
Di sisi lain, Willy dan Erland sedang berdiskusi tentang radar yang di tunjukkan oleh ponsel sang mafia. Mereka memiliki pemikiran yang sama mengenai letak radar tersebut.
"Aku meyakini jika radar ini mengarah ke selatan," ucap Willy yang tetap fokus dengan ponsel yang ia letakkan di atas dashboard mobil.
"Iya Wil, aku juga berpikir hal yang sama. Coba kau ingat-ingat tentang apa yang bos Alex pernah sampaikan, di daerah selatan, ada sebuah tempat rahasia milik salah satu pemimpin geng kenamaan, tetapi aku belum mengetahui secara detail tentang hal itu," jawab Erland memberikan informasi lebih tentang lokasi radar.
Saat keduanya fokus dengan titik merah masih tetap diam di tempat, tiba-tiba ponsel Willy mendapatkan panggilan telepon dari Richi. Willy segera memasang headset bluetooth di telinga nya dan menghubungkan segera dengan panggilan yang ada di ponsel miliknya.
"Halo? ada apa Richi? kau sudah sampai di markas?" tanya Willy yang penasaran tentang posisi Richi saat ini.
"Wil, gawat! radar yang kau ceritakan itu mengarah ke selatan. Dan parahnya lagi, titik itu tepat berada di markas utama Asley Xie, musuh bebuyutan kita yang sangat dendam terhadap Blue Sea dan anak turunnya, percepat mobilmu! aku khawatir Asley akan berbuat nekat!" Richi bahkan belum sempat menjawab pertanyaan Willy, dia lebih fokus dengan informasi yang baru saja ia dapatkan dari seorang mata-mata yang mengetahui letak radar tersebut, meskipun masih misteri, tapi Richi tetap meyakini jika arah selatan adalah markas Asley.
"Gila! Asley! memang tidak waras! dia berani membawa bos kita! tidak akan aku biarkan!"
__ADS_1
Willy sangat kesal, dia segera menutup panggilan telepon tersebut, kemudian meletakkan headset itu di saku bajunya.
"Lan! kau nanti yang mengendap-endap ke markas Asley, aku memberimu lima anggota, setelah kau bereskan orang-orang yang berada di luar markas, aku dan lima anggota akan masuk, sedangkan sepuluh anggota lain akan berpencar, kau mengerti?" tanya Willy yang memberikan strategi dalam mengepung markas utama Asley.
"Siap Wil! aku memahaminya!" jawab Erland yang sudah tidak sabar menghabisi A.X yang sombong dan angkuh itu.
Willy mempercepat laju kendaraannya 2x lipat, seperti terbang!
Di sepanjang perjalanan, Erland dan Willy hanya diam. Mereka memikirkan apa yang terjadi dengan bos Alex, mengingat A.X adalah pria yang kejam.
Riwayat tentang kebengisannya telah terkenal, dia tidak akan segan-segan menguliti musuh hanya karena dendam, itu juga berlaku kepada Alex. Nah, hal ini yang membuat keduanya was-was. Namun, keyakinan tentang sang mafia yang masih tetap hidup membuat keduanya optimis.
"Jangan memberitahu hal ini kepada siapapun terutama Nyonya Laras dan anak-anaknya. Aku tidak mau bos akan menyalahkan kita! dia pasti akan beranggapan jika kita tidak bekerja!" Ucapan Erland masuk akal, karena selama ini hanya para anggota Death Angel yang mampu melindungi anak dan isteri Alex Fernando.
__ADS_1
"Pastinya! aku juga tidak ingin membuat mereka khawatir, oh ya! aku akan meminta Richi mendatangi rumah Nyonya Laras dan membawanya pergi bersama anak-anaknya, bagaimana menurutmu Wil?" tanya Erland yang selalu memiliki empati tinggi terhadap seluruh anggota keluarga sang mafia.
"Idemu bagus Lan! kau menghubungi Richi menggunakan ponsel milikku saja biar lebih cepat!" saran Willy, segera saja Erland meraih ponsel Willy yang ada di dashboard mobil dan menggunakannya untuk menelepon Richi.
Beberapa menit berlalu, Richi tak kunjung menjawab telepon darinya.
"Mungkin dia sedang sibuk, kau tunggu sebentar lagi," ucap Willy mencoba menenangkan Erland yang sudah tidak sabar menyampaikan pesan penting untuk Richi.
Setelah panggilan kedua, akhirnya Richi menjawab panggilan telepon darinya.
"Maaf, aku sedang rapat darurat! aku akan mengirim anggota tambahan untuk mengikuti kalian, pastikan GPS hidup!" pinta Richi yang sudah mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi.
"Siap Richi! aku perlu bantuanmu, temui nyonya Laras dan anak-anaknya di rumah bos Alex, kau harus segera membawa jauh keluarga sang mafia agar tetap selamat!" pinta Erland yang berharap untuk kebaikan, keselamatan Laras dan baby A.
__ADS_1