
Yovan yang masih lemah, mencoba untuk menyingkirkan tubuhnya ke arah tembok. Dia bersandar di sana, sedangkan Tyuzu masuk bersama MK yang duduk di kursi roda.
"Tuan, pakailah jaket dan topi ini, aku akan menurunkan MK secara perlahan ke langit, setelah itu, kau duduklah di kursi roda ini," pinta Tyuzu.
"Baiklah," jawab Yovan setuju.
Si gadis melancarkan aksinya, hanya butuh beberapa menit untuk menyingkirkan MK dari kursi roda itu.
Kini giliran Tyuzu membantu Yovan duduk di kursi roda.
Dia meletakkan tangan Yovan di pundaknya, sedangkan tangannya melingkar di pinggang Yovan.
"Kau cukup kuat untuk ukuran gadis kecil," puji Yovan sembari menatap wajah cantik Tyuzu.
'Kenapa jantungku berdetak dengan kencang?' batin Yovan saat tatapan matanya terbalas.
"Tuan? apa yang kau lihat?" tanya Tyuzu dengan wajah polosnya.
"Tidak, tidak ada." Yovan langsung memalingkan wajahnya agar tidak terlalu kentara jika dirinya sedang mengagumi wajah cantik si gadis.
__ADS_1
"Kalau begitu, duduklah jangan diam saja," pinta Tyuzu.
"Oh, oke. Maaf, aku sedang tidak fokus. Tubuhku terasa sakit semua," keluh Yovan. Dia mengatakan alasan yang ada di otaknya seketika itu juga, tanpa pikir panjang.
"Nanti aku akan merawat Tuan setelah kita kabur dari sini. Tapi jika Tuan bersedia tinggal sementara waktu di rumahku yang sangat sederhana tanpa perabotan satupun. Ayah pergi meninggalkan banyak hutang, bahkan aku menjadi jaminannya. Seluruh barang berharga yang keluarga kami miliki telah tergadai untuk membayar hutang," jawab si gadis yang merasa bahwa dia memikul beban yang berat.
"Tidak masalah, dimanapun berada, jika itu denganmu, aku tidak mempermasalahkannya." Si Yovan salah berucap, atau apa. Dia merasa lidahnya begitu mudah mengatakan hal tersebut.
"Oh, begitu kah?" Tyuzu tersenyum manis di depan Yovan yang salah tingkah.
"Iyalah, Cih! memangnya kau secantik itu? sampai aku harus menatapmu tanpa henti?" Gawat, si Yovan lidahnya kepleset tanpa henti.
"Sudah siap Tuan?" tanya Tyuzu yang akan mendorongnya keluar dari jeruji besi tersebut.
"Siap!" jawab Yovan yakin.
Pelan tapi pasti, Yovan yang berada di atas kursi roda dengan Tyuzu yang mendorongnya, keluar dari ruangan itu. Tapi nahas, baru saja membuka pintu ada seorang penjaga yang ingin masuk ke dalam.
"Hey gadis malam, kau mau kemana?" tanah si anak buah MK.
__ADS_1
"Tuan MK kelelahan karena habis 4x ronde, dia ingin pergi jalan-jalan sebentar karena kakinya sakit, jadi aku mengantarnya menggunakan kursi roda." Si gadis mengatakan hal itu secara refleks.
"Oh, oke, tidak masalah. Pergilah bersenang-senang," pinta sang anak buah.
Tyuzu hanya tersenyum dan kembali mendorong kursi roda menuju pintu belakang markas itu.
Beberapa menit kemudian...
"Ya Tuhan, akhirnya kita bebas juga," tukas Tyuzu saat mendapati dirinya berada di padang yang luas, tepatnya di belakang markas MK.
"Diam, nanti anak buah MK datang. Kau lihat mobil itu?" jawab Yovan memperingatkan, dia juga menunjuk ada dua mobil yang berada di belakang markas itu.
"Iya, apa kau memintaku untuk mengemudikan mobil itu? maaf, aku tidak bisa." Si gadis sudah kalah sebelum berperang.
"Aku nanti akan mengajarimu." Yovan mendongak ke arah Tzuyu dengan senyuman penuh makna.
"Oke Tuan," jawab Tzuyu yang membalas senyum itu.
....
__ADS_1