
"Hey bocah?" ucap sang mafia.
"Apa?" Hang Zhi terkejut saat suara Alex memanggilnya.
"Pekerjaanmu itu hanya melamun saja, masa depanmu suram sekali anak muda," ledek sang mafia.
"Sialan!" Hang Zhi membuang muka, ia malas menanggapi Alex.
"Kau ingin pulang kemana? rumahmu atau rumah ayahmu?" tanya Alex.
"Aku mau bertemu Jiho," jelas Hang Zhi yang masih ingin menghajar sang kakak.
"Baiklah, aku akan mengantarmu menemuinya. Selesaikan urusan kalian berdua," pinta sang mafia.
"Dimana Jiho?" tanya Hang Zhi.
"Di markasku, dia dan anggotanya sekarang adalah bagian dari Death Angel," jawab sang mafia.
"Apa? hahaha...," Hang Zhi tertawa. Dia meremehkan Jiho.
"Suara tertawamu itu maksudnya menghina geng ku atau apa?" Alex melirik ke arah pria kejam dan angkuh itu.
"Maaf bos Alex, bukannya aku menghina gengmu, tapi apakah standard Death Angel begitu rendah? dia itu tidak bisa berkelahi, mana bisa menjadi anggotamu?" Hang Zhi meremehkan Jiho yang menurutnya tidak lebih hebat darinya.
"Hahaha...ya kau benar juga, jika kau mau menghajarnya, hajar saja. Aku tidak akan melarangnya," ucap sang mafia yang ingin menunjukkan betapa hebatnya Jiho saat ini.
"Itu yang aku inginkan sejak awal," jelas Hang Zhi.
Perjalanan menuju markas Death Angel masih beberapa jam lagi, Hang Zhi terlihat sedang menelepon seseorang.
"Kyara? aku akan pulang telat, kau berhati-hatilah di rumah. Jangan sekali-kali ada mencoba kabur dari ku, meskipun pergi ke ujung duniapun, pasti akan aku temukan. Jaga dirimu dan anak kita baik-baik," ucap Hang Zhi.
"Iya aku tahu," jawab Kyara.
__ADS_1
"Kau makanlah yang banyak, anak kita juga harus kau beri makan. Jika kau membenciku, setidaknya jaga anakmu, kau harus bersyukur anakmu masih hidup karena kebaikan hatiku," pesan Hang Zhi.
"Iya," jawab Kyara yang pasrah dengan apa yang di katakan Hang Zhi.
Alex mendengar percakapan antara suami dan isteri itu. Sang mafia melihat sisi lain dari Hang Zhi, ternyata dia sangat posesif terhadap isterinya. Meskipun terdengar kasar, apa yang di ucapkan Hang Zhi terdengar penuh perhatian dan kasih sayang. Satu celah telah Alex temukan lagi, pada akhirnya, sang mafia yakin, dia mampu menakhlukkan keras kepala Hang Zhi.
"Isterimu sedang hamil?" tanya Alex.
"Sayang, aku tutup dulu teleponnya, aku masih banyak pekerjaan," jelas Hang Zhi yang tidak ingin isterinya tahu jika dia ingin pergi menemui Jiho.
"Apa kau takut isterimu tahu jika kau ingin pergi menemui Jiho?" tanya Alex yang penasaran mengapa tiba-tiba Hang Zhi menutup panggilan teleponnya.
"Salah satunya itu," jawab Hang Zhi yang kini menjadi lebih pendiam.
Alex memahami perasaan bocah di sampingnya itu, dia dan Hang Zhi memiliki kemiripan sifat, yaitu sama-sama budak cinta yang posesif. Tetapi masalahnya Hang Zhi belum bisa membuat sang isteri bertekuk lutut mencintainya karena Kyara hanya mencintai Jiho.
"Hey bocah, kita hampir sampai di markasku. Siapkan dirimu bertemu dengan Jiho yang sekarang, kau akan takjub melihatnya," Alex membuat image Jiho menjadi garang agar Hang Zhi tahu, kakaknya sudah menjadi petarung hebat juga sepertinya.
"Cih! takjub? aku tidak yakin," jelas Hang Zhi meremehkanmu sang kakak.
Hang Zhi menatap wajah serius sang mafia yang masih fokus menyetir.
'Dari apa yang bos Alex katakan, sepertinya Jiho memang sudah mengalami perubahan, tapi sekuat apapun dia, aku adalah pemenangnya. Itu pasti!' batin Hang Zhi penuh percaya diri.
Beberapa menit kemudian, mobil sang mafia berhenti di depan markasnya.
Dia meminta Hang Zhi segera turun dari mobil. Setelah keduanya turun dari mobil, tiba-tiba Willy datang.
"Paman Willy kau?" Hang Zhi terkejut saat Willy ada di markas Death Angel.
"Bocah sialan ini! sudah sejauh mana kau tersesat? kembalilah kepada keluargamu Hang Zhi," ucap Willy yang mencengkram dengan erat pundak Hang Zhi.
"Apalah kau ini paman? berhenti membujukku," Hang melipatkan tangan di dadanya, ia sok keren dan masih saja angkuh.
__ADS_1
"Haha, kau memang benar-benar Hang Zhi yang ku kenal, aku harus berterimakasih dengan bos Alex karena mampu membuat pria kurang ajar sepertimu mau datang ke markas Death Angel," Willy melepas cengkraman di pundak Hang Zhi dan melirik ke arah sang mafia.
"Will, bawa dia menemui Jiho, biarkan para bocah berkelahi merebutkan seorang gadis," ledek sang mafia.
"Cih! merebut? dia isteriku, status kami jelas. Aku ingin bertemu Jiho karena ingin mencoba kemampuannya, bos Alex bilang dia sudah hebat, aku ingin tahu, sehebat apa di sekarang," ucap Hang Zhi yang berjalan melewati Willy dan bos Alex.
"Will, kau urus dua bocah itu, aku dan Richi akan membahas langkah selanjutnya mengantisipasi Chen Gao yang pastinya tidak akan terima jika dua bersaudara itu kembali bersatu," jelas sang mafia.
"Baik bos!" jawab Willy yang kini mengekor langkah Hang Zhi.
Hang Zhi bertemu dengan Erland dan Morgan di depan markas Death Angel, keduanya memuji keberaniannya yang tak gentar sedikitpun saat masuk ke dalam wilayah musuh.
"Hebat juga kau bocah!" ucap Erland sembari menatap wajah sombong Hang Zhi.
"Selamat datang putera tuan Zhev, kakakmu sudah menunggumu, kau harus berhati-hati dengannya, dia lebih hebat dari sebelumnya," bisik Morgan memprovokasi.
Hang Zhi sangat angkuh, dia sama sekali tidak memandang dua senior yang menyambutnya. Bocah itu tanpa basa-basi langsung masuk ke dalam markas.
"Haha, kau tahu kan sekarang? betapa sombong dan angkuhnya dia?" ucap Willy yang berdiri tepat di depan dua rekannya itu.
"Haha, iya, dia bocah menyebalkan, tapi untung saja bos Alex meminta kita tetap tenang saat menghadapinya, jika tidak, sudah ku tebas kepalanya itu, " jawab Erland yang masih mampu menahan diri untuk tidak bertindak brutal.
"Aku setuju denganmu, tapi bos Alex memintaku untuk tidak bertindak gegabah," sahut Morgan.
"Kalian berdua jangan ambil hati ucapannya, sejak kecil dia kekurangan kasih sayang, jadi sifat angkuh dan sombongnya itu bukanlah dari dirinya sendiri, ingat kalian berdua, Jiho dan Hang Zhi sama-sama saling menyayangi dengan cara masing-masing," jelas Willy.
"Tetapi aku lebih suka Jiho, dia lebih sopan," ucap Erland.
"Aku sependapat denganmu Land," sahut Morgan.
"Terserah kalian saja, aku akan mengawal bocah sialan itu agar tidak membuat keributan," ucap Willy yang meninggalkan mantan anggota Lucifer dan segera masuk ke dalam markas.
Di dalam markas, Willy melihat ada dua bersaudara dengan wajah serupa saling berhadapan.
__ADS_1
"Perang akan segera di mulai," Willy mengawasi dua bocah itu, dia berharap kesalahpahaman selama ini bisa segera di selesaikan.