Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Sampai di Apartemen!


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan yang lumayan memakan waktu, akhirnya ketiga orang itu sampai di depan apartemen super mewah yang disiapkan Tuan Fudo.


Tempat parkirnya saja ada di bawah tanah, dengan desain yang super mewah.


"Ayah, Tuan Fudo memiliki uang sebanyak ini dari mana ya?" Joan bahkan tidak mengetahui sumber keuangan tetua.


"Kau ini, dia itu seorang bos! bisnisnya lebih dari 10 jenis, yang pasti semuanya sangat menguntungkan. Alex saja memiliki kekayaan dua kali lipat lebih banyak dari Tuan Fudo, Tetapi dia tidak boros. Tuan Fudo saja yang berlebihan, kita hanyalah orang biasa, dia terlalu mengistimewakan kita nak." Tuan Vin merendah, padahal mereka berdua adalah harta paling berharga dari Death Angel dibandingkan dengan uang triliyunan yang dimiliki oleh Tuan Fudo.


"Tuan Vin, jika anda sampai tertangkap oleh musuh. Semua kekayaan Tuan Fudo tidak ada harganya, kau adalah aset Death Angel. Tuan Fudo sudah tidak ingin turun ke medan pertempuran karena dia memiliki luka di perutnya akibat tusukan pisau lipat musuh, mustahil baginya untuk bertarung kembali. Tusukkan kisah itu telah membuat tetua mengalami masalah kesehatan Karena ujung besok itu itu mengandung racun yang sangat mematikan. Sampai saat ini dia masih menjalani pengobatan herbal untuk mengeluarkan semua racun yang ada di tubuhnya. Oleh karena itu, Dia sangat menjagamu dan anakmu, selain kalian berdua tidak ada yang bisa membantu Alex di medan pertempuran," jelas anak buah Tuan Fudo yang sangat memahami seluk-beluk kehidupan sang tetua.


"Astaga! apakah separah itu? aku hanya tahu dia tertusuk tapi tidak menyadari jika ada racun di pisau lipat itu. Semoga dia sudah sembuh dan mampu membantu kita membasmi semua musuh-musuh Death Angel yang masih berkeliaran di luar sana." Harapan Tuan Vin agar Sang petualang selalu sehat dan mampu bertarung lagi di masa yang akan datang.

__ADS_1


Anak buah Tuan Fudo mengingatkan keduanya akan segera masuk ke dalam apartemen, di sana sudah disediakan segala fasilitas lengkap agar ayah dan anak tersebut nyaman tinggal di apartemen mewah itu.


"Aku pergi dulu, ini kunci kartu apartemen no 23, di lantai 15. Jika kau butuh bantuanku, hubungi saja nomor yang ada di telepon rumah apartemen. Di sana aku sudah memberikan petunjuk agar kau bisa menghubungiku dengan nomor tersebut, untuk selanjutnya kalian tunggu kabar dariku. Semoga Tuan dan Jo nyaman tinggal di sini," ucap anak buah tersebut sembari menyerahkan kunci kartu serta berpamitan.


"Baiklah, hati-hati di jalan. Aku akan patuh terhadap perintah apapun yang disampaikan oleh tetua," jawab Tuan Vin sembari menerima kunci tersebut.


Sang anak buah mengangguk, ya segera masuk ke dalam mobil dan perlahan meninggalkan keduanya di tempat parkir apartemen mewah itu.


"Tempat ini terlalu berlebihan, tapi mau bagaimana lagi. Tuan Fudo kalau sudah memiliki keinginan tidak bisa dihentikan," ucap Vin yang mengetahui sifat sang tetua.


"Kau tahu juga kan? makanya Ayah lebih baik menurut saja daripada banyak protes dia justru akan marah. Kita terima saja apapun yang diberikan oleh Tuan Fudo, selagi itu baik dan untuk melindungi keselamatan kita, tidak perlu berprasangka buruk." Tuan Vin mengira jika Putra memiliki pendapat sendiri tentang apa yang dilakukan oleh Tuan Fudo terhadapnya.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2