Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Di perjalanan...


__ADS_3

Jo terlihat sangat galau, dia masih memikirkan mantan istrinya yang pergi meninggalkannya. Dia suka masih tidak rela jika sang istri menikahi pria yang lebih kaya dan seorang bos mafia.


"Jo? apakah memahami apa yang ayah katakan? ini semua demi kebaikanmu. Lupakan dia, wanita lain yang lebih baik tadinya masih banyak. Rean telah berkhianat kepadamu, bahkan dia membawa pria itu ke rumah ini dan memperkenalkannya kepada ayah. Kau lebih memilih wanita seperti itu daripada harga diri ayah?" Tuan Vin merasa sedih saat mengingat kejadian itu.


Dia tidak bisa melakukan apapun selain menerima keputusan dari sang menantu, sang Putra sendiri suka tidak bisa melakukan apapun, dalam penyamaran nya, kedua orang hebat itu tidak diperbolehkan menyakiti siapapun karena akan akibat buruk terhadap dirinya sendiri dan juga Death Angel karena Joan dan Tuan Vin adalah dua orang yang sangat diinginkan oleh para bos.


Selain hebat, mereka juga memiliki ilmu yang langka, tidak ada yang bisa mengalahkan ilmu yang ada di dalam diri kedua orang tersebut. Alex sebagai keturunan Tuan Fernando saja levelnya masih dibawah keduanya, Tuan Fudo ingin mengambil resiko dengan membuat keduanya berkelahi ataupun memperlihatkan kemampuan bila dirinya di depan orang lain.


"Aku tidak bermaksud seperti itu ayah, hanya ingin mengetahui apa penyebab dirinya meninggalkanku, tapi jika ayah untuk memikirkannya, Mungkin aku akan mempertimbangkan karena ayah adalah segalanya bagiku!"


Keduanya saling berpelukan, suasana haru menyeruak di dalam mobil yang sedang berjalan itu.

__ADS_1


Anak buah Tuan Fudo kemudian berkata, " Apa yang dikatakan oleh ayahmu itu sebuah kebenaran, jangan pernah mengingkarinya. Sesuatu yang orang lain lihat ataupun katakan dengan keburukan dan begitupun sebaliknya, belum pasti hal itu sebuah kenyataan. Karena sebuah hubungan yang rukun dan damai tidak mungkin tanpa mengalami masalah, jika kau merasa istrimu berkhianat, pilihannya hanya dua. Kau akan bertahan dengan semua kebohongannya atau pergi meninggalkan kenangan yang membekas di hati," ucap si anak buah.


Joan memikirkan dengan serius apa yang di ucapkan tersebut. Dia sudah meyakini jika sang mantan istri memang tidak baik untuknya, Joan mengatakan kepada dirinya sendiri agar tidak terlalu memikirkan sama mantan istri demi kebaikannya di masa depan.


Joan menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan, pria muda tersebut awalnya memang budak cinta sang mantan istri, namun saat melihat kenyataan di luar ekspektasi nya, dia menurunkan egonya.


"Aku akan menuruti semua ucapan ayah, tanpa terkecuali. Aku berjanji akan melupakannya dengan segera, maafkan aku ayah karena sudah membuatmu sedih." Ucapan kesedihan dari Sang putra membuat sang ayah merasakan hal yang sama.


"Kau harus bisa lebih baik dari Alex, aku yakin kau pasti akan lebih sukses dari temanmu itu karena wajahmu seperti baby face sedangkan Alex sangat garang. Semua orang pasti lebih menyukaimu," ledek sang ayah, membuat suasana kembali kondusif.


"Haha, benar Tuan Vin. Setelah sekian lama aku melihat putramu, aku baru menyadari jika wajah seperti pantat bayi hahaha!" ucap anak buah Tuan Fudo sembari tertawa.

__ADS_1


"Kau pantat bayi juga, bayi gajah!" timpal Joan yang merasa suasana hatinya lebih baik dari sebelumnya.


.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2