.


"Maju satu langkah, aku akan menembak kepalanya berulang kali," ancam sang mafia.


Membuat anak buah Dio harus mundur teratur agar sang bos tidak terluka.

__ADS_1


"Brengsek kau Lex, lepaskan aku!"


"Tidak akan, sebelum ayahmu datang dan menyerahkan diri!"


"Cih! tidak semudah itu kau membawa ayahku, dia sedang bersama para mafia yang kelasnya lebih tinggi darimu. Mereka akan datang menyelamatkanku dan membuatmu menyesal karena telah menjadikanku tawananmu!"


"Bermimpilah melihatku mati, karena aku akan hidup lebih lama dari kalian semua!"


"Sialan kau Lex! Hey kalian? mengapa hanya diam saja? cepat maju dan beri peringatan kepada pria sialan ini agar mengetahui siapa dia sebenarnya!"


Tak ada yang mampu maju ke depan untuk melawan sang mafia, karena sebagian besar anak buahnya sudah mengetahui track record sang mafia dalam membantai para musuhnya.


"Bodoh! kalian bodoh!"


"Cepat kalian maju! bunuh Alex sekarang juga!_ perintah Dio.


"Diam kau brengsek!" tukas sang mafia sembari memukul tengkuk anak kedua Dio hingga pingsan.


"Dia lemah sekali! kau lihat? ini adalah pria yang kalian agung-agungkan, tapi sekali pukul dia langsung pingsan! apakah pantas dia disebut bos?"


"Diam kau Lex! ayo semua serang dia!" jawab salah satu yang berkuasa di bawah Dio yang merasa terhina karena sang bos terlalu mudah dilumpuhkan.

__ADS_1


Alex masih bersama raga Dio, dia menggunakan raga itu untuk melindungi dirinya dari pukulan para anggota Dio.


Semua anak buah Dio menyerang sang mafia tetapi selalu saja pukulan itu mendarat di wajah ataupun tubuh sang bos.


"Sial! kita justru memukul bos Dio, brengsek kau Lex!"


"Haha, rasakan itu! aku tidak perlu susah payah untuk menghajar Dio, karena kalian sudah mewakilinya, aku berterima kasih untuk itu!"


Alex tetap menggunakan Dio sembari memberikan beberapa pukulan kepada anak buah sang musuh.


Tetapi sang mafia lalai, satu tembakan musuh, berhasil menembus lengannya, darah segar 'pun mengucur sempurna dari lengannya itu.


"Haha, kau sangat sombong Lex! rasakan!" ucap salah satu anggota bos Dio.


DOR!


DOR!


DOR!


"Rasakan ini juga! ini untukmu yang telah menertawakanku!"

__ADS_1


....


__ADS_2