Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 79


__ADS_3

Nyonya Fira menenangkan bos Death Angel agar tetap percaya dengan putrinya karena kedekatan Gerald dan Laras hanya hubungan di masa muda yang tak ubahnya seperti cinta monyet, namun tak begitu yang di rasakan oleh Alex, kata cinta monyet lebih di artikan sebagai cinta yang pernah ada untuk Gerald. Sangat mengganggu, benar-benar mengganggu hatinya.


"Ibu mertua, apa kau bisa membantuku?" tanya Alex sembari menatap lekat kedua bola mata nyonya Fira.


"Bantuan apa yang kau maksud?" jawab nyonya Fira bingung.


"Kau katakan padaku tentang sosoknya di masa lalu," ucap Alex.


"Hanya itu?" tanya nyonya Fira.


"Iya," jawab Alex.


Nyonya Fira menceritakan dari awal pertemuan dengan Gerald hingga perpisahan rahasia yang di sembunyikan oleh kedua orang tua Gerald.


"Sejak dua puluh tahun ini, apa Laras masih berhubungan dengan Gerald?" tanya Alex.


"Tentu saja tidak, putriku dan Gerald tak berjumpa sejak kepergiannya yang tiba-tiba dan terkesan misterius itu," jelas nyonya Farah.


"Apa nama orang tuanya itu Valensi dan Kiara?" tanya Alex.


"Darimana kau tahu?" jawab nyonya Fira terkejut.


"Karena dia juga pernah berurusan denganku," ucap Alex.


"Vale dan Kia, apa yang mereka lakukan?" tanya nyonya Fira.


"Kia, ibu dari Gerald, dia telah melenyapkan salah satu anggotaku karena saat itu mereka kalah di meja judi," jelas Alex.


"Judi? melenyapkan? aku tidak memahami semua itu Lex, Vale,Kia dan Gerald bukan orang yang seperti itu, mereka adalah keluarga yang penuh kasih sayang, dengan darah saja Kia takut, apalagi melenyapkan anggotamu? hal yang tidak mungkin," tukas nyonya Fira.


"Bisa ku buktikan," jelas Alex.


Alex memberikan sebuah video yang memperlihatkan Kia menampar bahkan memukul setiap dia kalah berjudi, dia akan marah saat apa yang di inginkannya menjadi milik orang lain.


"Kapan ini Lex?" tanya nyonya Fira.


"Dua tahun yang lalu, aku mendapatkan video ini dari kamera CCTV yang merekam kejadian itu, kebetulan ada satu kamera yang langsung mengarah ke meja yang di gunakan oleh Kia untuk berjudi. Aku meminta rekaman CCTV itu karena tidak ada yang mau memberitahuku tentang siapa pelaku yang melenyapkan salah satu anak buahku. Jika dua puluh tahun dia pergi dari perumahan itu, selama itu pula mereka menyerahkan jiwanya kepada Blood Line, perkumpulan itu memang misterius, muncul kepermukaan juga baru dua tahun ini. Aku tidak terlalu memperdulikan mereka karena tidak menyinggungku, namun karena dia menabuh genderang perang dengan melenyapkan salah satu anggotaku, dia menjadi targetku selanjutnya, saat hendak ku habisi, mereka pergi ke New York, sulit sekali menemukan mereka di sana hingga untuk pertama kalinya aku membiarkan musuhku hidup. Aku acuh setelah itu karena Death Angel masih harus melawan musuh lain yang lebih berat, meskipun aku masih tetap mencari mereka hingga kini," jelas Alex.

__ADS_1


"Wow! banyak hal yang tidak aku tahu Lex, sungguh kau memang pria luar biasa, kau harus segera mengungkap sosok Ge yang sebenarnya kepada Laras agar dia juga bisa berhati-hati," pinta nyonya Fira.


"Siapa Ge?" tanya Alex.


"Sapaan akrab Gerald," jelas nyonya Fira.


"Membahas si "G-lia" itu tidak akan ada habisnya, lebih baik ibu mertua segera suapi aku, makanannya akan segera dingin jika kita masih banyak bicara," ucap Alex mengingatkan.


"Kau yang banyak bicara 'kan?" jawab nyonya Fira.


Alex mendapatkan tenaga extra saat tangan lembut ibu mertuanya menyuapi satu persatu sushi kedalam mulutnya, dia merasa ibu kandungnya kembali hidup.


"Kau seperti ibuku," ucap Alex.


"Aku memang ibumu 'kan?" kau itu aneh-aneh saja," jawab nyonya Fira.


Alex dan nyonya Fira tersenyum bersama, membuat orang yang mengintip dibalik pintu itu merasa senang karena bos Alex sudah tidak marah lagi.


'Untung saja ibu mampu menenangkannya,' batin sang pengintip yang ternyata adalah Laras.


"Kau selesaikan kesalahpahamanmu," ucap nyonya Fira sembari menepuk pundak Laras lembut.


Nyonya Fira keluar dari kamar itu, kini Laras berdiri di depan pintu dengan seribu ketakutan yang ada didadanya.


"Mendekatlah," pinta Alex.


Perlahan Laras mendekati sang bos mafia yang masih duduk di atas ranjang sambil memandangi wajahnya.


"Maafkan aku Tuan, jika berbicara dengan Gerald adalah sebuah kesalahan," tukas Laras yang kini duduk di samping Alex.


"Kau harus meminta maaf dengan cara lain," jelas Alex.


Alex menatap wajah sang kekasih dengan intens, dia membelai kulit wajah Laras yang lembut dan putih itu. Dia mulai mendekatkan bibirnya di telinga sang gadis dan berkata, "Kau sangat cantik, apa aku boleh menyentuh bibirmu lagi?"


"Lakukan saja sesuai dengan keinginanmu," jawab Laras.


Alex segera melakukannya, kali ini dengan lembut dan penuh perasaan. Hatinya begitu tenang saat menikmati setiap detik moment kebersamaannya bersama sang kekasih. Cukup lama sentuhan itu berlangsung, namun Alex masih belum merasa puas, dia ingin lagi dan lagi. Setelah sepuluh menit bibir mereka beradu, Alex mengakhiri sentuhannya dan memeluk erat tubuh sang gadis.

__ADS_1


"Your my life, baby. Kau jangan lakukan itu lagi, siapapun yang menelfonmu kau harus bercerita kepadaku," pinta Alex.


"Baik Tuan, terima kasih karena tidak marah lagi padaku," jawab Laras membalas pelukan itu.


Alex tersenyum dan melepaskan pelukannya, dia mengajak sang kekasih berbaring di ranjang.


"Kau nakal, kau pasti menginginkan hal yang lebih dariku," canda Laras.


"Jika aku brengsek, sudah ku lakukan sejak tadi," jawab Alex.


"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Laras.


"Aku hanya ingin berbaring karena lelah dan juga ingin menyampaikan sesuai kepadamu," jawab Alex.


"Apa itu Tuan?" tanya Laras.


"Kau kemarilah, akan ku beri tahu saat kau di dekatku," jawab Alex.


Perlahan Laras naik ke ranjang dan berbaring di samping Alex. Dengan menggunakan kedua tangannya sebagai bantal, Alex mulai menceritakan tentang Gerald di depan Laras.


"Ge yang kau kenal itu sudah menjelma menjadi bos mafia Blood Line," ucap Alex.


"Apa maksud ucapanmu?" tanya Laras.


"Gerald, cinta monyetmu itu, dia dan keluarganya telah menukar jiwanya dengan geng mafia itu," jawab Alex.


"Apa kau ada buktinya?" tanya Laras.


"Ada, kedua orang tuanya pernah berurusan denganku," jawab Alex sembari memperlihatkan video rekaman CCTV di ponselnya.


Laras tidak menyangka dengan apa yang dihadapannya, dia benar-benar terkejut.


"Nyonya Kia bisa sekejam itu," ucap Laras kecewa.


"Kau sudah lihatkan? kau harus berhati-hati dengan Ge dan kedua orang tuanya," pinta Alex.


"Baik Tuan," jawab Laras.

__ADS_1


__ADS_2