Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 91


__ADS_3

"Apa kau memang tidak serius dari awal berhubungan dengan anakku sehingga kau ragu untuk menikahinya dan hanya memanfaatkan anakku untuk kepentingan pribadimu saja?" tanya tuan Hans.


"Ayah dan ibu, jika kalian meragukanku, baiklah, biarkan aku yang bertindak, aku akan melamar gadisku, aku yang akan mengajaknya menikah, apa kalian senang?" jawab Alex.


"Jika kau serius dengan ucapanmu, kami akan merasa senang," tukas tuan Hans.


"1000% serius karena aku sangat mencintai Laras," jawab tuan Hans.


"Bagus, buat kami bangga memiliki menantu hebat sepertimu Lex, bahagiakan anak kami, pistolku akan senantiasa mengarah ke kepalamu jika kau berani menyakiti bahkan membuat anakku menangis, camkan itu pria sialan! asal kau tahu, aku dulu sangat ingin kau tiada, tapi aku tidak menyangka jika kau yang akan menjadi ayah dari cucu-cucuku kelak, sial sekali aku ini!" tukas tuan Hans.


Nyonya Fira dan Alex tersenyum mendengar keluh kesah kepala polisi itu, ingin menyesal juga tidak ada gunanya.


Ayah dan ibu Laras telah menyampaikan tujuannya mengajak sang mafia berbicara, kemudian mereka meminta untuk pergi dari ruangan itu karena ingin beristirahat.


"Richi, masuk ruanganku, ada hal penting yang harus aku sampaikan," ucap bos Alex di sambungan teleponnya.


"Baik bos!" jawab Richi.


Beberapa menit kemudian, sang sahabat masuk ke dalam ruang kerja bos Alex, dia menghampiri bos Alex yang sedang duduk di sofa.


"Ada apa kau menyuruhku kemari?" tanya Richi.


"Duduklah," pinta bos Alex.

__ADS_1


"Aku sudah duduk, sekarang apa lagi?" tanya Richi.


"Bantu aku mencari pulau dan beli pulau itu," pinta bos Alex.


"Ha? apa kau ingin membuat negera baru?" tanya Richi.


"Dengarkan aku baik-baik Richi, besok aku ingin pergi ke pusat rehabilitasi untuk menjenguk Livy, tetapi kedua orang tua Laras ingin aku segera menikahi anaknya karena mereka pikir aku akan mempermainkan Laras jika tidak segera ku nikahi. Aku ingin melamar Laras di pulau yang hanya aku dan dia di sana, bagaimana menurutmu? apa dia akan menyukainya?" tanya Alex.


"Jika aku adalah nona Laras, aku akan sangat suka bos. Kau ingat tidak dengan tuan Immanuel? bos Nangham Corp yang pernah bekerja sama dengan kita? dia memiliki sebuah pulau pribadi yang sudah lengkap fasilitasnya, aku akan hubungi dia, kau terima beres saja," pinta Richi.


"Kau memang sahabat terbaikku Richi," jawab Alex.


"Jika tidak dengan mengabdi padamu, aku akan berterima kasih dengan apa? kau sudah terlalu baik denganku selama ini," tukas Richi.


"Bukan masalah besar, kau bisa mengandalkanku," jawab Richi.


"Baik, sekarang kau kembalilah ke pelukan gadismu itu, dia akan marah-marah padaku jika aku tidak menyuruhmu segera pergi," ucap bos Alex.


"Dia akan memakluminya. Lex, bisa kau jelaskan, mengapa nona Laras bisa mengetahui tentang Livy Gracia? kalau tidak salah, aku mendengar kau mengatakan jika besok ingin menjenguk Livy di pusat rehabilitasi," jawab Richard.


"Dia tidak sengaja mengetahuinya, aku juga salah waktu itu terlalu akrab bicara dengan Livy, aku hanya ingin menolongnya tidak lebih dan momen lamaran ini akan menjadi bukti kasih sayang yang aku berikan kepada Laras adalah suatu keseriusan," ucap bos Alex.


"Kau sudah banyak berubah semenjak ada nona Laras," jawab Richi.

__ADS_1


"Iya, dia itu gadis yang paling cantik dan seksi yang pernah aku temui, meski banyak wanita rela melepas bajunya di depanku, dan menggodaku sedemikan rupa, aku tidak goyah sendikitpun, tapi saat aku bertemu Laras, semua berbeda, aku rela kelelahan untuk membuatnya nyaman lagi, lagi dan lagi. Aku tidak bisa menahan hasratku saat bersamanya, harum tubuhnya, rambutnya yang indah, suara merdu yang selalu membuatku ingin memberikan kasih sayangku padanya, sepenuhnya, menjadi budak cintanya adalah takdir terindah untukku, aku sangat mencintainya, terlalu mencintainya hingga aku gila," tukas Alex.


Richi tersenyum mendengar semua curahan hati sang sahabat. Dia juga merasakan kebahagiaan yang tengah di rasakan oleh sang bos yang notabene pria kejam dan bengis itu. Dia benar-benar tidak menyangka sang bos akan melewati fase jatuh cinta meski usianya tidak muda lagi. Richi berharap pernikahan sang bos dengan Laras akan langgeng dan Alex segera memiliki banyak baby untuk meramaikan kehidupan rumah tangga keduanya.


Alex merasa lega setelah mengutarakan segala hal yang ada di dalam hatinya, dia kemudian berpesan kepada Richi untuk terus memantau pergerakan tuan Albram Zein dan Gerald, bisa saja mereka memliki banyak rencana tersembunyi untuk menghancurkan dirinya dan Death Angel. Bos mafia itu juga meminta Richi bekerja sama dengan Willy dan Angela dalam menjalankan segala tugas selama bos Alex pergi.


Richi mengiyakan perintah bos Alex, dia meminta izin untuk segera kembali menemui sang kekasih untuk menyampaikan tugas yang telah di berikan bos Alex.


"Baru kali ini aku merasakan kantuk yang teramat," ucap bos Alex sembari duduk di sofa dengan mata terpejam serta menyilangkan kedua tangan di dadanya.


...* * *...


Di kamar bos Alex Laras perlahan membuka matanya dan mencari sang kekasih yang tidak berada di sampingnya. Gadis itu turun dari ranjang dan keluar dari kamar bos Alex, dia mencari sang mafia di dapur, kamar tamu, dan dia terkejut saat ada dua orang yang menonton televisi sambil serius menatap ponsel masing-masing. Laras masih setengah sadar, dengan badan terhuyung-huyung, dia mencoba bertanya kepada keduanya tentang keberadaan bos Alex.


Richi mengatakan jika sang bos sedang berada di ruang kerjanya, dia menjawab dengan ekspresi serius dan tanpa berkedip, kedua matanya fokus menatap layar ponselnya.


Mendengar sang kekasih berada di ruang kerjanya, Laras dengan perlahan masuk ke dalamnya. Dia tersenyum melihat pria tampan idamannya ada di depannya kini. Laras mendekati sang bos dan duduk di sebelahnya, dia menyenderkan kepalanya di pundak sang kekasih sembari sesekali melihat wajah lelah Alex yang begitu menggemaskan.


'Awalnya aku merasa jika mengenalmu adalah sebuah kesalahan, kesialan dan keterpurukan, namun semua itu sirna saat kau membuktikan ketulusanmu sayang, kau tahu, aku sangat love,love,love hingga perasaan ini membuatku gila. Kau pria pertama yang mampu meluluhkan keras kepalaku dan egoku saat tidak ingin move on, kau segalanya bagiku sayang, tetaplah bersamaku, mencintaiku, menjadi pasangan yang tak terpisahkan meski sudah kakek dan nenek,' batin Laras.


"Mengapa kau kemari?" Suara bos Alex yang terdengar jelas itu membuat Laras terkejut.


"Astaga! dia memejamkan mata sambil bicara, dia terlihat sangat menyeramkan," ucap Laras.

__ADS_1


__ADS_2