
Tanpa basa-basi, Yovan langsung menyerah keduanya dengan tali yang melingkar di leher keduanya, Alex telah membuat keduanya seperti binatang yang tidak ada harganya.
Lebih terhormat doggy daripada Dama dan Dio, orang yang sangat menyebalkan ini seharusnya enyah dari muka bumi dengan cepat.
Alex akan mengakhiri sepak terjang keduanya dengan melakukan penyiksaan yang sangat mengerikan.
Dama dan Dio keluar dari ruang peradilan dan meminta pengampunan dari Alex, tetapi sang mafia tidak mengatakan sepatah kata pun justru dia semakin senang saat dua orang itu tercekik oleh tali yang melilit di lehernya.
Dua menit berlalu, nyawa keduanya sudah bosan bersemayam di tubuh yang yang tidak tahu diri itu.
Anak dan ayah itu cukup kuat karena bisa menahan rasa sakit di lehernya akibat tari yang terus menyiksa keduanya.
"Lex! ketika aku di neraka, aku berdoa kepada Tuhan agar kau segera menyusul!" ucap Dio dengan kata yang terbata-bata serta susah payah dalam mengucapkan setiap kalimat.
"Haha, neraka adalah tempatmu, bukan tempatku! lebih baik kau diam! rasakan setiap rasa perih yang aku rasakan saat kau menghina istriku di depan mataku!" Alex benar-benar menunjukkan kebengisannya dalam menjadi seorang mafia. Dia sudah menawari sebuah perdamaian tetapi Dio maupun Dama tidak mengindahkan setiap ucapannya.
__ADS_1
Alhasil mereka berdua tersiksa hanya dengan tali yang ada di lehernya.
....
Sesampainya di tempat pembakaran...
Kedua orang yang masih hidup itu kemudian dikelilingi oleh banyak anggota Death Angel yang standby melempar keduanya, tapi sebelum semua itu terjadi.
Alex sudah menyiapkan katana yang khusus untuk memenggal kepala keduanya.
Setelah itu ...
"Bersiaplah untuk ke neraka!"
Katana di tangan sang mafia yang sangat tajam itu berhasil menebas kedua kepala secara bersamaan.
__ADS_1
Darah segar terlihat menetes dari katana itu dan mengenai seluruh tubuh sang mafia.
"Lempar kepala dan tubuh itu ke dalam api, aku sudah muak melihat mayat kedua orang yang menjijikkan ini!" perintah sang mafia yang langsung mendapatkan respon dari Yovan.
Tidak butuh waktu lama, kepala yang terpisah dari tubuhnya itu berhasil dilalap oleh si jago merah.
Akhir yang tragis dari Dio dan Dama, mereka berdua contoh penjahat yang terlalu berani untuk melawan sang mafia hingga berakhir di tempat pembakaran.
"Tugasku usai, aku ingin makan setelah ini! rasanya lapar!" ucap sang mafia dengan tubuh dan baju yang penuh darah.
"Kau seperti pria gila Lex! baru saja meninggal orang tapi kau merasa lapar, tidak ada rasa takut sama sekali didadamu!" Yovan keheranan melihat reaksi sang mafia setelah melakukan eksekusi terhadap 2 orang yang menjadi musuh bebuyutan mereka.
"Kau jangan terlalu memikirkanku, aku adalah pria gila yang hidup dengan seorang wanita yang cantik juga memiliki 5 anak yang tampan dan cerdas. Aku sekilas seperti pria normal tetapi aku adalah dewa kematian! tidak ada rasa takut di dalam diriku saat apa yang aku lakukan adalah suatu kebenaran meskipun aku seorang penjahat sekalipun! Kau harus tahu itu Yov!" jelas Alex panjang lebar.
Api yang berkobar menjadi saksi bisu bahwa Dama dan Dio sudah tewas. Kini tinggal MK, orang yang menjadi sasaran selanjutnya yang mungkin lebih kuat dari duo D.
__ADS_1
....