
...❤️👊Wedding day👊❤️...
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
❤️👰Panggung pernikahan telah siap🤵♥️
Kedua pengantin berdiri berhadapan, dengan sang pendeta berdiri di tengah-tengah mereka berdua. Suasana sangat hikmat meski hanya di hadiri oleh beberapa orang saja. Alex terlihat semakin tampan dengan stelan baju pengantin pria serba hitam, serta sepatu pantofel dengan warna senada. Sedangkan Laras terlihat sangat anggun dan memukau dengan gaun pengantin berwarna abu-abu, rambut sebahunya yang tertata rapi, dan sepatu hak tinggi warna senada, ditangannya dia membawa bucket bunga mawar yang indah.
"Apa kalian sudah siap?" tanya sang pendeta.
"Siap!" jawab Laras dan Alex serentak.
Alex dan Laras mengucapkan janji pernikahan di depan pendeta, kedua sahabat dan kedua orang tua mereka.
"Silahkan ucapkan janji pernikahanmu nona," ucap sang pendeta.
"Saya, Laras Nugraheni akan menjadikan Alex Fernando sebagai suami saya. Saya yakin memilihnya karena saya merasa nyaman. Saya tahu Alex Fernando akan setia pada saya dan dia adalah cinta sejati saya. Pada hari yang istimewa ini, di hadapan Tuhan dan semua saksi pernikahan kita, saya berjanji akan selalu berada di sisinya sebagai istri yang setia dalam suka dan duka, dalam sedih dan senang, dalam sakit dan sehat maupun dalam keadaan terpuruk dan bahagia. Saya berjanji akan mencintainya tanpa syarat, menghibur saat masa sulit, mendukung dalam mencapai cita-cita, menangis dan tertawa bersama, selalu terbuka, selalu menghargai setiap keputusan. Selamanya kita akan hidup bersama." ucap Laras dalam satu hembusan nafas.
"Sekarang giliranmu tuan, ucapan janji pernikahanmu," pinta sang pendeta.
"Saya Alex Fernando akan menjadikan Laras Nugraheni sebagai istri saya. Saya yakin memilihnya karena saya merasa nyaman. Saya tahu Laras Nugraheni akan setia pada saya dan dia adalah cinta sejati saya. Pada hari yang istimewa ini, di hadapan Tuhan dan semua saksi pernikahan kita, saya berjanji akan selalu berada di sisinya sebagai suami yang setia dalam suka dan duka, dalam sedih dan senang, dalam sakit dan sehat maupun dalam keadaan terpuruk dan bahagia. Saya berjanji akan mencintainya tanpa syarat, menghibur saat masa sulit, mendukung dalam mencapai cita-cita, menangis dan tertawa bersama, selalu terbuka, selalu menghargai setiap keputusan. Selamanya kita akan hidup bersama," ucap Alex dalam satu hembusan nafas.
Pendeta memberikan pemberkatan kepada kedua mempelai, beberapa menit setelahnya mereka menyematkan cincin di jari manis masing-masing.
Setelah resmi menjadi sepasang suami-isteri, tanpa ragu, Alex langsung mencium bibir Laras di depan semua orang. Dia melakukannya dengan lembut dan penuh cinta.
"Akhirnya anak kita menikah, dia terlihat sangat cantik," ucap tuan Hans.
"Iya suamiku, mereka berdua terlihat sangat serasi," jawab nyonya Fira.
"Hey gadis kecil! kapan kau akan menikah?" tanya tuan Hans sambil menatap Angela yang berdiri di sampingnya.
"Hey pak tua menyebalkan! itu bukan urusanmu! dan jangan panggil aku anak kecil!" gerutu Angela.
"Angela, jangan kau hiraukan dia!" ucap Richi.
"Pasangan yang serasi," celetuk tuan Hans.
Saat perdebatan tuan Hans, Richi dan Angela berlangsung, Laras dan Alex turun dari atas panggung, dia merasa tidak dianggap sebagai seorang pengantin.
__ADS_1
"Hey! tiga orang yang menyebalkan! di hari pernikahanku, kalian masih saja bertengkar? keterlaluan!" ucap Laras.
"Tidak usah hiraukan mereka, ayo sayang aku sudah tidak sabar!" ucap bos Alex.
"Hahhaa, lebih baik kau turuti saja ucapan suamimu itu, sebelum dia menggila," jelas tuan Hans.
"Hey ayah mertua, apa kau juga ingin menjadi pengantin baru sepertiku? menikahlah lagi, kau akan awet muda," ledek Alex.
"Satu isteri saja aku sudah pusing, apalagi lebih dari itu? aku akan tetap setia dengan Fira," ucap tuan Hans sembari merangkul sang isteri.
"Lex, kau jaga anakku, bahagiakan dia! jadikan dia satu-satunya untukmu," pesan tuan Hans.
"Sebelum kau katakan aku juga akan melakukannya ayah mertua, kau tenang saja," jawab Alex.
"Baiklah, aku percaya padamu!" ucap tuan Hans.
Sebelum menuruti permintaan sang suami, Laras berdiri di depan Angela dan memberikan bucket bunga yang ia bawa.
"Angela, bucket bunga untukmu, semoga setelah ini kau juga akan menjadi pengantin sepertiku," ucap Laras sembari menyerahkan bucket bunga itu kepada Angela.
"Terima kasih nona, tapi lebih baik kau segera ikuti suamimu? dia sudah menahan diri terlalu lama, aku khawatir dia akan gila setelah ini, pergilah nona," ledek Angela.
Alex tidak memperdulikan ucapan Angela, dia mengajak Laras yang kini sudah menjadi isterinya itu untuk segera menuntaskan hasrat terpendamnya. Insting binatang buasnya sudah meronta-ronta sejak beberapa jam lalu.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"Kita sudah menikah," ucap Alex.
"Iya, apa kau bahagia?" tanya Laras.
"Aku sangat bahagia, apa aku sekarang boleh menyentuhmu?" ucap Alex.
Laras menggangguk, dengan senyum merekah, Alex mulai mendekatkan wajah tampannya menuju punggung sang kekasih. Dia membuka resleting gaun Laras menggunakan mulutnya, setelah terbuka, dia mencium punggung mulus itu, Laras diam saja dan terlihat menikmatinya.
"Apa ini nyaman sayang?" tanya Alex yang mulai bergerilya ke tempat terfavorit.
Laras tidak menjawab pertanyaan sang bos mafia, dia sedang berada di atas awan. Alex memberikan serangan secara intensif di seluruh bagian sensitif sang kekasih, semakin dalam dan dalam sentuhan yang ia berikan, ia memeluk tubuh sang isteri yang telah lunglai di buatnya.
"Kau tidak sekuat sebelumnya," ledek Alex.
"Diam dan lakukan!" pinta Laras yang telah terhipnotis oleh sentuhan sang suami.
Mendapatkan izin dari sang isteri, Alex semakin rakus, dia memakan habis bibir ranum Laras. Kedua tangan nakalnya telah sigap menanggalkan helai benang yang menutupi tubuh sexy sang kekasih. Setelah semua penutup tubuh sang isteri tak bersisa, Alex membaringkan tubuh polos itu di atas ranjang dengan bibir keduanya yang masih bertautan. Suasana semakin panas saat Laras mulai tersadar dari rasa nyaman itu, isterinya kini lebih ganas dari sebelumnya, sentuhan yang di berikan Laras lebih mendominasi daripada dirinya, kini Alex harus benar-benar mengakui keunggulan sang isteri. Alex terbuai oleh kemampuan sang isteri yang pandai menyenangkannya itu, nafas naik turun, hasrat yang menggebu, bergabung menjadi satu. Alex memberikan serangan balik, dia mencium setiap jengkal kulit sang gadis tanpa terlewat, hingga bibir sang suami telah sampai tempat dimana pertahanan Laras akan kembali runtuh.
"Sayang! hentikan!" ucap Laras sambil menjambak rambut sang suami yang tak henti menyiksanya.
Alex tidak perduli, dia tetap melakukannya lagi dan lagi sampai sang isteri merasakan kenyamanan itu.
Setelah Laras mencapai rasa nyaman yang sudah berulang kali ia rasakan, dia meminta Alex untuk segera melakukannya. Tetapi Alex belum puas menyiksa sang isteri yang telah lama membuatnya tersiksa itu.
__ADS_1
"Sayang! ampuni aku!" Nafas Laras naik turun meminta pengampunan dari sang suami.
"Tidak akan ku ampuni!" bisik Alex di telinga Laras.
Satu jam berlalu dan Alex masih betah bermain-main, dia ingin memberikan pelajaran kepada sang isteri yang menyuruh dirinya menahan diri itu.
"Hari ini kau habis sayang!" ucap Alex lembut.
Alex melepas helai kain di tubuhnya hingga tak bersisa, dia kembali menyentuh bibir Laras, menciumnya dalam waktu yang lama, dalam hitungan detik, penyatuan itupun terjadi. Sensasi hebat itu kembali muncul, Alex menunjukkan eksistensinya, dia benar-benar menggila. Alex melancarkan serangan bertubi-tubi, peluh mulai membasahi keduanya, namun Alex belum ingin menuntaskan hasrat terpendamnya itu. Dia ingin menunjukkan jika rasa cintanya kepada sang isteri, meski terkesan brutal, dia tetap melakukannya dengan lembut dan penuh perasaan. Berbagai gaya ia lakukan, Laras tetap menyanggupi keinginan gila sang suami. Suara indah mulai terdengar dari mulut sang isteri membuat Alex semakin terpacu untuk memberikan kenyamanan itu kembali kepada sang isteri. Melihat sang isteri yang kelelahan, Alex memberikan pengampunan kepada Laras, dia segera menuntaskan kebrutalannya. Sepersekian detik kemudian, rasa nyaman itu menggelayar di sekujur tubuhnya, Alex benar-benar telah meruntuhkan pertahanannya setelah beberapa jam menahan diri. Sang mafia merebahkan tubuhnya di samping sang kekasih dan memeluknya.
"Sayang? apa kau masih terjaga?" tanya sang mafia.
"Diamlah! aku ingin tidur di pelukanmu, kau terlalu menggila!" jawab sang isteri dengan mata terpejam.
"Tidurlah, isi tenagamu, setelah kau bangun, kita lanjutkan ronde kedua," goda sang suami.
"Terserah kau saja, aku hanya ingin tidur," jawab Laras.
"Baiklah," ucap Alex tersenyum bahagia.
Dia merasa senang karena misi menahan diri telah usai, kini dia bisa kembali menjadi binatang buas yang tidak memiliki belas kasihan.
Satu jam kemudian...
Laras terbangun, saat matanya terbuka, dia tidak mendapati sang kekasih di sampingnya. Dia beranjak dari ranjang dan ingin mencari keberadaan sang kekasih dengan tubuh tertutup selimut.
"Suamiku? big baby? kau ada dimana?" panggil Laras.
Laras berjalan menuju sebuah ruangan dengan pintu terbuka, saat dia masuk ke dalam, dia melihat sang suami sedang melatih otot tangan dan kakinya.
"Ternyata kau di sini?" tanya Laras yang berdiri di depan pintu.
"Aku sedang mempersiapkan diri untuk ronde kedua kita, kau juga harus bersiap!" pinta sang suami.
"Haha... kau ini memang binatang buas! aku kira kau hanya bercanda, apa kau serius dengan ucapanmu?" tanya Laras.
"Tentu saja, harusnya aku tidak meminta izinmu untuk melakukannya karena sekarang kau adalah milikku!" jawab Alex.
Sang suami menghentikan aktivitasnya dan mendekati Laras, dia kembali ingin mengulang hal yang sama satu jam yang telah berlalu itu.
"I love you my hubby," ucap Laras.
"I love you too my wife," jawab Alex.
Pergulatan itu kembali terulang, menyisakan rasa lelah yang tertahan, keduanya benar-benar telah meluapkan dan menyerahkan jiwa dan raga kepada masing-masing hati.
...Forever Love...
...Alex ❤️ Laras...
__ADS_1