
Para pria kekar mencari Han Bin merasa kewalahan, karena pria itu pandai melarikan diri.
Semua anggota MK sudah di sebar di seluruh kota Macau, tetapi tidak ada tanda-tanda Han bin diketemukan.
Pada akhirnya, mereka harus bekerja keras mencari pria muda tersebut.
"Kau cari di sebelah sana, aku cari di sebelah sini, mungkin saja dia berada di tempat yang tersembunyi!" ucap si anak buah 1.
"Oke, kita semua berpencar agar pria itu segera ditemukan!"
Anak buah MK 2, kemudian mencari hampir seluruh kota, di seluruh tempat-tempat yang tidak terjangkau, mereka juga menghancurkan sarana dan prasarana hanya untuk mencari pria itu.
Tetapi tak ada satupun petunjuk yang mengarah kepada ada si Han Bin.
Mereka mulai putus asa, tetapi mendapatkan informasi yang cukup untuk meringkus Han bin.
"Katakan! dia ada dimana?" tanya si pria terhadap orang tua yang mengaku mengenal Han bin.
"Aku melihatnya berlari ke arah kedai kopi yang ada di ujung jalan itu, coba kau cari dia di sana!" ungkap si orang tua.
__ADS_1
"Jika dia tidak ada di sana kau akan habis di tanganku!" Anak buah 1 mengancam si orang tua, kemudian kedua anak buah itu berlari ke kedai yang dimaksud.
Sesampainya di sana, ada ada sebuah topi yang menjadi petunjuk selanjutnya.
"Iya, ini adalah topi milik si pria bodoh itu!" jelas si anak buah 1.
"Aku yakin dia ada di sini!"
Si anak buah 2, kemudian mengobrak-abrik tempat itu tapi tak kunjung menemukan orang yang dimaksud.
Keduanya kesal dan membakar tempat itu, setelahnya mereka pergi dan kembali mencari di tempat lain.
....
Han bin berada di Rumah Sakit bersama kakek, meskipun dia harus berada di luar ruangan, karena si kakak tidak tahu jika dia selalu melindungi Si kakek dan nenek yang malang itu.
Sepuluh berada kemudian dia mendapatkan kabar bahwa si nenek bisa diselamatkan, dia merasa lega.
Han Bin, puisi kakek terlebih dahulu karena dia harus mencari tempat aman untuk tempat tinggal dia dan 2 orang tua malang itu.
__ADS_1
Pria muda yang sangat pemberani menelpon salah satu temannya untuk mencarikan tempat tinggal yang sederhana, tidak butuh waktu lama.
Teman tersebut mampu memberikan contoh tempat yang bagus, tempat itu berada di lereng gunung yang sangat bagus pemandangannya.
"Aku akan datang menemuimu tetapi jangan bahwa aku minta tolong kepadamu!" jelas si Han Bin.
"Oke, seperti biasa kan harus membawakan aku 5 botol bir yang segar, aku ingin minuman itu sekarang juga!" pinta sang teman yang merupakan pria konglomerat sahabat terbaiknya.
"Kau tunggu aku ditempat biasa, aku akan datang yang membawa minuman itu," jawab Han Bin.
"Ya," tukas si teman.
Panggilan telepon itu pun berakhir, saatnya dia bergegas membeli 5 botol bir untuk disajikan sesaji. Karena bagai sebuah ritual, bir adalah minuman yang sangat temannya itu sukai.
Dia bisa membeli 1 gudang minuman beralkohol, tapi sang ibu melarangnya.
Hanya Han Bin yang bisa membelikan minuman tersebut secara sembunyi-sembunyi.
Aku akan menghabisi MK, tapi sebelumnya aku harus bertemu dengan Alex Fernando! pria itu menjadi beban dalam hatiku karena terlalu kuat pengaruhnya di kota Macau ini.
__ADS_1
....