Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 161


__ADS_3

Sesampainya di markas utama Death Angel...


Mobil milik anggota Jiho berhenti tepat di depan markas Death Angel. Satu persatu para anggota mulai turun dari mobilnya termasuk bos Alex, Richi, tuan Ramos, dan Jiho.


Di depan markas Death Angel, para anggota baru disambut oleh para anggota senior. Di sana ada Willy, Franklin, dan masih banyak lagi. Kebetulan hari ini mereka sedang berkumpul untuk latihan beladiri.


Willy dan Franklin berjalan mendekati bos Alex dan berkata," Bos, aku sudah membentuk tim untuk menyelidiki misteri pembunuhan istri dari tuan Zhev. Aku mengajak Franklin, 10 anggota Death Angel lainnya."


"Bagus Willy! setelah kau selesai latihan beladiri, mari kita masuk ke ruang rapat untuk membahas rencana selanjutnya," jawab sang mafia.


Willy heran dengan sosok yang ada di samping bos Alex, Dia kemudian bertanya,"Bos, apa pemuda di sampingmu itu adalah putera dari tuan Zhev?"


"Ya Will, dia adalah Jiho kecil yang dulu sering kau ganggu," jawab sang mafia sembari merangkul pundak Jiho.


"Hahaha, kau tumbuh dengan baik. Wajahmu juga sangat tampan, aku merasa menjadi orang yang lebih tua darimu sekarang. Padahal saat kau kecil, tinggimu baru sepinggangku. Tak kusangka kini kau telah menjadi pemuda yang gagah," ucap Willy merasa menjadi tua setelah melihat Jiho.

__ADS_1


"Maaf paman, aku tidak mengingatmu. Sejak kecil, di rumahku banyak sekali teman ayah yang datang dan pergi. Rata-rata teman ayah adalah pria yang bertubuh gagah dan kekar. Waktu itu aku tidak melihat paman," jawab Jiho polos.


"Kau mungkin saja lupa, tetapi saat aku mengatakan hal ini, pasti kau akan mengingatku," tukas Willy.


"Apa itu paman?" tanya Jiho penasaran.


"Kau dan kembaranmu sering sekali bermain bola di halaman rumahmu, waktu itu aku baru saja datang menggunakan mobil milik bos Alex. Kejadian itu berlangsung sekitar 10 tahun yang lalu, waktu usiamu masih 10 tahun. Kau menendang bola tepat di kaca mobil bos Alex. Adikmu mengatakan, Jiho! kau harus bertanggung jawab, kau harus meminta maaf kepada paman itu. Dan kau langsung menunduk dihadapanku, kau bilang padaku seperti ini, maaf! aku yang salah paman! jangan hukum aku. Kau mengulangi kata-kata itu sampai 100 kali hingga Aku lelah mendengarkannya. Tapi saat ayahmu datang, dia langsung menggendongmu. Dan pada akhirnya ayahmu yang meminta maaf kepadaku. Kau masih saja menunduk, wajar saja jika kau tidak mengenali wajahku. Tetapi aku sama sekali tidak melupakanmu, meskipun hanya beberapa kali datang ke rumahmu, aku juga sempat meminta beberapa foto kepada tuan Zhev. Aku sangat kagum padamu, meskipun masih kecil tapi sudah pandai meminta maaf pada orang dewasa saat kau melakukan kesalahan. Aku berharap bisa bertemu kau kembali, Tapi saat aku tahu kau dan adikmu berselisih paham, aku ikut merasa sedih. Atas dasar kasih sayangku kepadamu, aku akan membuat hidupmu menjadi lebih baik. Aku akan membantumu mencari pembunuh ibumu. Tuan Zhev adalah sahabat dari tuan Fudo. Mereka sudah berkawan lama sekali. Aku sebagai anggota dari Death Angel, merasa harus membantumu. aku miris dengan kehidupan tuan Zhev. Dia adalah pria yang baik tetapi mengapa memiliki kisah hidup yang kelam. Kau bersabarlah Jiho! setelah semuanya usai, keluargamu akan mendapatkan keadilan," Willy menggenggam erat pundak Jiho.


"Paman Willy terima kasih, Maaf aku telah membuatmu sakit hati karena melupakanmu," ucap Jiho merasa bersalah.


Alex meminta semua anggota untuk segera masuk ke dalam ruang rapat. Dia akan membahas tentang rencana pencarian pria bertopeng itu. Dia khawatir, jika terlalu lama di diamkan, maka akan semakin sulit untuk diselesaikan.


Semua anggota senior dan junior serta bos Alex, bersama-sama masuk ke dalam ruang rapat. Ruang rapat menjadi sangat penuh dan sesak karena banyaknya anggota di dalamnya. Tetapi semua itu tidak mengurangi kehikmatan para anggota mendengarkan petuah dari sang mafia.


"Sudah lama aku tidak berbicara di mimbar ini, maaf untuk semua anggota, karena aku memiliki banyak urusan yang sangat penting. Aku ingin menebus semua kesalahanku, untuk beberapa minggu ini, aku akan berdiam diri di markas utama untuk mengerjakan segala pekerjaan yang sudah terbengkalai karena kepergianku," ucap sang mafia.

__ADS_1


"Tidak masalah bos, ada kami yang bisa menghandle segala tugasmu. Kau sudah waktunya menjalani hidup yang sesungguhnya. Mungkin kami belum bisa menikah sepertimu, karena aku juga masih belum berani untuk melamar Jeni," Willy keceplosan, dia yang duduk di kursi paling ujung, langsung di panggil oleh bos mafia untuk menuju mimbar.


"Apa maksud perkataanmu Willy? apakah kau menjalin kasih dengan Jeni di belakangku?" Bos mafia terlihat garang di depan Willy.


"Maaf Bos, aku belum bisa mengatakannya padamu. Jeni masih milik Mike. Mereka belum putus, dalam posisi ini, aku masih serba salah, meskipun Jeni telah mengaku meninggalkan Mike. Tapi tetap saja aku masih mau menunggunya, sampai dia siap," jelas Willy.


"Willy, ini adalah rapat untuk merencanakan penyelidikan tentang pembunuhan ibu Jiho, bukan rencana pernikahanmu dengan Jeni, kau tahu?" celetuk tuan Ramos membuat seisi ruangan ramai karena suara tertawa para anggota Death Angel.


Bos Alex merangkul Willy, rapat yang sebenarnya direncanakan untuk penyelidikan pembunuhan Ibu Jiho, berubah menjadi penuh tawa. Untuk pertama kalinya, Jiho tersenyum. Alex memperhatikannya sedari tadi, dia meminta Jiho untuk berdiri di atas mimbar bersamanya dan Willy. Jiho enggan menuruti permintaan bos Alex, tapi karena Alex memaksa, Jiho terpaksa mengikuti ucapan sang mafia.


Kini Jiho, bos mafia, dan Willy, berada dalam satu mimbar. Alex mengatakan kepada Jiho, untuk menyampaikan gagasannya tentang rencana yang dia miliki untuk mendapatkan informasi tentang pria bertopeng itu.


Jiho menghela nafas panjang sebelum berbicara di atas mimbar, "Aku adalah Jiho, putra dari tuan Zhev. Aku sangat berterima kasih atas bantuan bos Alex dan semua anggotaku. Sebenarnya aku memiliki cara sendiri untuk menemukan pria bertopeng itu. Tetapi karena geng yang aku bentuk tidak terlalu berpengaruh untuk mencari sang pembunuh, aku merasa tidak percaya diri, namun setelah bos Alex datang, ia telah memberikanku kepercayaan diri lagi. Aku memiliki rencana, ada seorang pria yang aku curigai sebagai pembunuh ibuku. Pria itu adalah seorang pengedar sabu-sabu yang pernah bekerjasama dengan ayahku. Dia sering datang ke rumahku waktu aku masih kecil. Dia memiliki tato di leher nya sama persis dengan pria bertopeng itu. Aku sudah lama sekali tidak melihatnya lagi setelah kematian ibuku. Suatu hari, saat aku ingin pulang ke rumah, ada seorang pria mengintai rumahku, aku mencoba untuk mendekati pria itu. Aku bertanya padanya, apakah kau adalah teman ayahku? dia bilang iya. dia juga mengenalku, tetapi tidak mengetahui jika aku dan ayah sedang bermusuhan. Saat kami berjabat tangan, ia memberikan tangan kirinya, aku merasa ada yang aneh dengan tangan kirinya itu, ada bekas luka di sana, terasa kasar di tanganku. Tapi waktu itu aku belum menyadari jika pria yang bertemu denganku, mungkin saja pelaku yang yang aku cari. Aku di sini ingin mengatakan kepada kalian, orang itu sering datang ke sebuah bar bersama seorang wanita juga mengendarai mobil dengan plat nomor xxxxx, hanya itu yang aku bisa sampaikan. Semoga tim penyelidik bisa memecahkan kasus ini. Sekian dan terima kasih," ucap Jiho.


Di teruskan...🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2