Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 58


__ADS_3

Willy dan kesepuluh rekannya telah bersiap menuju titik awal akses menuju markas utama Death Angel. Mereka membawa serta senjata api yang telah di persiapkan sebelumnya. Butuh waktu yang cukup lama untuk sampai di sana karena mereka berjalan kaki. Setelah sampai di tempat yang di tuju, Willy dan kesepuluh rekannya menunggu kedatangan musuh dengan bersembunyi di balik pepohonan.


Akhirnya waktu itu telah tiba, Tuan Zhen Ming dan beberapa anggotanya telah tiba di titik awal menuju markas Death Angel. Willy muncul dari balik pepohonan bersama sepuluh rekannya.


"Selamat datang Tuan Zhen Ming." Sapa Willy.


"Cih, kau terlalu berani untuk menghalangi jalanku." Jawab Tuan Zhen Ming.


"Bukannya kau yang terlalu berani mengusik kami, Tuan Zhen Ming?" Ucap Willy tegas.


"Cih, hey kau!! enyahlah dari hadapanku jika masih ingin hidup." Perintah Tuan Zhen Ming.


"Siapa kau menyuruh kami? Tuan Zhen Ming yang terhormat, sebelum kau kehilangan nyawamu lebih baik kau yang enyah dari hadapanku!!!" Jawab Willy lantang.


"Apa kau bilang? kata-kata tidak masuk akal yang keluar dari mulutmu itu terdengar seperti teriakan bayi baru lahir, lantang tetapi tidak berdaya." Sindir Tuan Zhen Ming.


"Katakan saja jika kau memang ingin menyerah, seorang bayi pun memiliki kekuatan untuk menendang perut ibunya saat masih di dalam kandungan, kau anggap aku bayi? kau yang akan ku tendang menjauh dari hadapanku." Jawab Willy dengan senyum menyeringai.


"Kurang ajar, kau telah membuat kesabaranku habis!! anak buahku, serang dia!!!" Perintah Tuan Zhen Ming.


Willy dan kesepuluh rekannya terlibat baku hantam dengan para musuh, tak jarang mereka juga menggunakan senjata api untuk merobohkan lawan. Banyak anggota Toxic yang roboh karena terkena timah panas para sniper handal dari anggota Death Angel. Tuan Zhen Ming mengakui kehebatan para anggota Death Angel, tetapi untuk masalah pengalaman dialah yang menjadi pemenang. Saat para anggota Toxic dan Death Angel sedang bertarung, Tuan Zhen Ming perlahan mampu kabur dari pertarungan itu dan meringsek masuk ke dalam hutan. Namun, upaya itu di gagalkan oleh Willy yang sudah mengetahui kelicikan Tuan Zhen Ming.


"Kau mau kemana pengecut?" Tanya Willy yang kini berada di belakang tubuh Tuan Zhen Ming dengan menempelkan ujung pistol ke arah kepalanya.


Dengan sigap, Tuan Zhen Ming berbalik dan mengambil alih pistol itu. Willy melakukan perlawanan, mereka terlibat pertarungan yang sengit. Hingga senjata api itu kembali ke sang pemilik aslinya.


DOR!!!


Satu tembakan mengarah tepat di kaki kanan Tuan Zhen Ming. Para anggota Toxic yang menyadari sang bos telah tertembak, kemudian memberikan perlawanan, mereka mengeluarkan timah panas ke arah Willy dan anggota Death Angel. Tetapi hasilnya nihil, para anggota Death Angel terlalu tangguh untuk di kalahkan.


Situasi sudah mulai terkendali, para anggota Death Angel sudah berhasil melumpuhkan semua anggota Toxic dan menyisakan satu bos mereka yang tidak berdaya karena tertembak oleh Willy.


"Bos?? Toxic sudah kalah." Ucap Willy melapor lewat sambungan telepon.

__ADS_1


"Apa Tuan Zhen masih hidup?" Tanya Alex.


"Masih bos." Jawab Willy.


"Kau jangan lakukan apapun kepada Tuan Zhen, biarkan dia hidup. Aku memiliki rencana yang menarik untuk membuat Tuan Xiauling keluar dari persembunyiannya. Saat dia tahu, Tuan Zhen berada di tangan kita, dia tidak akan berkutik." Perintah Alex.


"Siap bos, perintah di laksanakan!!"


Willy beserta para rekannya kembali ke markas utama. Mereka membawa serta Tuan Zhen, di sisi lain ada pria yang sedari tadi mengamati pertarungan antara anggota Death Angel dan Toxic. Pria itu kemudian keluar dari persembunyiannya saat mengetahui Willy dan rekannya telah membawa pergi Tuan Zhen bersamanya.


Dia melakukan panggilan telepon kepada seseorang.


"Bos, orang suruhan ayahmu telah tertangkap. Selanjutnya bagaimana?" Tanya pria misterius.


"Kau ikuti mereka dan temukan gadis yang ada di foto yang telah aku berikan padamu tadi. Jika kau sudah berhasil menemukan gadis itu, kau bawa dia ke hadapanku." Perintah sang penerima telepon.


"Siap, bos Juna. Perintah darimu akan aku laksanakan!!!" Jawab pria misterius itu.


* * *


"Angela, apa kau tahu semua hal tentang bos mu itu?" Tanya Laras.


"Tentu saja, tanyakan apapun, akan ku jawab semua pertanyaanmu." Jawab Angela bersemangat.


"Tuan Alex, apa dia ada gadis lain di dalam hidupnya?" Tanya Laras berhati-hati.


"Ada." Jawab Angela.


Laras mulai gelisah, dia tidak ingin jawaban itu dari mulut Angela. Tetapi jika kenyataannya memang demikian, Laras tak mampu berkata-kata lagi, raut wajah gadis itu terlihat sangat sendu. Mata indahnya mulai berkaca-kaca.


"Nona, apa kau tidak ingin tahu siapa gadis yang ada di hidupnya selain dirimu?" Tanya Angela.


"Tidak perlu, jika dia memang memiliki gadis lain di hidupnya, biarkan saja." Jawab Laras pasrah.

__ADS_1


Melihat kekasih bosnya begitu sedih karena ucapannya, Angela menghentikan sandiwaranya.


"Nona, dengarkan aku baik-baik, gadis yang ada di hidup Tuanku selain dirimu adalah, ibunya sendiri." Ucap Angela.


"Apa maksud dari perkataanmu itu?" Tanya Laras.


"Maaf nona, awalnya aku ingin menggodamu, tetapi karena responmu begitu serius dengan ucapanku, aku menjadi merasa bersalah padamu. Nona, selain dirimu, tidak ada gadis lain di hidup bosku, jika pun ada, itu hanya nyonya Raihana, ibu dari bos Alex." Jawab Angela.


"Apa dia pernah mengatakan hal itu langsung padamu?" Tanya Angela.


"Tidak, aku mengetahuinya dari Kak Richi." Jawab Angela.


"Huft, para pria mungkin memiliki banyak hal yang di sembunyikan, aku harus bertanya langsung kepada Tuan Alex tentang sosok gadis yang di akuinya sebagai "ibunya" itu." Ucap Laras.


Angela mulai gelisah, dia merasa kejahilannya ini akan berbuntut panjang di kemudian hari. Kini Angela terdiam, dia di buat pusing dengan ulahnya sendiri.


"Angela, apa kau baik-baik saja?" Tanya Laras.


"Aku baik, nona." Jawab Angela berpura-pura.


"Kau tiba-tiba diam, pasti terjadi sesuatu padamu." Terka Laras.


"Tidak ada nona." Jawab Angela masih menyembunyikan apa yang yang sebenarnya terjadi.


"Katakan saja yang sebenarnya." Ucap Laras.


Akhirnya, Angela mengungkapkan apa yang terjadi padanya sehingga membuat dirinya tiba-tiba diam.


"Nona, aku mohon jangan katakan apapun kepada bos Alex tentang ini." Pinta Angela.


"Apa kau takut akan di hukum olehnya?" Tanya Laras.


"Iya, nona. Tolong selamatkan aku." Jawab Angela memohon.

__ADS_1


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan tentang bosmu, aku akan melindungimu. Aku janji." Ucap Laras.


Angela kini merasa lega karena sang penyelamat sudah kembali. Dia akan selalu aman dari segala hukuman bos Alex saat Laras berada di sisinya.


__ADS_2