
Berita kematian Helian telah sampai di telinga tetua Shadow. Si tua Yin Wei, tidak perduli dengan itu, jika ada anak buahnya yang tewas, itu berarti kesalahan mereka sendiri. Dia hanya ingin kemenangan dengan cara apapun. Yin Wei fokus dengan sebuah foto yang ada di tangannya.
'Li Wei, dimana kau berada? mengapa kau harus pergi bersama Justin Steven si brengsek itu, anakku, kembalilah!' Yin Wei merasa terluka saat mengingat kejadian yang membuat dia harus berpisah dengan anak gadis satu-satunya.
Yin Wei telah mencari Li Wei dimanapun, namun tidak ia temukan keberadaannya. Terakhir dia mendapatkan informasi jika ada gadis mirip Li Wei berada di pusat rehabilitasi tetapi dengan nama yang berbeda, karena tempat itu hanya untuk orang yang mengidap gangguan jiwa, Yin Wei yakin jika itu bukan Li Wei. Anak gadisnya sangatlah tangguh. Dia sudah mendidiknya dengan susah payah, tetapi gadis yang mirip dengan anaknya itu sangatlah lemah.
Setelah beberapa tahun ini tinggal di Jepang, dia ingin kembali ke kota asalnya, selain ingin mencari anak gadisnya, dia juga ingin bertemu bos Alex.
Di saat dirinya sedang duduk bersantai di kursi goyangnya, seorang anak buah memberitahukan jika anak gadis Yin Wei telah di temukan dan dia bersama dengan seorang bos mafia. Yin tersentak, dia langsung mencurigai bos Alex.
"Pesan tiket pesawat, hari ini kita akan ke kota utara," perintah Yin Wei.
"Baik Tuan," jawab sang anak buah yang langsung melaksanakan perintah dari sang bos.
Sesampainya di bandara internasional kota utara...
Saat Yin Wei tiba di bandara, dia langsung mendapatkan sambutan dari para anggota Shadow yang memang sedang menunggu kedatangannya. Banyak anak buah Helian yang bahagia karena sang tetua akhirnya mau kembali ke kota utara. Ada lima mobil sport berwarna merah maroon yang berjajar menyambut kedatangan tetua Shadow di luar bandara.
"Tetua, akhirnya kau kembali," Seorang anak buah Helian memeluk tubuh sang tetua.
"Kau terlalu berlebihan, lebih baik kita segera menemui Li Wei," jelas Yin.
"Kami belum menemukan titik terang anak gadismu tetua, lebih baik istirahat dulu di markas," pinta sang anak buah.
"Baiklah," jawab tetua yang menuruti ajakan sang anak buah.
Yin Wei masuk ke dalam mobil dan segera melaju menuju markas utama Shadow di iringi empat mobil sport di belakangnya. Saat dia sedang membaca pesan di ponselnya, tiba-tiba ada panggilan masuk dari nomor baru.
"Halo? siapa ini?" tanya Yin.
"Apa ini anggota keluarga Livy Garcia?" tanya sang penelepon.
"Siapa kau? Livy? aku tidak mengenalnya, kau salah sambung," jawab Yin.
Saat Yin ingin menutup panggilan itu, terdengar samar suara seorang gadis di sambungan teleponnya.
"Apa kau sedang bersama seorang gadis?" tanya Yin.
"Benar, dia sedang berada di sampingku, aku menelepon nomormu karena dia yang memintanya," jawab sang penelepon.
__ADS_1
"Aku ingin berbicara dengan gadis yang ada di sampingmu," pinta Yin.
"Halo?"
DEG!
Jantung Yin terasa berhenti berdetak saat mendengar suara sang putri kembali. Dia sangat antusias berbicara dengan sang gadis.
"Anakku...," Suara Yin lirih, dia sangat terharu, akhirnya dia bisa bertemu dengan sang anak yang telah lama kabur.
"Aku bukan anakmu!" Sang gadis menutup panggilan itu.
Yin ingin menghubungi nomor itu kembali namun tidak tersambung.
"Sial! Li Wei memang sangat mencintai Justin," Yin merasa kesal dan segera menyuruh anak buahnya melacak nomor ponsel itu
Beberapa menit kemudian, sang anak buah mengatakan jika lokasi penelepon sudah semakin dekat.
"Kita pergi kesana, bawa Li pergi! hancurkan Justin dan adiknya yang telah mempermainkan anak gadisku!" perintah Yin yang langsung di sanggupi anak buahnya.
Mobil Yin melaju cepat menuju lokasi tempat Li berada.
Apartemen Gerald...
"Livy, mengapa kau menutup penggilan itu sayang?" Gerald menatap wajah cantik Livy yang berada di sampingnya.
"Aku tidak ingin bertemu dia, dia telah membuatku kehilanganmu," Livy memeluk tubuh Gerald, pria itu merasa iba dengan keadaan sang gadis pujaan yang tiba-tiba saja menjadi sangat menyedihkan.
"Jika dia ayahmu, seharusnya kau menemui dan berbicara dengannya, jangan menghindar Livy, aku akan bicara dengannya setelah ini, kau duduklah dengan tenang," Gerald melepaskan pelukannya dan membiarkan Livy bersender di pundak kokohnya.
"Hm," jawab Livy.
Saat dia ingin menelpon kembali nomor ponsel itu, tiba-tiba terdengar suara bel apartemennya. Gerald membuka pintu itu dengan kunci kartu, setelah terbuka, dia terkejut saat mendapati ada seorang pria tua bersama segerombolan anak buah bersamanya.
"Dimana Li Wei?" tanya pria tua.
"Maaf tuan, tidak ada yang bernama Li Wei, anda salah kamar," jawab Gerald.
Saat Gerald ingin menutup pintu apartemennya, pria tua mencegahnya sembari memperlihatkan foto sang anak.
__ADS_1
"Darimana kau mendapatkan foto Livy?" tanya Gerald.
"Dia bukan Livy, tetapi Li Wei anakku," jawab si pria tua yang ternyata adalah Yin Wei, ayah dari Livy.
Gerald mempersilakan Yin masuk, Yin meminta anak buahnya tetap berjaga di luar. Saat berada di dalam apartemen Gerald, dia melihat setiap sudut ruang apartemen itu telah di sulap menjadi hunian impian sang gadis.
"Maaf tuan, Livy sangat takut jika ada orang asing, jadi dia bersembunyi di kamar," jelas Gerald.
"Tidak masalah, aku ingin bicara denganmu," pinta Yin.
Mereka berdua duduk bersama di sofa dan membicarakan hal yang serius.
"Anakku sepertinya sangat mencintaimu anak muda" ucap Yin.
"Dia hanya mencintai Alex, aku hanya menolong anakmu saja. Dia terganggu jiwanya karena Alex Fernando, selama aku bersamanya, Livy hanya menganggapku Alex," Gerald terlihat murung karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
"Jika kau benar-benar mencintai anakku, aku akan membantumu!" Yin menatap bos mafia dan menenangkannya.
"Apa kau yakin bisa membuatnya tersadar dan mampu menerimaku sebagai Gerald?" Gerald meragu, dia merasa tidak berdaya.
"Kau percayalah kepadaku, kau bawa dia ke tempat ini," Yin memberikan foto tempat favorit Livy.
"Indah sekali tuan, tempat apa ini?" tanya Gerald.
"Ini adalah tempat pertama kali Yin bertemu Justin," jawab Yin.
"Justin? bukannya dia mencintai Alex?" Gerald heran dengan kenyataan yang ada di depannya itu.
Sang tetua Shadow menceritakan awal mula Livy alias Li Wei kabur dari rumah dan memilih Justin sebagai kekasihnya. Setelah beberapa tahun berlalu, dia tidak bisa menemukan anaknya, dia kehilangan jejak. Identitas yang berganti, membuat Yin kesulitan menemukan Li Wei. Kini Gerald memahami akar permasalahan yang membuat Livy terganggu jiwanya, bukan Alex pelakunya tetapi Justin.
"Apa kau akan balas dendam kepada Justin?" tanya Gerald.
"Iya, tetapi entah dimana pria itu berada aku tidak mengetahuinya," jawab Yin.
"Justin telah tewas di tangan adiknya sendiri, tidak perlu bersusah payah membalas dendam," pinta Gerald.
"Oya, bagus jika dia sudah tewas! lebih baik sekarang kau fokus dengan kesembuhan Li, jika dia sembuh, akan aku nikahkan kalian berdua, apa kau bahagia?" tukas tetua.
Nampak raut bahagia di wajah Gerald, dia tidak menyangka jika akan mendapatkan cintanya semudah ini.
__ADS_1