Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Perbincangan Kepala polisi vs Sang mafia


__ADS_3

Di dalam mobil, sang mafia meminta Tuan Hans duduk di sebelahnya, dengan alasan agar ada teman mengobrol. Awalnya, kelima anak kembar sang mafia enggan memberikan persetujuan karena mereka merasa sudah lama tidak bertemu dengan kakeknya. Ini adalah kesempatan emas untuk bermain dengan sang kakek, namun sang kakek memberikan penjelasan, ia akan memberikan banyak hadiah jika kelima cucunya menuruti semua ucapan sang mafia. Di tambah dengan kesempatan bermain sepuasnya dengan dirinya pagi sampai malam menjelang, karena dia akan memperpanjang liburannya di New York. Kelima cucu bersorak-sorai, mereka berlima tidak mempermasalahkan saat daddy mafia sini duduk di samping Tuan Hans.


Alex segera menghidupkan mesin mobilnya, negosiasi yang tidak alot membuatnya bersemangat untuk menyetir mobil, dia juga tidak sabar untuk sampai ke rumah Guru Fu.


Banyak misteri yang belum terungkap, apalagi ada dua tawanan yang belum ia eksekusi. Semuanya masih misteri, membuat sang mafia bersemangat untuk menyelidikinya dan dengan cepat akan menghabisi mereka semua yang telah lancang mengganggu keluarganya.


"Lex, apa kau baik-baik saja?" tanya Tuan Hans, dia melihat raut kekhawatiran di wajah sang menantu.


"Oh, aku baik-baik saja, memangnya aku kenapa?" Sang mafia mencoba untuk menghindar dari pertanyaan sang ayah mertua yang mencurigai gelagatnya yang tidak biasa.


"Aku merasa kau memikirkan sesuatu, biasanya kau akan mengejekku bahkan menghinaku. Tetapi kali ini aku hanya diam, senyummu juga sangat dipaksakan. ada apa? coba kau ceritakan kepadaku," ucap Tuan Hans yang memahami keadaan sang mafia yang yang memiliki banyak musuh.

__ADS_1


"Kita bicarakan semua ini di rumah Guru Fu, ayah mertua jangan membahas tentang musuh di depan anak dan isteriku. Laras sudah curiga jika aku menyembunyikan sesuatu darinya," bisik sang mafia yang sangat pelan mengatakan hal yang rahasia itu kepada Tuan Hans.


"Dia tidak akan dengar, coba kau lihat? isterimu sedang bermain dengan anak-anakmu," ucap Tuan Hans yang menoleh ke arah Laras yang sedang asyik bermain rubik bersama kelima anaknya, serta sang isteri yang sedang sibuk ikuti arahan Laras dalam bermain rubik.


"Ayah saja yang mewakiliku melihat mereka, aku harus fokus menyetir," jawab sang mafia, jawabannya sangat logis. Membuat sang mertua begitu kagum dengannya.


"Kau selalu berhati-hati Lex, aku menyukainya. Ini menjadi point plus, aku memilihmu menjadi menantuku." Sang mertua begitu percaya diri jika kriteria menantu dalam diri sang mafia sudah di atas rata-rata, padahal sebelumnya dia sangat membenci sang mafia. Takdir hidup sang kepala polisi harus bertekuk lutut di bawah kuasa sang mafia.


Sang mertua hanya tersenyum sinis, dia sepertinya tidak menyukai jika masa lalunya diungkit.


"Aku hanya bercanda ayah mertua, jangan diambil hati." Sang mafia menepuk pundak sang ayah mertua, dia merasa mengatakan hal yang keterlaluan.

__ADS_1


Sang ayah mertua memahami sikap Alex yang ingin memberikan hiburan di tengah kerinduan yang mendalam antara keluarganya dengan kedua mertuanya.


"Guru Fu itu, temannya Fudo bukan?" tanya sang mertua penasaran.


"Iya, apa kau mengenalnya?" Sang mafia mengira jika sang ayah mertua tidak mengenal Tuan Fudo atau Guru Fu, ternyata Tuan Hans sepertinya sangat familiar dengan ketua Death Angel itu.


"Sempat mendengar namanya saat Xiauling sialan itu merebut perusahaan isteriku, tapi hanya sekali." Sang ayah mertua ternyata hanya mendengar namanya, belum melihat orangnya. Bisa Alex pastikan, jika sang ayah mertua menemui Tuan Fudo, dia akan terkejut karena Tuan Fudo adalah seorang tetua Death Angel yang memiliki track record di dunia hitam yang cukup membuat orang ngeri jika mengetahuinya.


Meskipun Tuan Fudo tak sekejam sang adik, namun pria itu lebih berbahaya saat berhadapan dengan musuh. Dia akan menghabisi 5 kepala di depannya hanya dengan satu tebasan katana.


Mengerikan!

__ADS_1


__ADS_2