
Sementara itu, setelah acara pemakaman Juna, di kediaman Tuan Albram Zein baru saja di selenggarakan konferensi pers untuk mengumumkan penyebab kematian sang anak, Tuan Albram mengatakan jika anaknya meninggal karena sebuah kecelakaan, banyak orang yang bertanya tentang kecelakaan seperti apa yang di alami putranya. Dia tidak menjelaskan secara detail, entah apa yang ingin dia sembunyikan dari penyebab kematian Juna, padahal Juna saja sudah tidak bernyawa, harusnya tidak ada lagi hal yang perlu di tutupi olehnya dari awak media.
Setelah acara konferensi pers usai, Tuan Albram masuk ke dalam ruangannya, dia menggenggam ponsel Juna, dibacanya berulang kali tentang tulisan yang ada di dalam ponsel tersebut, amarahnya yang semula merada kini kembali memuncak, bahkan ponsel milik Juna tidak luput dari amarahnya, dia membantingkan dengan sengaja telepon genggam milik anaknya itu.
Kini ponsel milik Juna telah rusak dan hancur berkeping-keping.
"Bos Death Angel, kau telah menabuh genderang perang denganku." batin Tuan Albram Zein.
Seketika itu juga, dia menelepon seseorang yang sangat di percayainya untuk mengurus segala hal tentang Alex dan keluarga Laras, orang itu adalah Tuan Xiauling. Tuan Albram Zein mengambil ponsel yang berada di saku celananya, dia mulai mencari nomor kontak Tuan Xiauling, setelah ketemu, dia melakukan panggilan kepada Tuan Xiauling. Tuan Albram Zein terkejut saat dirinya mendengar suara lain saat Ia menghubungi bos Toxic itu, suara yang tidak asing dan mengarah kepada orang yang baru saja menerornya, orang yang mengatakan ingin mengirim jasad sang putra ke rumahnya.
"Kau sudah menerima paket istimewa dari ku, Tuan Albram Zein?" tanya sang penerima telepon.
"Cih, kau lagi rupanya, kau pasti juga sudah menghabisi Tuan Xiauling, hingga ponsel miliknya pun ada di tanganmu." jawab Tuan Albram Zein.
"Kau ternyata sangat pandai menerka, lalu? ada hal lain yang ingin kau sampaikan? semisal ikut berduka cita dengan kepergian Tuanmu ini?" ejek Alex.
"Jika dia sudah menjadi mayat, sudah tidak ada hak untukku padanya, dia ternyata sama saja dengan orang-orang yang sok berkuasa lainnya, tidak mampu mengalahkan musuhnya dengan benar." jelas Tuan Albram Zein.
"Kau sungguh licik, kau memutuskan hubunganmu begitu saja saat Tuanmu tiada? kalian berdua memang pantas menjadi sahabat karib. Selayaknya sahabat, jika Tuan Xiauling tiada? pasti kau juga harus tiada, apakah benar begitu, Tuan Albram Zein?" ucap Alex.
"Brengsek!!!" umpat Tuan Albram Zein.
Tuan Albram Zein menutup panggilan telepon itu dan segera menelpon orang lain yang menjadi kepercayaannya. Lama sekali Tuan Albram Zein menunggu panggilan teleponnya di jawab oleh orang kepercayaannya itu. Setelah beberapa menit kemudian, panggilan telepon tersebut mendapatkan jawaban.
__ADS_1
"Ada apa Tuan Albram Zein tiba-tiba menelponku?" tanya sang penerima telepon.
"Kau bisa bantu aku lenyapkan Alex Fernando?" tanya Tuan Albram Zein.
"Luar biasa, bos Death Angel itu ternyata berurusan denganmu juga?" tanya sang penerima telepon.
"Maksudmu?" tanya Tuan Albram.
"Kita memiliki musuh yang sama, kau tidak perlu mengkhawatirkannya." jelas sang penerima telepon.
"Syukurlah jika kau memiliki tujuan yang sama denganku, karena aku harus menuntut balas atas kematian anakku." ucap Tuan Albram.
"Apa yang ingin aku lakukan untukmu?" tanya sang penerima telepon.
"Kau tenang saja, cukup kau transfer ke rekeningku uang senilai satu triliun. Semua urusanmu akan segera ku atasi." ucap sang penerima telepon yang ternyata adalah Wang Zhie, bos Lucifer.
"Bukan masalah besar, dua menit kemudian akan ku transfer uang yang kau minta, tapi kau harus segera habisi bos Death Angel itu." perintah Tuan Xiauling.
"Kau tunggu saja, semua akan segera ku selesaikan." jawab Wang Zhie.
Tuan Albram menutup panggilan itu, dia segera mentransfer uang senilai satu triliun yang di minta oleh Wang Zhie.
* * *
__ADS_1
Di markas utama Lucifer, Wang Zhie tengah sibuk mencari informasi tentang musuh bebuyutannya yang telah membuatnya koma cukup lama, dua tahun dia mengalami mati suri karena baku tembak yang di lakukan olehnya dengan bos Death Angel. Lukanya sangat parah, namun kekuatan iblis yang tersembunyi di balik tubuhnya membuat dirinya tetap hidup meski harus menutup mata cukup lama. Kini kesempatan untuk membalaskan dendam di masa lalu sudah ada di depan mata, Ia tidak akan menyia-nyiakannya. Wang Zhie akan benar-benar menghabisi Alex dengan cara yang luar biasa keji.
"Apa yang kau temukan?" tanya Wang Zhie kepada anak buahnya yang sedang membantunya mencari informasi terbaru tentang Alex Fernando.
"Dia memiliki hubungan dengan anak dari Hans dan Fira. Dari banyaknya informasi yang aku cari, hanya itu saja yang aku temukan, dia sangat teliti dan berhati-hati bos, tidak mudah mendapatkan informasi detail tentang bos Death Angel itu." jelas anak buah Wang Zhie.
"Kau memang tidak becus, bagaimana bisa kau tidak bisa mencarikanku informasi lengkap tentang Alex Fernando, lebih baik kau mati saja!!!"
DOR !!!
Satu tembakan meluncur dengan sempurna ke arah kepala anak buahnya, dia tidak suka jika apa yang dia inginkan tak kunjung di dapatkannya. Wang Zhie, pria muda, gagah dan tampan, namun memiliki sifat tiran, tidak memiliki belas kasihan sama sekali. Dia salah satu musuh terberat Alex, tidak ada yang mampu mengalahkannya karena persekutuannya dengan iblis telah membuat Wang Zhie cukup di perhitungkan dalam perebutan wilayah di kota itu. Sedikit demi sedikit, wilayah Death Angel sudah menjadi miliknya, meski itu hanya masa lalu. Kini dia kembali dengan Wang Zhie yang baru, pemimpin Lucifer yang telah bangkit dari kematian sekian tahun lamanya itu akan menuntut balas kepada bos Death Angel, Alex Fernando.
"Lex, aku telah kembali, jangan harap kau akan hidup setelah aku berdiri di depanmu, kau pria angkuh yang harus segera ku habisi." gumam Wang Zhie.
Wang Zhie beranjak dari tempat duduknya, Ia keluar dari ruangannya dan menyuruh dua orang yang berjaga di depan pintu ruangannya untuk mengurus jasad anak buah malang yang baru saja di paksa olehnya menemui malaikat maut.
"Kau bakar anak buah tidak berguna itu dan kubur di tempat biasa kita melakukan ritual." perintah Wang Zhie.
"Baik bos!!!"
Dengan sigap, dua penjaga itu menyeret tubuh anak buah Lucifer yang malang ke sebuah tempat yang luas, letaknya berada di belakang rumah mewahnya.
"Kau teman kita satu ini malang sekali, sudah ke empat kalinya kita membakar dan mengubur sesama anggota Lucifer, apa bos kita mengalami kelainan atau apa? dia menembak orang sesuka hatinya." ucap penjaga 1.
__ADS_1
"Sstt!!! kau diamlah, bos masih mengawasi kita. Kalau dia mendengar apa yang kau ucapkan, dia akan langsung membuatmu bernasib sama dengan anggota lain yang tewas mengenaskan." bisik penjaga 1 kepada penjaga 2.