
Setelah keduanya selesai berkemas, dengan berat hati ayah dan anak itu harus meninggalkan rumah yang memiliki banyak kenangan antara dirinya dan masa lalunya. Di halaman rumah tersebut, sudah siap sebuah mobil yang akan mengantarkan keduanya menuju bandara.
Mobil itu milik anak buah Tuan Fernando yang selalu setia menjaga keduanya dari para musuh yang mengintai.
"Tuan Vin, apa kau tidak rela jika meninggalkan rumah ini? kita harus segera berangkat, setelah berada di New York kita tidak akan kembali lagi kemari." Anak buah Tuan Fudo yang bernama Tanaka, mengingatkan jika tempat persembunyian mereka sudah tidak aman lagi. Mau tidak mau anak dan ayah itu harus segera pindah, Tuan Fudo menyarankan untuk berpindah ke kota New York sekaligus bertemu dengan Alex Fernando.
"Jika aku mampu menuliskan semua kenangan ini dalam sebuah buku, lembaran itu tidak akan pernah habis karena terlalu banyak cerita yang ada di rumah ini, tetapi aku tidak memungkiri semuanya harus berakhir. Aku dan Joan patuh dengan apapun yang dikatakan oleh Tuan Fudo, selama ini hanya kau dan Tuan Fudo yang peduli pada kami." Tuan Vin menyadari jika dia tidak bisa hidup selama ini tanpa bantuan tetua Death Angel itu, dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk Blue Sea. Saat Blue Sea hancur, Tuan Vin tetap setia kepada Tuan Fudo karena hanya dia satu-satunya orang yang dapat dipercaya.
"Maaf Tuan, aku membuatmu sedih," ucap anak buah Tuan Fudo yang merasa bersalah karena mengatakan hal yang tidak seharusnya.
"Sudahlah! yang lalu biarlah berlalu, mari kita ke bandara," jawab Tuan Vin yang segera masuk ke dalam mobil bersama anaknya.
__ADS_1
Perlahan tapi pasti, anak buah Tuan Fudo majukan mobilnya menuju bandara.
Di sepanjang perjalanan, mereka bertiga membicarakan tentang keluarga Alex Fernando.
"Tuan, kau akan terkejut saat melihat Alex yang sekarang," tukas anak buah Tuan Fernando.
"Memangnya, seperti apa sekarang. Setahuku, dia anak yang nakal dan kejam." Tuan Vin selalu mengingat sang mafia yang sangat gemar berkelahi dengan teman sebayanya sewaktu kecil. Tidak pada hari selain baku hantam, sampai kedua orang tuanya memilih untuk menghentikan sekolah formal Alex dan mengajarinya beladiri. Di dalam rumah tersebut Nyonya Raihana dan Tuan Fernando mengerjakan banyak hal, untung saja Alex adalah anak yang cerdas, jadi apapun yang diajarkan oleh keduanya mampu diserap sempurna oleh sang mafia.
"Hahaha, Alex menjadi pria seperti itu? aku tidak percaya! dia adalah pria yang arogan, dengan anak kecil pun aku tidak pernah tahu jika dia akrab, dengan seorang perempuan? dia adalah pria yang anti dengan perempuan, dulu aku mengira dia itu mengidap kelainan membenci seorang perempuan, karena siapapun perempuan yang dekat dengannya, pasti akan sakit hati karena mulut pedasnya itu," ucap Joan Vin sembari tertawa, diikuti oleh anak buah Tuan Fudo terakhir adalah sang ayah.
Mereka membicarakan kehidupan sang mafia yang penuh dengan lika-liku, apalagi mengingat Alex yang harus menjadi yang terkuat diantara semua anak-anak saat usianya masih dini. Sebuah amanat yang sangat berat harus Alex pikul.
__ADS_1
Tetapi semua itu sudah berakhir, Alex mampu mengemban amanat itu hingga kini. Di usianya yang sudah matang, dia menjadi bos mafia yang ditakuti di seluruh kota. Hingga para musuh selalu menyusup karena takut berhadapan langsung dengannya. Kecuali Asley yang memiliki kekuatan lebih untuk menghadapi sang mafia.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1